logo ppid jember kim
Oleh : Kecamatan Mumbulsari

Puskesmas Mumbulsari Monitoring Posyandu dalam Kegiatan Imunisasi Kejar Campak

  • 25 Maret 2026
  • Dibaca 233 Kali
Bagikan Via:
puskesmas-mumbulsari-monitoring-posyandu-dalam-kegiatan-imunisasi-kejar-campak-20260325

Puskesmas Mumbulsari Monitoring Posyandu dalam Kegiatan Imunisasi Kejar Campak

JEMBER, 25 MARET 2026 – Puskesmas Mumbulsari, Kabupaten Jember, melakukan monitoring posyandu dalam kegiatan imunisasi kejar campak pada Rabu pagi, 25 Maret 2026. Program yang dijalankan secara masif di wilayah Kecamatan Mumbulsari ini digelar mulai 25 Maret hingga 1 April 2026. Fokus utamanya menyasar kelompok anak usia 9 hingga 59 bulan yang status imunisasi campaknya belum lengkap.

Kepala Puskesmas Mumbulsari, dr. Wike Wahyu Wijayanti, menjelaskan bahwa kampanye imunisasi kejar campak ini merupakan langkah krusial untuk menutup celah kekebalan di tengah masyarakat. Menurutnya, cakupan imunisasi yang tidak merata menjadi pintu masuk bagi virus.

“Kami tidak ingin lengah. Imunisasi kejar ini adalah strategi untuk memastikan tidak ada anak yang tertinggal. Campak dan Rubella adalah penyakit yang sangat menular dan komplikasinya bisa fatal bagi balita,” ujar dr. Wike dalam acara tersebut.

Ia menekankan bahwa virus penyebab Campak dan Rubella tidak hanya menyerang sistem pernapasan, tetapi juga berisiko menimbulkan komplikasi serius seperti pneumonia hingga radang otak.

“Gerakan ini adalah bentuk pertahanan kolektif. Ketika cakupan imunisasi tinggi, kita menciptakan perisai bagi mereka yang belum bisa divaksin karena kondisi medis tertentu,” ucapnya.

Puskesmas Mumbulsari telah memetakan titik-titik layanan agar mudah diakses oleh warga. Selain di gedung utama Puskesmas, layanan juga dibuka di seluruh Pustu dan Posyandu di wilayah desa. Langkah ini diambil untuk memastikan cakupan imunisasi merata hingga ke desa-desa terjauh.

Hari pertama pelaksanaan, terlihat masyarakat masih cukup sedikit karena masih bertepatan liburan Hari Raya Idulfitri, namun para petugas medis dan kader tampak sigap melayani warga yang datang dengan membawa buku KIA dan berkas administrasi yang diperlukan.

Wike menambahkan, pasca-pekan imunisasi ini, pihaknya akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap data anak yang belum terimunisasi.

“Target kami adalah cakupan yang maksimal agar tidak ada lagi risiko transmisi lokal. Kami berharap partisipasi masyarakat terus terjaga hingga 1 April mendatang,” pungkasnya. (nov)

Galeri Foto