Sekkel Slawu Gandeng Kasi Pemerintahan dan Pelayanan Verval Data Warga Miskin di Sumberjambe
- 21 April 2026
- Dibaca 143 Kali
Bagikan Via:
Sekkel Slawu Gandeng Kasi Pemerintahan dan Pelayanan Verval Data Warga Miskin di Sumberjambe
JEMBER, 21 APRIL 2026 - Pemerintah Kabupaten Jember mengerahkan sebanyak 22 ribu Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk melakukan verifikasi dan validasi (verval) data kemiskinan mulai 18-24 April 2026.
Langkah ini merupakan tindak lanjut arahan Bupati Jember, Muhammad Fawait, yang akrab disapa Gus Fawait, guna memastikan ketepatan sasaran program bantuan sosial di daerah.
Kegiatan verval tersebut menyasar sekitar 97 ribu warga dalam kategori miskin ekstrem. Angka ini mencerminkan besarnya tantangan yang dihadapi pemerintah daerah dalam menanggulangi kemiskinan sekaligus memastikan intervensi yang diberikan benar-benar tepat sasaran.
“Kita pastikan data akurat tetap jaga adab saat bertemu warga. Ini ikhtiar kita bersama. Bukan sekadar mendata, tapi menyapa dan mendengar warga," demikian pesan yang ditekankan Gus Fawait dalam pelaksanaan kegiatan tersebut.
Di tingkat lapangan, Sekretaris Kelurahan (Sekkel) Slawu Hermanto bersama Oni Setiawan, Kasi Pemerintahan dan Pelayanan Kelurahan Slawu, terjun langsung melakukan verval.
Kegiatan tersebut dilaksanakan di Dusun Panti Pasar dan Sumber Gombeng Desa Sumberjambe Kecamatan Sumberjambe serta Desa Rambigundam, Kecamatan Rambipuji, pada Senin 20 April 2026.
Proses pendataan, dilakukan secara door to door dengan mendatangi langsung warga penerima manfaat.
Sejumlah warga yang menjadi sasaran antara lain Marsani warga Desa Rambigundam, Kecamatan Rambipuji, Tari, warga RT/RW 03/06 Dusun Sumbergombeng, Panti Pasar, serta Nima, warga RT/RW 00/00 Dusun Pringgodani, Sumbergombeng.
Selain itu, tim juga menyasar wilayah Dusun Tol-Tol guna memastikan tidak ada warga miskin ekstrem yang terlewat dalam pendataan.
Hermanto mengatakan kegiatan verval ini penting untuk memperbarui basis data kemiskinan agar lebih akurat dan sesuai kondisi riil di lapangan. “Kami turun langsung untuk memastikan data benar-benar valid, sehingga program bantuan dari pemerintah bisa tepat sasaran,” ujarnya, Selasa 21 April 2026.
Sementara itu, Oni Setiawan menambahkan bahwa pendekatan humanis menjadi kunci dalam pelaksanaan verval. “Kami tetap mengedepankan etika dan komunikasi yang baik saat berinteraksi dengan warga, agar proses pendataan berjalan lancar dan masyarakat merasa nyaman,” katanya.
Melalui langkah ini, Pemerintah Kabupaten Jember berharap dapat memperkuat basis data kemiskinan sebagai landasan dalam merumuskan kebijakan penanggulangan kemiskinan yang lebih efektif dan berkelanjutan. (yud)