Diskopumdag Paparkan Pengembangan Koperasi Merah Putih di Workshop FEB Unej
- 12 Juni 2026
- Dibaca 40 Kali
Bagikan Via:
Diskopumdag Paparkan Pengembangan Koperasi Merah Putih di Workshop FEB Unej
JEMBER, 12 JUNI 2026 – Dinas Koperasi, Usaha Mikro, dan Perdagangan (Diskopumdag) Kabupaten Jember menjadi salah satu narasumber dalam Workshop Pemberdayaan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) yang digelar di Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Jember, Kamis 11 Juni 2026.
Kegiatan yang diselenggarakan Direktorat Dana Desa, Insentif, Otonomi Khusus, dan Keistimewaan Kementerian Keuangan RI bekerja sama dengan Universitas Jember tersebut, bertujuan meningkatkan kapasitas pengelola BUMDes dan KDKMP agar mampu menjalankan usaha secara profesional sekaligus memperkuat perekonomian desa.
Dalam workshop tersebut, Kepala Bidang Pengawasan Koperasi dan UKM Diskopumdag Jember, Sri Supadmi, S.Sos., memaparkan pengembangan Koperasi Merah Putih di Kabupaten Jember. Ia menyampaikan bahwa koperasi memiliki peran strategis dalam menggerakkan ekonomi masyarakat melalui pemanfaatan potensi unggulan yang dimiliki setiap desa dan kelurahan.
Hingga saat ini, sebanyak 158 gerai Koperasi Merah Putih telah terbangun di Kabupaten Jember. Sementara itu, 90 gerai lainnya masih belum dapat direalisasikan karena terkendala ketersediaan lahan di sejumlah wilayah.
“Pembangunan gerai terus kami dorong agar dapat menjangkau seluruh wilayah. Namun, masih ada beberapa lokasi yang menghadapi kendala lahan sehingga proses pembangunan belum dapat dilaksanakan,” ujarnya.
Selain memaparkan capaian tersebut, Sri Supadmi menjelaskan berbagai bentuk dukungan pemerintah terhadap pengembangan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih. Dukungan itu meliputi kemudahan pengurusan legalitas, pendampingan administrasi, serta bimbingan teknis bagi pengurus koperasi.
Menurut Sri Supadmi, keberhasilan koperasi tidak hanya ditentukan oleh kuatnya kelembagaan, tetapi juga kemampuan pengurus dalam mengelola potensi ekonomi yang ada di wilayah masing-masing. Karena itu, pengembangan unit usaha harus disesuaikan dengan karakteristik dan keunggulan desa maupun kelurahan setempat.
Sri Supadmi menambahkan, Koperasi Merah Putih dibentuk untuk menjadi sarana distribusi hasil produksi masyarakat desa dan kelurahan. "Melalui peran tersebut, produk unggulan lokal diharapkan memiliki akses pasar yang lebih luas sekaligus memberikan nilai tambah bagi perekonomian masyarakat," jelasnya.
Workshop tersebut juga menjadi ruang berbagi pengetahuan dan pengalaman bagi pengelola BUMDes serta koperasi. Peserta mendapatkan pemahaman mengenai tata kelola kelembagaan, strategi pengembangan usaha, hingga penguatan daya saing ekonomi berbasis potensi lokal.
Kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, dan masyarakat dinilai menjadi faktor penting dalam mendukung keberhasilan program pemberdayaan ekonomi desa. Melalui sinergi tersebut, Koperasi Merah Putih diharapkan mampu tumbuh menjadi lembaga ekonomi yang profesional, mandiri, dan berkelanjutan. (za)