Petani dan Petugas Lapangan Bersinergi Kendalikan Serangan Jamur pada Tanaman Cabai di Silo
- 21 Mei 2026
- Dibaca 71 Kali
Bagikan Via:
Petani dan Petugas Lapangan Bersinergi Kendalikan Serangan Jamur pada Tanaman Cabai di Silo
JEMBER, 21 MEI 2026 - Petani cabai di Desa Sidomulyo terus berupaya menjaga produktivitas lahannya di tengah ancaman serangan Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT). Salah satu langkah nyata dilakukan melalui kegiatan Gerakan Pengendalian OPT yang dilaksanakan oleh Poktan Curah Manis pada Selasa, 19 Mei 2026. Kegiatan tersebut menjadi bentuk kolaborasi antara petani, petugas lapangan, dan pemerintah dalam menjaga keberlanjutan produksi hortikultura, khususnya tanaman cabai di wilayah Kabupaten Jember.
Tanaman cabai masih menjadi salah satu komoditas hortikultura penting bagi petani di Kecamatan Silo. Namun, tingginya curah hujan dan kondisi kelembapan lahan belakangan ini memicu munculnya berbagai penyakit tanaman akibat jamur. Di lahan milik petani yang tergabung dalam Poktan Curah Manis, serangan Antraknosa atau yang dikenal petani sebagai cacar cabai, serta Layu Fusarium mulai ditemukan pada sejumlah tanaman.
Serangan tersebut tidak hanya mengurangi kualitas buah cabai, tetapi juga berpotensi menurunkan hasil panen apabila tidak segera ditangani. Karena itu, gerakan pengendalian dilakukan sebagai upaya pencegahan agar serangan penyakit tidak semakin meluas. Kegiatan ini turut dihadiri oleh petugas POPT, Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL), serta para petani setempat yang secara langsung melakukan pengamatan kondisi tanaman di lapangan.
Ketua Poktan Curah Manis, Bahri, mengatakan bahwa pendampingan dari petugas sangat membantu petani dalam mengenali gejala penyakit sejak dini. Menurutnya, petani kini mulai memahami pentingnya pengendalian yang dilakukan secara bersama-sama dan berkelanjutan.
“Serangan cacar dan layu fusarium ini harus cepat ditangani supaya tanaman cabai tidak semakin rusak dan petani tidak mengalami kerugian lebih besar,” ujarnya.
Petugas POPT, Asfia, bersama tim lapangan juga memberikan arahan kepada petani terkait langkah pengendalian yang tepat terhadap serangan penyakit akibat jamur tersebut. Selain melakukan pengamatan, petani juga diajak meningkatkan sanitasi lahan dan menjaga kondisi pertanaman agar tidak menjadi sumber penyebaran penyakit.
Kegiatan ini sekaligus menunjukkan pentingnya peran Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Jember khususnya Bidang Hortikultura dalam mendampingi petani di lapangan. Melalui sinergi antara petani, POPT, dan PPL, pengendalian OPT tidak hanya menjadi kegiatan rutin, tetapi juga bagian dari upaya menjaga ketahanan produksi hortikultura di Kabupaten Jember.
Dengan adanya gerakan pengendalian ini, petani berharap kondisi tanaman cabai dapat kembali sehat dan produktivitas panen tetap terjaga. Selain melindungi hasil usaha tani, langkah tersebut juga menjadi bentuk kesiapan petani menghadapi tantangan budidaya hortikultura yang semakin dinamis. (fan)