Perkuat Sinergi, Puskesmas Banjarsengon Optimalkan Peran Kader TPK dan Program MBG demi Tekan AKI-AKB
- 31 Maret 2026
- Dibaca 282 Kali
Bagikan Via:
Perkuat Sinergi, Puskesmas Banjarsengon Optimalkan Peran Kader TPK dan Program MBG demi Tekan AKI-AKB
JEMBER, 31 MARET 2026 – Penurunan Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB) terus menjadi prioritas utama pembangunan kesehatan di Kabupaten Jember. Menindaklanjuti komitmen tersebut, Puskesmas Banjarsengon menggelar pertemuan strategis bersama Kader Tim Pendamping Keluarga (TPK) dan pelaksana program Makanan Bergizi (MBG). Kegiatan berlangsung khidmat di kediaman Ibu Fitria, wilayah Bintoro, pada Senin, 30 Maret 2026.
Acara ini dihadiri oleh Lurah Bintoro, petugas Lapangan Keluarga Berencana (PLKB), Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) wilayah Bintoro, Bidan Firza selaku penanggung jawab teknis lapangan, perawat wilayah, serta puluhan kader kesehatan yang menjadi garda terdepan pelayanan masyarakat.
Fokus utama diskusi adalah penguatan Gerakan 1.200 Tenaga Kesehatan, sebuah inisiatif masif untuk memastikan ibu hamil, bayi, dan balita mendapatkan pengawasan medis intensif. Kepala Puskesmas Banjarsengon, drg. Driana Desy Purwaningsih, M.Kes., menekankan bahwa keberhasilan program ini bergantung pada kualitas data dan kecepatan laporan kader di lapangan.
“Sinergi tenaga medis dan kader adalah kunci. Kader paling mengenal kondisi warga secara langsung. Melalui pertemuan ini, kita menyelaraskan persepsi agar pendampingan ibu hamil, terutama kategori risiko tinggi (risti), dilakukan secara real-time dan tepat sasaran,” ujar Desy.
Senada dengan hal tersebut, Bidan Firza memberikan pembekalan teknis mengenai deteksi dini kegawatdaruratan. Ia menekankan peran vital kader dalam memantau tanda bahaya kehamilan yang sering terabaikan keluarga. “Jangan ragu berkoordinasi jika menemukan bumil dengan gejala mencurigakan. Deteksi dini adalah senjata utama mencegah komplikasi. Setiap laporan akan langsung kami tindak lanjuti dengan pemeriksaan intensif,” tegas Bidan Firza.
Selain pemantauan medis, pertemuan membahas teknis Program Makanan Bergizi (MBG) sebagai intervensi gizi spesifik memerangi stunting. Di Bintoro, MBG tidak hanya memberikan asupan nutrisi, tapi juga edukasi pola asuh dan pemanfaatan pangan lokal. Kader TPK bersama Bidan Firza bertugas memantau konsumsi makanan tambahan agar benar-benar dirasakan manfaatnya oleh sasaran guna meningkatkan berat badan balita dan kesehatan janin.
Pertemuan ini menghasilkan kesepakatan penting berupa pembaruan data keluarga berisiko stunting secara berkala dan peningkatan frekuensi kunjungan rumah (home visit). Ibu Lurah Bintoro mengapresiasi dedikasi kader serta peran aktif Bidan Firza, sembari menegaskan dukungan kelurahan dalam mobilisasi warga.
Dengan koordinasi yang solid, Puskesmas Banjarsengon optimis target zero kematian ibu-bayi serta penurunan stunting dapat tercapai sepanjang tahun 2026. Gotong royong ini menjadi bukti nyata bahwa kesehatan masyarakat adalah tanggung jawab bersama. (sgk)