logo ppid jember kim
Oleh : Bagian Umum, Protokol dan Komunikasi Pimpinan

Penugasan ASN Lakukan Verval Warga Miskin, Sesuai UU Nomor 20 Tahun 2023

  • 19 April 2026
  • Dibaca 336 Kali
Bagikan Via:
penugasan-asn-lakukan-verval-warga-miskin-sesuai-uu-nomor-20-tahun-2023-20260420

Penugasan ASN Lakukan Verval Warga Miskin, Sesuai UU Nomor 20 Tahun 2023

JEMBER, 19 APRIL 2026 - Penugasan sejumlah ASN, PPPK, dan PPPK Paruh waktu, yang jumlahnya mencapai 22 ribu, dalam melakukan verifikasi dan validasi (verval) pendataan terhadap warga miskin Desil 1, menuai pro kontra.

Namun tidak sedikit ASN merasa terpanggil untuk mensukseskan program tersebut, bahkan menjadi pengalaman yang tidak dilupakan, baik suka maupun duka.

Tidak hanya itu, penugasan ASN hingga PPPK Paruh Waktu melakukan verval, sudah sesuai dengan UU no 20 tahun 2023, dimana dalam UU tersebut, ada tiga tugas dan fungsi ASN, yakni melaksanakan kebijakan yang dibuat oleh pejabat pembina kepegawaian sesuai peraturan perundang-undangan.

Yang kedua, memberikan pelayanan profesional, berkualitas, dan prima kepada masyarakat, dan yang ketiga adalah Perekat dan Pemersatu Bangsa: Menjaga persatuan dan kesatuan NKRI.

Bupati Jember, Muhammad Fawait, S.E., M.Sc., dalam siaran live-nya di kanal YouTube Wadul Gus’e menyampaikan, bahwa sebelum memberikan tugas terhadap ASN untuk melakukan verval data kemiskinan, sudah melalui berbagai pertimbangan, yang mana tidak merugikan ASN itu sendiri.

"Sebelum kami memberi tugas ASN untuk melakukan verval, kami memastikan dulu status ASN, seperti TPP aman, PPPK dan yang Paruh Waktu, juga aman, karena kami pastikan kontraknya kami perpanjang, jadi ini sangat manusiawi," ujar Bupati Jember.

Tidak hanya itu, dalam live YouTube, Bupati juga menyampaikan TPP ASN Kabupaten Jember, dimana disaat TPP daerah lain banyak yang berkurang, bahkan ada yang akan dihapus, Jember satu-satunya kabupaten yang tidak mengurangi sepeser-pun TPP ASN.

"Ingat, saat beberapa daerah melakukan pengurangan TPP, Jember mungkin satu -satunya daerah di Jawa Timur yang tidak mengurangi TPP-nya," jelasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati juga mengajak seluruh ASN belajar dari Kota Surabaya, dimana Surabaya pernah mengalami angka stunting cukup tinggi, dan dengan kebijakan pemimpinnya untuk mengerahkan ASN, masalah tersebut kini bisa diatasi dan Surabaya sudah sangat baik dalam penanganan stunting.

Begitu juga mengenai kemiskinan di Jember, penanganannya juga dibutuhkan keterlibatan semua pihak, termasuk melakukan pendataan verval warga miskin.

"Kalau ada yang mengeluh saat verval melewati jalan rusak dan jalan kecil, itu memang kondisi Jember yang saat ini memang tidak baik-baik saja, dan saya dulu juga lewati jalan-jalan itu saat kampanye, makanya dengan adanya kegiatan ini, kita akan bersama-sama membenahi Jember, kalau dibiarkan, maka data kemiskinan tidak akan selesai, dan justru akan tambah banyak," jelasnya.

Sedangkan mengenai ASN yang dalam kondisi hamil atau sakit, Bupati memerintahkan kepada BKPSDM, untuk memberikan toleransi dan dispensasi. (al)

Galeri Foto