logo ppid jember kim
Oleh : Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan

PENGAMATAN HAMA PENYAKIT DI LAHAN KELOMPOK TANI KELURAHAN KEBONAGUNG

  • 13 Oktober 2025
  • Dibaca 463 Kali
Bagikan Via:
pengamatan-hama-penyakit-di-lahan-kelompok-tani-kelurahan-kebonagung-20251013

PENGAMATAN HAMA PENYAKIT DI LAHAN KELOMPOK TANI KELURAHAN KEBONAGUNG

Kunjungan rutin dilaksanakan di Kelurahan Kebonagung Kecamatan Kaliwates pada Selasa, 7 Oktober 2025. Kunjungan berlangsung di rumah bapak Herman yang merupakan salah satu ketua kelompok tani di Kelurahan Kebonagung. Kunjungan ini akan langsung ke sawah milik bapak Herman. Kegiatan pertemuan didampingi oleh Petugas Peyuluhan Pertanian Lapangan (PPL) Ibu Lely Yuliani S.P dan Ibu Asfiyah sebagai petugas POPT serta empat mahasiswa magang dari Program Studi Agronomi Fakultas Pertanian Universitas Jember.

Kegiatan dimulai dengan doa bersama lalu langsung terjun ke lahan milik bapak Herman. Kegiatan dilanjutkan dengan penyampaian terkaid solusi atas masalah yang dihadapi kepada para petani oleh Ibu Leli Yuliani S.P dan Ibu Asfiyah.

Salah satu agenda utama dalam pertemuan ini mengamati serangan hama penyakit pada tanaman Tomat. Pada awal penanaman pertumbuhan tanaman bagus namun semakin lama semakin layu, hal ini dikarenakan lahan tersebut ditanami cabai, kondisinya tidak optimal. Kemudian ditanami tomat secara berturut turut. Untuk mengoptimalkan dibutuhkan pemberian belerang. Pada awal tanam seluruh lahan di beri kapur untuk menetralkan pH.

Kemudian pengamatan berpindah pada lahan padi di wilayah ini yang mulai ada serangan hama tikus, sehingga dapat merusak tanaman dan menurunkan jumlah panen dan cenderung dapat mengalami gagal panen. Pada penanganan hama tikus di perlukan penanganen secara rotasi atau berganti ganti metode agar dapat efektif. Cara penanganan lainnya yaitu dengan cara menggunakan umpan katul, oli, asap, kleret, gas. Penanganan hama tikus harus dilakukan di sarangnya agar dapat di tangani secara permanen. Penyakit layu fusarium menyerang komoditas tomat dan penyakit ini di sebabkan oleh jamur. Penanganannya dilakukan dengan cara di cabut tanamannya, kemudian di beri pestisida yaitu trikoderma. Ketika tanaman yg terserang penyakit ini tidak dapat di sembuhkan maka lebih efektif dengan cara di cabut sehingga tidak menyebar. Penerapan pemberian pestisida di wilayah ini masih dengan cara di campur karena dianggap tidak memakan waktu, ini tindakan yg kurang tepat oleh petani dalam pengendalian hama penyakit.

Kunjungan lahan petani di Kelurahan kebonagung ditutup dengan doa bersama yang menandakan berakhirnya kegiatan pertemuan ini. Diskusi yang telah dilakukan antara petani, BPP , dan mahasiswa diharapkan dapat memberikan solusi pada permasalahan yang terjadi serta dapat meningkatkan pengetahuan pada petani. Pertemuan ini diharapkan selain sebagai forum diskusi antar Poktan juga sebagai wadah memperkuat rasa kebersamaan dalam meningkatkan produktivitas pertanian terutama di Kelurahan Kebonagung.

Galeri Foto