logo ppid jember kim
Oleh : Dinas Ketahanan Pangan, Peternakan dan Perikanan

Pendampingan DKPPP Jember dan Nestlé Perkuat Kualitas Peternak Sapi Perah

  • 13 Juni 2026
  • Dibaca 7 Kali
Bagikan Via:
pendampingan-dkppp-jember-dan-nestle-perkuat-kualitas-peternak-sapi-perah-20260613

Pendampingan DKPPP Jember dan Nestlé Perkuat Kualitas Peternak Sapi Perah

JEMBER – Dinas Ketahanan Pangan, Peternakan, dan Perikanan (DKPPP) Kabupaten Jember terus berupaya meningkatkan kualitas peternak sapi perah melalui kegiatan pendampingan dan pengawasan mutu pakan. Bersama PT Nestlé Indonesia, kegiatan ini dilaksanakan pada Jumat (12/6/2026) di Sidogangsar Farm Wuluhan dan rumah Kelompok Ternak “Sri Gopala” Wonosari.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh sejumlah tim teknis, di antaranya drh. Elok Kristanti, Ir. Purwoto, S.Pt., Tri Wahyu Birawandi, Hairul Anwar, A.Md., Bhisma Briantama, S.Pt., serta Amelia Rahmawati Santoso, S.Pt.
Dalam sesi pendampingan, DKPPP bersama tim Nestlé memberikan bimbingan teknis kepada calon peternak sapi perah melalui diskusi interaktif. Fokus utama meliputi standardisasi manajemen pemeliharaan, kesiapan infrastruktur kandang, serta kelayakan usaha agar sesuai dengan standar mutu industri pengolahan susu.
Mewakili DKPPP, Ir. Purwoto, S.Pt. menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan langkah strategis dalam mendorong peningkatan kualitas peternak lokal.
“Pendampingan ini bukan hanya sebatas kegiatan teknis, tetapi merupakan langkah nyata untuk mempersiapkan peternak agar mampu memenuhi standar industri. Dengan manajemen yang baik dan pakan berkualitas, kami optimistis peternak sapi perah di Jember bisa naik kelas dan lebih berdaya saing,” ujarnya.
Selain pendampingan, kegiatan juga diisi dengan pengawasan mutu pakan berupa silase yang diproduksi oleh anggota Kelompok Ternak “Sri Gopala”. Berdasarkan hasil pemeriksaan visual dan organoleptik terhadap dua sampel, diperoleh hasil yang berbeda.
Sampel pertama menunjukkan kualitas sangat baik dengan proses fermentasi yang sempurna, ditandai dengan tekstur tidak menggumpal, aroma asam yang harum, serta tidak terdapat jamur maupun lendir. Sementara itu, sampel kedua memerlukan evaluasi lebih lanjut karena ditemukan adanya kontaminasi jamur.
Kondisi tersebut mengindikasikan adanya kebocoran pada wadah sehingga proses fermentasi tidak berlangsung secara anaerob, serta pemadatan hijauan yang kurang optimal. Untuk meningkatkan kualitas silase, peternak disarankan menambahkan bahan tambahan seperti dedak guna meningkatkan nilai nutrisi, khususnya pada silase berbahan dasar jerami jagung.
Melalui kegiatan ini, DKPPP Kabupaten Jember berharap dapat terus meningkatkan kualitas dan populasi peternak sapi perah, sekaligus memperkuat kemitraan dengan sektor industri dalam mendukung ketahanan pangan dan kesejahteraan peternak di daerah.(div)

Galeri Foto