logo ppid jember kim
Oleh : Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana

Pesantren Jadi Garda Depan Cegah KLB PD3I, Dinkes PPKB–UNICEF Perkuat Advokasi Imunisasi di Kencong

  • 01 April 2026
  • Dibaca 153 Kali
Bagikan Via:
pesantren-jadi-garda-depan-cegah-klb-pd3i-dinkes-ppkb-unicef-perkuat-advokasi-imunisasi-di-kencong-20260403

Pesantren Jadi Garda Depan Cegah KLB PD3I, Dinkes PPKB–UNICEF Perkuat Advokasi Imunisasi di Kencong

JEMBER, 01 APRIL 2026 – Peran pesantren sebagai garda terdepan dalam membentuk kepercayaan masyarakat kembali diperkuat dalam upaya mencegah ancaman Kejadian Luar Biasa (KLB) Penyakit yang Dapat Dicegah Dengan Imunisasi (PD3I) di Kabupaten Jember. Melalui pendekatan berbasis tokoh agama, Dinas Kesehatan PPKB Kabupaten Jember bersama UNICEF menggelar advokasi dan supervisi program imunisasi di wilayah Kencong, Rabu, 1 April 2026.

Kegiatan ini tidak hanya berfokus pada penguatan teknis layanan imunisasi, tetapi juga menempatkan pesantren sebagai mitra strategis dalam membangun kesadaran masyarakat. Pondok Pesantren Assuniyah Kencong dipilih sebagai titik advokasi karena dinilai memiliki pengaruh kuat dalam membentuk perspektif sosial dan keagamaan masyarakat sekitar.
Hadir dalam kegiatan tersebut Suradi, SKM., M.Kes., selaku Consultant National Provincial Immunization UNICEF, bersama tim Dinkes PPKB Kabupaten Jember. Turut mendampingi jajaran lintas sektor, di antaranya Camat Kencong Ronny Arvianto, Kepala Puskesmas Kencong, Kepala Puskesmas Cakru, tim promosi kesehatan, serta koordinator imunisasi.
Dalam arahannya, Suradi menegaskan bahwa ancaman KLB penyakit menular masih menjadi risiko nyata apabila cakupan imunisasi tidak tercapai secara optimal. Oleh karena itu, diperlukan langkah konkret yang dilakukan secara serentak dan berkelanjutan.
“Upaya pencegahan KLB harus diperkuat melalui pelaksanaan Outbreak Response Immunization (ORI) dan kampanye imunisasi campak. Selain itu, kolaborasi lintas sektor, termasuk dengan pesantren sebagai mitra potensial, harus terus ditingkatkan agar cakupan imunisasi bisa tinggi, merata, dan bermutu,” jelasnya.
Pendekatan kepada pesantren menjadi strategi penting, terutama dalam menjawab keraguan masyarakat yang masih dipengaruhi oleh informasi yang kurang tepat. Melalui peran tokoh agama, pesan-pesan kesehatan diharapkan lebih mudah diterima dan dipahami oleh masyarakat.
Dari pihak Dinas Kesehatan PPKB Kabupaten Jember, Syahroni Bahtiar, S.Kep., Ners., M.Kes., menegaskan bahwa keterlibatan pesantren bukan sekadar pelengkap, melainkan kunci utama dalam membangun kepercayaan publik terhadap program imunisasi.
“Kami melakukan advokasi kepada pengasuh Pondok Pesantren Assuniyah Kencong agar bersama-sama memberikan dukungan, sehingga ke depan Kabupaten Jember dapat terhindar dari kasus-kasus PD3I,” ungkapnya.
Dukungan juga disampaikan langsung oleh pengasuh Pondok Pesantren Assuniyah Kencong. Nyai Nur Aini Farida menilai kolaborasi ini sangat membantu, khususnya dalam memastikan kesehatan para santri tetap terpantau.
“Kami sangat terbantu sekali dengan adanya kolaborasi di bidang kesehatan ini, karena di sini ada beberapa anak yang masih perlu pengawasan imunisasi,” tuturnya.
Sementara itu, Camat Kencong Ronny Arvianto menegaskan bahwa keberhasilan program imunisasi sangat bergantung pada keterlibatan seluruh elemen masyarakat, termasuk tokoh agama dan lembaga pendidikan berbasis pesantren.
Melalui penguatan advokasi yang menyasar langsung pesantren, Dinkes PPKB Kabupaten Jember bersama UNICEF menunjukkan bahwa upaya pencegahan KLB PD3I tidak hanya mengandalkan layanan kesehatan, tetapi juga membangun kepercayaan publik melalui pendekatan sosial dan keagamaan. Dengan sinergi yang semakin kuat, diharapkan cakupan imunisasi terus meningkat dan masyarakat semakin terlindungi dari penyakit berbahaya. (ken)

Galeri Foto