logo ppid jember kim
Oleh : Kecamatan Tanggul

Reaktivasi Bandara Notohadinegoro, Gus Fawait: Kunci Buka Isolasi dan Dongkrak Investasi Jember

  • 11 April 2026
  • Dibaca 443 Kali
Bagikan Via:
reaktivasi-bandara-notohadinegoro-gus-fawait-kunci-buka-isolasi-dan-dongkrak-investasi-jember-20260411

Reaktivasi Bandara Notohadinegoro, Gus Fawait: Kunci Buka Isolasi dan Dongkrak Investasi Jember

JEMBER, 11 APRIL 2026 - Reaktivasi Bandara Notohadinegoro kembali menjadi sorotan publik. Bandara kebanggaan warga Jember itu kini mulai diaktifkan secara bertahap di era kepemimpinan Bupati Muhammad Fawait, dengan menghadirkan kembali layanan penerbangan komersial.

Langkah ini tidak hanya dipandang sebagai kebangkitan sektor transportasi udara, tetapi juga menjadi sinyal positif bagi pertumbuhan ekonomi daerah. Pemerintah daerah memulai tahap awal dengan mengoperasikan kembali rute Jember-Jakarta sebanyak dua kali dalam sepekan.

Rute tersebut dinilai strategis mengingat Jakarta merupakan pusat pemerintahan dan aktivitas bisnis nasional. Kehadiran konektivitas langsung ini diyakini akan memangkas waktu tempuh masyarakat sekaligus meningkatkan mobilitas barang dan jasa.

Bupati yang akrab disapa Gus Fawait itu menyebut, selama ini warga Jember harus menempuh perjalanan darat berjam-jam menuju Surabaya atau Banyuwangi untuk mengakses penerbangan. Dengan beroperasinya kembali bandara, kondisi tersebut diharapkan tidak lagi terjadi.

Pernyataan itu disampaikan Gus Fawait dalam forum “Gus Menjawab” yang disiarkan langsung melalui kanal YouTube Wadul Guse, Jumat 10 April 2026 malam. Dalam forum tersebut, ia didampingi sejumlah akademisi dan pemangku kepentingan, di antaranya Irfan Kharisma Putra, Iffan Gallant El Muhammady, serta Agus Trihartono. Hadir pula jurnalis Oryza Ardyansyah Wirawan dan sejumlah kepala organisasi perangkat daerah (OPD).

Dalam pemaparannya, Gus Fawait menegaskan bahwa reaktivasi bandara menjadi langkah penting untuk membuka peluang investasi. Ia menilai, dalam periode 2023 hingga 2024, Jember mengalami stagnasi investasi akibat keterbatasan akses transportasi.

Menurutnya, ketiadaan pelabuhan, tidak dilintasi jalan tol, serta berhentinya operasional bandara membuat Jember seolah terisolasi. Kondisi tersebut menjadi kendala utama bagi investor yang ingin masuk ke daerah.

“Kalau investor dari Jakarta ke Jember harus menempuh perjalanan berjam-jam, tentu ini menjadi hambatan. Karena itu, kami melakukan berbagai upaya, termasuk lobi politik ke pemerintah pusat,” ujar Gus Fawait.

Pemkab Jember berharap, dengan beroperasinya kembali Bandara Notohadinegoro, konektivitas daerah semakin terbuka dan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi secara berkelanjutan. (psn)

Galeri Foto