Peserta KKN Kolaboratif Resmi Diterima di Kecamatan Rambipuji, Camat Ajak Sukseskan Program Cinta Desa
- 21 Juli 2026
- Dibaca 10 Kali
Bagikan Via:
Peserta KKN Kolaboratif Resmi Diterima di Kecamatan Rambipuji, Camat Ajak Sukseskan Program Cinta Desa
JEMBER, 21 Juli 2026 - Sebanyak 97 peserta Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kolaboratif Tematik Tahun 2026 yang terdiri atas mahasiswa dan dosen pembimbing lapangan (DPL) resmi diterima oleh Camat Rambipuji, Roni Herman Baza, di Pendopo Kantor Kecamatan Rambipuji pada hari ini Senin,20 Juli 2026 . Para mahasiswa berasal dari berbagai perguruan tinggi di Kabupaten Jember, di antaranya Universitas Jember (UNEJ), UIN Kiai Haji Achmad Siddiq Jember, Universitas dr. Soebandi Jember, Universitas Islam Jember (UIJ), serta beberapa perguruan tinggi lainnya, termasuk mahasiswa yang berasal dari luar Kabupaten Jember. Selama kurang lebih empat puluh hari ke depan, para mahasiswa akan melaksanakan pengabdian di delapan desa yang berada di wilayah Kecamatan Rambipuji hingga 29 Agustus 2026. Penerimaan mahasiswa KKN tersebut menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi antara pemerintah daerah dengan perguruan tinggi dalam mendukung pembangunan desa yang berkelanjutan. Sejalan dengan berbagai agenda pembangunan Pemerintah Kabupaten Jember yang mengemuka pada 18 hingga 20 Juli 2026, pelaksanaan KKN Kolaboratif tahun ini diarahkan untuk mendukung berbagai program strategis daerah, khususnya yang berkaitan dengan penguatan Program Cinta Desa, peningkatan kualitas data kemiskinan, serta pengelolaan sampah berbasis masyarakat. Kehadiran mahasiswa dari berbagai disiplin ilmu diharapkan mampu menghadirkan ide-ide inovatif sekaligus menjadi mitra pemerintah dalam memberikan solusi terhadap berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat desa.
Mengawali sambutannya, Camat Rambipuji Roni Herman Baza menyampaikan apresiasi kepada seluruh perguruan tinggi yang telah mempercayakan Kecamatan Rambipuji sebagai lokasi pelaksanaan KKN Kolaboratif Tematik Tahun 2026. Menurutnya, KKN merupakan bentuk nyata implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi melalui pengabdian kepada masyarakat sehingga keberadaan mahasiswa harus mampu memberikan manfaat yang dapat dirasakan secara langsung oleh masyarakat. Ia menekankan bahwa mahasiswa bukan sekadar datang menjalankan program akademik, tetapi juga menjadi mitra strategis pemerintah dalam membantu percepatan pembangunan desa. Oleh karena itu, seluruh peserta diminta membangun komunikasi yang baik dengan pemerintah desa, tokoh masyarakat, tokoh agama, kader pemberdayaan masyarakat, serta seluruh lapisan masyarakat agar setiap program kerja yang disusun benar-benar sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Camat juga berharap mahasiswa mampu menjadi agen perubahan yang membawa semangat inovasi, kreativitas, dan kolaborasi dalam mendukung pembangunan di wilayah Kecamatan Rambipuji.
Dalam arahannya, Roni Herman Baza secara khusus mengajak seluruh mahasiswa untuk ikut menyukseskan program prioritas Pemerintah Kabupaten Jember yang digagas oleh Gus Bupati melalui Program Cinta Desa. Salah satu fokus utama program tersebut adalah melakukan pemutakhiran dan validasi data kemiskinan agar seluruh bantuan pemerintah dapat disalurkan secara tepat sasaran. Camat menjelaskan bahwa beberapa bulan yang lalu seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Jember telah diterjunkan untuk melakukan pendataan keluarga miskin yang termasuk dalam kategori Desil 1. Kini, pemerintah tengah melanjutkan proses pemutakhiran data terhadap masyarakat yang masuk kategori Desil 2 sehingga diperlukan dukungan berbagai pihak, termasuk mahasiswa KKN yang akan tinggal bersama masyarakat selama masa pengabdian. "Mahasiswa akan hidup berdampingan dengan masyarakat selama kurang lebih empat puluh hari. Kesempatan tersebut sangat baik untuk membantu pemerintah memperoleh data yang lebih akurat. Apabila masih ditemukan keluarga yang secara kondisi ekonomi layak masuk Desil 1 tetapi belum tercatat, kami berharap dapat segera dilaporkan kepada pemerintah desa, pemerintah kecamatan maupun melalui kanal pengaduan Wadul Gus'e agar dapat diverifikasi dan ditindaklanjuti," ujar Roni Herman Baza. Menurutnya, data yang valid menjadi fondasi utama keberhasilan seluruh program pembangunan dan penanggulangan kemiskinan di Kabupaten Jember.
Selain mendukung validasi data kemiskinan, Camat Rambipuji juga memberikan perhatian besar terhadap persoalan pengelolaan sampah yang hingga saat ini masih menjadi tantangan di berbagai daerah. Ia berharap kehadiran mahasiswa KKN mampu melahirkan berbagai inovasi yang dapat diterapkan secara langsung oleh masyarakat. Menurutnya, setiap kelompok mahasiswa diharapkan mampu menciptakan pilot project pengelolaan sampah mandiri sesuai dengan potensi desa masing-masing, baik melalui pembentukan bank sampah, pengolahan sampah organik menjadi pupuk kompos, pemanfaatan sampah anorganik menjadi produk bernilai ekonomis, maupun berbagai inovasi lain yang dapat meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kebersihan lingkungan. Roni menegaskan bahwa persoalan sampah tidak dapat diselesaikan hanya melalui kegiatan kerja bakti sesaat, tetapi harus dibangun menjadi gerakan bersama yang melibatkan pemerintah desa, PKK, Karang Taruna, lembaga pendidikan, serta seluruh elemen masyarakat. Ia optimistis, apabila mahasiswa mampu terjun langsung dan mendampingi masyarakat, maka akan lahir contoh pengelolaan sampah yang dapat terus dilanjutkan meskipun masa KKN telah berakhir.
Pada kesempatan tersebut, Roni Herman Baza juga berpesan agar seluruh mahasiswa senantiasa menjaga nama baik almamater selama menjalankan pengabdian di Kecamatan Rambipuji. Menurutnya, sikap santun, disiplin, bertanggung jawab, serta mampu menghormati adat istiadat dan budaya masyarakat merupakan modal utama dalam membangun kepercayaan masyarakat. Ia mengingatkan bahwa keberhasilan KKN tidak hanya diukur dari banyaknya kegiatan yang dilaksanakan, tetapi juga dari dampak positif yang mampu ditinggalkan kepada masyarakat. Camat berharap seluruh mahasiswa dapat menjadi teladan dalam kehidupan bermasyarakat, membangun komunikasi yang harmonis dengan pemerintah desa maupun warga, serta mengoptimalkan waktu pengabdian hingga 29 Agustus 2026 untuk menghasilkan karya nyata yang bermanfaat. "Jadilah mahasiswa yang mampu memberikan manfaat di mana pun berada. Jaga nama baik almamater, hormati masyarakat, dan tinggalkan program yang benar-benar dapat dirasakan manfaatnya oleh warga," pesannya di hadapan seluruh peserta KKN.
Sementara itu, Koordinator KKN Kolaboratif Kecamatan Rambipuji, Eka Putri Febrianti dari Program Studi Keperawatan Universitas dr. Soebandi Jember, menyampaikan apresiasi atas sambutan hangat yang diberikan Pemerintah Kecamatan Rambipuji kepada seluruh mahasiswa dan dosen pembimbing lapangan. Menurutnya, arahan yang disampaikan Camat Rambipuji menjadi pedoman penting dalam menyusun program kerja yang selaras dengan kebutuhan masyarakat dan arah kebijakan Pemerintah Kabupaten Jember. Eka Putri Febrianti menegaskan bahwa seluruh mahasiswa siap mendukung serta mengawal program-program strategis pemerintah daerah, khususnya terkait pemutakhiran data kemiskinan, pemberdayaan masyarakat, peningkatan kesehatan, dan pengelolaan sampah mandiri yang dapat diintegrasikan dengan program kerja KKN di masing-masing desa. Ia optimistis kolaborasi mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi dengan latar belakang keilmuan yang berbeda akan melahirkan inovasi yang mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. "Kami siap mendukung program-program strategis Pemerintah Kabupaten Jember. Besar harapan kami, keberadaan mahasiswa KKN di Kecamatan Rambipuji dapat memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat sekaligus menjadi pengalaman berharga dalam mengimplementasikan ilmu pengetahuan yang telah kami peroleh selama perkuliahan," ungkapnya.
Melalui penerimaan 97 peserta KKN Kolaboratif Tematik Tahun 2026 ini, Pemerintah Kecamatan Rambipuji kembali menegaskan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, pemerintah desa, dan masyarakat dalam mempercepat pembangunan daerah. Kehadiran 93 mahasiswa yang didampingi empat dosen pembimbing lapangan di delapan desa diharapkan tidak hanya menghasilkan laporan akademik sebagai syarat penyelesaian studi, tetapi juga mampu memberikan solusi nyata terhadap berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat. Fokus pada Program Cinta Desa, pemutakhiran data kemiskinan, pemanfaatan kanal Wadul Gus'e sebagai media pelaporan masyarakat, serta pengembangan pilot project pengelolaan sampah mandiri menjadi wujud nyata sinergi antara dunia pendidikan dan pemerintah daerah. Dengan semangat gotong royong, inovasi, dan pengabdian, pelaksanaan KKN hingga 29 Agustus 2026 diharapkan mampu memberikan dampak positif bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat, memperkuat kualitas data sosial, meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan, sekaligus mencetak generasi muda yang memiliki kepedulian sosial, jiwa kepemimpinan, dan komitmen kuat untuk membangun Indonesia dari desa.