logo ppid jember kim
Oleh : Badan Penanggulangan Bencana Daerah

Pipanisasi Berbayar Tak Terjangkau Semua Warga, 60 KK di Patrang Jember Kesulitan Air Bersih

  • 07 September 2026
  • Dibaca 60 Kali
Bagikan Via:
pipanisasi-berbayar-tak-terjangkau-semua-warga-60-kk-di-patrang-jember-kesulitan-air-bersih-20260908

Pipanisasi Berbayar Tak Terjangkau Semua Warga, 60 KK di Patrang Jember Kesulitan Air Bersih

JEMBER, 07 SEPTEMBER 2026 – Musim kemarau mulai memperlebar kesenjangan akses air bersih bagi warga Lingkungan Patrang Tengah, Kelurahan Patrang, Kecamatan Patrang, Kabupaten Jember. Sebanyak 60 kepala keluarga (KK) di wilayah tersebut mengalami kesulitan mendapatkan air bersih karena sumur warga mulai mengering, sementara jaringan pipanisasi yang tersedia dikelola secara berbayar.

Kondisi tersebut terjadi di RT 01, RT 02, RT 03 dan RT 04 RW 08. Di tiga wilayah, yakni RT 01 hingga RT 03, sebenarnya telah tersedia jaringan pipanisasi yang dikelola pihak swasta. Namun, layanan tersebut belum dapat diakses seluruh warga karena adanya keterbatasan biaya.

Situasi semakin sulit ketika sumur-sumur warga mulai mengalami penurunan ketersediaan air akibat musim kemarau. Warga yang tidak memiliki akses ke jaringan pipanisasi akhirnya harus mencari alternatif untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Sebagian warga sementara mengandalkan bantuan dari tetangga yang memiliki akses pipanisasi. Mereka menumpang atau mengambil air dari warga lain agar kebutuhan air rumah tangga tetap terpenuhi.

Berdasarkan pendataan di lapangan, terdapat 15 KK terdampak di RT 01/RW 08, 12 KK di RT 02/RW 08, 20 KK di RT 03/RW 08, serta 13 KK di RT 04/RW 08. Total terdapat 60 KK yang mengalami keterbatasan air bersih.

Merespons kondisi tersebut, Tim Reaksi Cepat Penanggulangan Bencana (TRC-PB) BPBD Kabupaten Jember melakukan pendampingan distribusi air bersih bersama Palang Merah Indonesia (PMI), Senin 07 September 2026.

Tim BPBD berangkat menuju lokasi sekitar pukul 08.00 WIB dan tiba sekitar pukul 08.10 WIB. Setelah melakukan koordinasi dengan perangkat Kelurahan Patrang, proses pendistribusian air bersih langsung dilakukan.

Sebanyak 5.000 liter air bersih disalurkan ke tandon yang tersedia di lokasi. Bantuan tersebut diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan warga yang belum memiliki akses air bersih secara memadai.

Yudha Aditya Dwi Cahya, TRC BPBD Jember, mengatakan kondisi kekeringan membuat sebagian warga mengalami kesulitan mendapatkan air, terutama mereka yang tidak memiliki akses terhadap jaringan pipanisasi.

“Ketika sumur mulai mengering, warga yang belum memiliki akses pipanisasi harus mencari sumber air lain. Karena itu, distribusi air bersih dilakukan untuk membantu memenuhi kebutuhan masyarakat selama kondisi kekeringan,” ujarnya.

Di lokasi tersebut tersedia tiga unit tandon berkapasitas masing-masing 1.200 liter milik BPBD serta satu tandon berkapasitas 1.100 liter milik warga. Keberadaan tandon menjadi bagian penting dalam mendukung penampungan dan pemanfaatan bantuan air secara bersama-sama.

Selain pendistribusian air, petugas juga memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai kondisi kekeringan dan pentingnya menghemat penggunaan air selama musim kemarau.

Kegiatan yang melibatkan BPBD Jember, PMI, Lurah Patrang, Ketua RW dan masyarakat tersebut berlangsung aman dan terkendali tanpa kendala.

BPBD Jember merekomendasikan agar distribusi air bersih kembali dilakukan sebanyak 5.000 liter setiap dua hari sekali guna membantu memenuhi kebutuhan warga terdampak. Penanganan lebih lanjut juga akan diteruskan kepada dinas terkait untuk mencari solusi terhadap persoalan ketersediaan air bersih di wilayah tersebut.

Kondisi ini menunjukkan bahwa persoalan kekeringan tidak hanya berkaitan dengan berkurangnya sumber air, tetapi juga menyangkut kemampuan masyarakat dalam mengakses sarana penyediaan air. Ketika sumur mulai mengering dan jaringan air berbayar belum dapat dijangkau semua warga, bantuan distribusi air menjadi salah satu upaya untuk menjaga kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi. (bob)

Galeri Foto