logo ppid jember kim
Oleh : Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah, dan Perdagangan

PKL Raup Berkah di Balik Tradisi Arak-Arakan Pegon Watu Ulo

  • 28 Maret 2026
  • Dibaca 185 Kali
Bagikan Via:
pkl-raup-berkah-di-balik-tradisi-arak-arakan-pegon-watu-ulo-20260329

PKL Raup Berkah di Balik Tradisi Arak-Arakan Pegon Watu Ulo

JEMBER, 28 MARET 2026 – Tradisi Arak-Arakan Pegon yang digelar di kawasan Pantai Watu Ulo, Sabtu 28 Maret 2026, tidak hanya menjadi ajang pelestarian budaya, tetapi juga membawa berkah ekonomi bagi pedagang kaki lima (PKL) di sekitarnya.

Sejak pagi hari, ribuan masyarakat memadati jalur dari Balai Desa Sumberejo menuju Pantai Watu Ulo untuk menyaksikan arak-arakan pegon, yakni transportasi tradisional berupa gerobak yang ditarik sapi. Tradisi ini merupakan bagian dari perayaan Lebaran Ketupat yang telah berlangsung turun-temurun di wilayah pesisir selatan Jember.

Di tengah antusiasme pengunjung, deretan PKL tampak memanfaatkan momentum tersebut untuk berjualan. Berbagai produk ditawarkan, mulai dari makanan, minuman, hingga mainan anak. Keramaian pengunjung secara langsung meningkatkan perputaran ekonomi di sektor informal.

Sumanto, salah satu pedagang minuman, mengaku pendapatannya meningkat dibandingkan hari biasa. “Alhamdulillah, banyak yang beli. Dari pagi sudah banyak orang,” ujarnya.

Hal serupa juga dirasakan pedagang lainnya yang mengaku omzetnya naik hingga dua kali lipat. Momentum libur Lebaran yang bertepatan dengan kegiatan budaya menjadi peluang emas bagi pelaku usaha kecil untuk meraih keuntungan lebih.

Selain memberikan dampak ekonomi, keberadaan PKL juga menambah semarak suasana acara. Pengunjung tidak hanya menikmati arak-arakan budaya, tetapi juga dapat bersantai sambil menikmati kuliner khas yang dijajakan di sekitar lokasi.

Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah, dan Perdagangan Kabupaten Jember, Dra. Sartini, menyampaikan bahwa kegiatan budaya seperti ini memiliki dampak positif bagi perekonomian masyarakat kecil.

“Event seperti ini sangat membantu pelaku usaha kecil, khususnya PKL, karena mampu meningkatkan penjualan mereka secara signifikan. Ini menjadi bukti bahwa sektor budaya dan pariwisata bisa berjalan beriringan dengan penguatan ekonomi masyarakat,” ujarnya

Tradisi arak-arakan pegon sendiri memiliki nilai historis yang kuat. Pegon dulunya merupakan alat transportasi utama masyarakat untuk mengangkut hasil bumi. Seiring waktu, tradisi ini berkembang menjadi kegiatan budaya yang sarat makna kebersamaan sekaligus hiburan rakyat.

Kegiatan ini menunjukkan bahwa pelestarian budaya dapat berjalan seiring dengan penguatan ekonomi masyarakat. Dengan pengelolaan yang baik, kegiatan serupa diharapkan mampu terus memberikan manfaat, tidak hanya bagi sektor pariwisata, tetapi juga bagi pelaku usaha kecil di Kabupaten Jember. (za)

Galeri Foto