Perkuat Peran Keluarga, TP PKK Kecamatan Jombang Dorong Efektivitas Puspaga Mencegah Kekerasan Perempuan dan Anak
- 15 Oktober 2026
- Dibaca 24 Kali
Bagikan Via:
Perkuat Peran Keluarga, TP PKK Kecamatan Jombang Dorong Efektivitas Puspaga Mencegah Kekerasan Perempuan dan Anak
JEMBER, 15 OKTOBER 2026 - Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kecamatan Jombang menggelar sosialisasi pencegahan kekerasan terhadap perempuan dan anak melalui Pusat Pembelajaran Keluarga (Puspaga) dalam agenda pertemuan rutin bulanan. Kegiatan yang berlangsung khidmat dan interaktif ini bertujuan memperkuat peran keluarga serta kader PKK di tingkat akar rumput sebagai garda terdepan dalam merespons dan mencegah segala bentuk tindak kekerasan di lingkungan masyarakat.
Dalam sosialisasi tersebut, para kader PKK dibekali pemahaman mendalam mengenai fungsi strategis Puspaga. Lembaga ini dirancang khusus sebagai wadah konseling, edukasi, dan tempat pengaduan awal bagi keluarga yang sedang menghadapi dinamika maupun konflik internal. Kehadiran Puspaga diharapkan mampu meningkatkan kesadaran masyarakat agar lebih berani bersuara dan segera melaporkan setiap indikasi atau bentuk kekerasan yang terjadi di sekitar mereka tanpa rasa takut.
Ketua TP PKK Kecamatan Jombang, Dian Hanjayani, S.Pd., dalam sambutannya menegaskan pentingnya Sinergi antara kader di tingkat kecamatan hingga tingkat desa. Beliau mengimbau seluruh ketua dan anggota PKK desa untuk aktif menyebarluaskan informasi ini kepada warga di wilayah masing-masing agar tidak ada lagi kasus kekerasan yang tersembunyi.
"Keluarga adalah benteng utama dalam membendung tindak kekerasan. Melalui Puspaga, kita tidak hanya fokus pada penanganan laporan, tetapi yang jauh lebih utama adalah aspek pencegahan dan edukasi parenting yang tepat. Saya meminta kepada seluruh kader PKK desa se-Kecamatan Jombang untuk menjadi pelopor dan pelapor yang peka terhadap kondisi lingkungan sekitar. Jangan sampai ada anggota masyarakat yang merasa berjalan sendiri saat mengalami masalah keluarga," tegas Dian Hanjayani, Kamis 15 Oktober 2026.
Lebih lanjut, materi sosialisasi menyampaikan bahwa fenomena kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) maupun kekerasan terhadap anak sering kali dipicu oleh kurangnya pemahaman mengenai komunikasi efektif dalam keluarga serta keterbatasan akses terhadap lembaga pendampingan. Oleh karena itu, Puspaga hadir untuk meruntuhkan stigma negatif terkait konseling keluarga. Mengakses layanan konseling Puspaga bukan berarti sebuah keluarga mengalami kegagalan, melainkan bentuk komitmen nyata untuk memperbaiki kualitas hubungan dan pengasuhan anak.
Sesi diskusi interaktif juga membuka ruang bagi para ketua TP PKK desa untuk membagikan tantangan geografis dan sosial yang dihadapi di lapangan. Banyak kader mengungkapkan bahwa isu kekerasan kerap kali dianggap sebagai urusan domestik yang tabu untuk dicampuri. Melalui sosialisasi Puspaga ini, para kader diberikan pemahaman hukum dasar serta tata cara pendampingan awal yang humanis, persuasif, dan menjaga kerahasiaan identitas korban.
Pertemuan bulanan ini ditutup dengan penyusunan komitmen bersama dari seluruh pengurus PKK desa se-Kecamatan Jombang untuk membentuk pojok konsultasi keluarga di tiap-tiap desa. Melalui langkah konkret ini, diharapkan angka kekerasan terhadap perempuan dan anak di wilayah Kecamatan Jombang dapat ditekan secara signifikan, sekaligus menciptakan lingkungan tumbuh kembang anak yang aman, sehat, dan kondusif. (tum)