Pemkab Jember Salurkan Insentif Guru Ngaji Jelang Idul Fitri
- 10 Maret 2026
- Dibaca 328 Kali
Bagikan Via:
Pemkab Jember Salurkan Insentif Guru Ngaji Jelang Idul Fitri
JEMBER, 10 MARET 2026 - Pemerintah Kabupaten Jember menyalurkan insentif kepada para guru ngaji, modin, serta guru agama nonmuslim sebagai bentuk penghargaan atas dedikasi mereka dalam membina kehidupan keagamaan dan pendidikan moral masyarakat. Program tersebut dilaksanakan menjelang Hari Raya Idul Fitri dan menyasar ribuan tokoh pendidikan keagamaan di berbagai wilayah Kabupaten Jember, Selasa 10 Maret 2026.
Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kabag Kesra) Jember, Nurul Hafid Yasin, mengatakan bahwa penyaluran insentif tersebut merupakan bentuk perhatian pemerintah daerah terhadap peran para tokoh agama yang selama ini berkontribusi menjaga nilai-nilai moral dan spiritual di tengah masyarakat.
“Insentif ini merupakan bentuk apresiasi dari Pemerintah Kabupaten Jember kepada para guru ngaji, modin, serta guru agama nonmuslim yang selama ini berperan penting dalam membina kehidupan keagamaan masyarakat,” ujar Hafid.
Ia menjelaskan, pada tahap ini Pemkab Jember menyalurkan insentif kepada 1.955 penerima yang tersebar di tujuh kecamatan. Masing-masing penerima memperoleh honor sebesar Rp1.500.000 yang disalurkan melalui balai desa atau kelurahan setempat.
Menurut Hafid, proses penyaluran dilakukan secara transparan dan tanpa potongan, sehingga seluruh dana diterima secara utuh oleh para penerima manfaat.
“Distribusi insentif dilakukan secara bergilir dengan melibatkan sekitar 30 desa setiap hari agar penyaluran bisa berlangsung cepat, terutama menjelang Idul Fitri,” katanya.
Bupati Jember Gus Fawait menegaskan bahwa keberadaan guru ngaji, modin, maupun guru agama memiliki peran strategis dalam membangun karakter masyarakat, terutama dalam menanamkan nilai moral dan spiritual kepada generasi muda.
Menurut dia, pemerintah daerah memiliki tanggung jawab untuk memberikan perhatian dan dukungan kepada mereka yang telah mengabdikan diri dalam pendidikan keagamaan di tingkat akar rumput.
“Para guru ngaji dan tokoh agama adalah garda terdepan dalam membentuk karakter masyarakat. Mereka mengajarkan nilai-nilai moral, akhlak, dan toleransi yang menjadi fondasi kehidupan sosial,” ujar Gus Fawait.
Ia berharap insentif yang diberikan dapat membantu kebutuhan ekonomi para penerima sekaligus menjadi penyemangat untuk terus menjalankan peran mereka dalam membina masyarakat.
“Semoga bantuan ini dapat meringankan kebutuhan menjelang Idul Fitri serta menambah semangat para guru ngaji dan tokoh agama untuk terus membimbing generasi muda,” kata Gus Fawait.
Salah satu penerima insentif, Yuliana Ika, mengaku bersyukur atas perhatian yang diberikan pemerintah daerah kepada para guru ngaji. Menurutnya, dukungan tersebut menjadi bentuk penghargaan atas pengabdian para pendidik keagamaan di tengah masyarakat.
Program penyaluran insentif ini diharapkan dapat memperkuat peran tokoh agama dalam menjaga kerukunan dan membangun karakter masyarakat di Kabupaten Jember. (jh8)