logo ppid jember kim
Oleh : Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan

Pemetaan Oplah Kencong, Data Akurat Kunci Infrastruktur Tepat Sasaran

  • 20 April 2026
  • Dibaca 148 Kali
Bagikan Via:
pemetaan-oplah-kencong-data-akurat-kunci-infrastruktur-tepat-sasaran-20260421

Pemetaan Oplah Kencong, Data Akurat Kunci Infrastruktur Tepat Sasaran

JEMBER, 20 APRIL 2026 - Pembangunan fisik Program Strategis Nasional Optimasi Lahan (Oplah) sangat bergantung pada keakuratan data awal. Berangkat dari prinsip tersebut, tim Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Kencong telah menggelar Survei Investigasi Desain (SID) pada 15-16 April 2026. Langkah ini menjadi fondasi mutlak sebelum proses pengerjaan konstruksi di lahan pertanian dimulai.

Pemetaan tata air ini menyasar tiga lokasi di Kecamatan Kencong, yakni hamparan sawah di Desa Cakru, Desa Kraton, dan Desa Paseban. Eksekusi di lapangan dikawal langsung oleh empat Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL), yaitu Ainur Ridlo, S.Tp., Ariek Nur Afidha Wijayantie, S.P., Kusbiantoro, dan Yulik Musiati. Tim menyusuri area persawahan untuk memvalidasi detail ukuran lahan beserta kondisi faktualnya.

Dilihat dari prosedur teknis operasional, pelaksanaan tahapan SID merupakan prasyarat wajib sebelum tahap konstruksi, bukan sebatas pelengkap dokumen administrasi. Di sinilah letak urgensi kegiatannya: petugas memindai arah aliran air alami, elevasi, serta kondisi irigasi aktual.

Tujuannya sangat jelas, yakni memastikan rancangan pembangunan kelak selaras dengan kontur tanah dan kebutuhan petani. Tanpa acuan survei yang matang, proyek fisik berisiko salah sasaran dan gagal memberikan dampak optimal.

Program Oplah mengemban misi besar untuk menaikkan Indeks Pertanaman (IP). Lahan dengan pasokan air yang terjamin ditargetkan mampu panen hingga dua atau tiga kali setahun.

Lonjakan frekuensi ini akan mengamankan stok pangan makro daerah, sekaligus memperkuat ketahanan ekonomi rumah tangga tani secara mikro. Oleh sebab itu, hasil ukur dari ketiga desa di Kencong tersebut memegang peran krusial sebagai acuan dasar perbaikan.

Ainur Ridlo, S.Tp., salah satu PPL yang bertugas, menegaskan bahwa pemetaan lapangan ini dilakukan murni agar fasilitas yang dibangun nantinya benar-benar tepat guna.

"Kami turun langsung mengukur ke sawah agar pembangunan nanti tidak meleset. Kalau data awalnya pas, aliran airnya pasti lancar, dan petani yang akan menikmati panennya," tuturnya, Senin 20 April 2026.

Kini, pascapengumpulan data awal di wilayah Cakru, Kraton, dan Paseban, seluruh laporan teknis tersebut mulai dikonsolidasikan. Masyarakat tentu menaruh harapan agar tahapan demi tahapan ini berjalan lancar dan bermuara pada realisasi infrastruktur tangguh yang mendukung kemajuan sektor pertanian di Kabupaten Jember. (fan)

Galeri Foto