Respons Cepat Aduan "Wadul Guse", Tim URC Bina Marga Jember Tambal Lubang di Ruas Jalan Sumberpinang-Sumberjeruk
- 20 Maret 2026
- Dibaca 215 Kali
Bagikan Via:
Respons Cepat Aduan "Wadul Guse", Tim URC Bina Marga Jember Tambal Lubang di Ruas Jalan Sumberpinang-Sumberjeruk
JEMBER, 20 MARET 2026 – Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Bina Marga dan Sumber Daya Air Kabupaten Jember membuktikan efektivitas kanal pengaduan masyarakat dalam percepatan perbaikan infrastruktur. Merespons laporan warga yang masuk melalui layanan "Wadul Guse", Tim Unit Reaksi Cepat (URC) langsung diterjunkan untuk melakukan kegiatan Tutup Jalan Lubang (TJL) di ruas jalan Sumberpinang-Sumberjeruk, Kecamatan Pakusari.
Langkah ini diambil sebagai jawaban instan atas keluhan warga yang merasa terancam keselamatannya akibat munculnya titik-titik lubang di jalur tersebut.
Kehadiran Tim URC di lapangan menjadi bukti bahwa sistem pengaduan "Wadul Guse" bukan sekadar formalitas, melainkan instrumen vital yang berfungsi secara real-time. Tanpa menunggu prosedur birokrasi yang panjang, tim teknis segera melakukan pemetaan dan eksekusi perbaikan di titik-titik krusial yang dianggap membahayakan pengguna jalan. Ruas Sumberpinang-Sumberjeruk sendiri merupakan jalur penyangga ekonomi warga Pakusari yang tingkat mobilitasnya cukup tinggi setiap harinya.
Dalam aksi cepat ini, DPU Bina Marga Jember mengandalkan material aspal coldmix. Penggunaan aspal dingin ini menjadi kunci utama mengapa laporan warga melalui "Wadul Guse" bisa ditangani dalam waktu singkat. Berbeda dengan metode perbaikan permanen yang membutuhkan alat berat dan persiapan material panas (hotmix) yang memakan waktu lama, aspal coldmix dapat langsung diaplikasikan dan dipadatkan secara praktis di lokasi.
Aksi tanggap darurat ini mendapat apresiasi langsung dari warga sekitar yang setiap hari melintasi jalur tersebut. Mereka mengaku merasa lebih tenang karena "jebakan" di tengah jalan kini sudah tertutup rapat.
"Alhamdulillah, laporan saya di Wadul Guse ternyata langsung direspons. Kemarin-kemarin kalau lewat sini harus zig-zag, apalagi kalau malam atau hujan, lubangnya nggak kelihatan dan sangat bahaya buat motor. Terima kasih tim URC sudah gerak cepat sebelum ada korban," ujar Ahmad, salah seorang warga Sumberjeruk yang kerap melintas di jalur tersebut.
Gerak cepat di Kecamatan Pakusari ini diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan masyarakat untuk terus berperan aktif dalam mengawasi infrastruktur di lingkungan mereka. DPU Bina Marga menegaskan bahwa partisipasi publik melalui kanal digital adalah "mata dan telinga" bagi pemerintah dalam menjangkau kerusakan jalan yang tersebar di pelosok kabupaten.
Kerusakan jalan, sekecil apa pun, jika dibiarkan akan berdampak pada keselamatan pengendara dan menghambat distribusi logistik desa. Oleh karena itu, pemeliharaan rutin melalui skema TJL ini akan terus dilakukan secara merata di berbagai wilayah Jember berdasarkan skala prioritas dan validasi aduan yang masuk.
Hingga berita ini diturunkan, beberapa titik lubang di ruas Sumberpinang-Sumberjeruk telah tertutup rapi, dan arus lalu lintas kembali normal serta lebih aman bagi pengendara. Pemerintah Kabupaten Jember mengimbau warga untuk tetap berhati-hati dan tidak ragu memanfaatkan layanan "Wadul Guse" agar setiap kendala infrastruktur dapat segera mendapatkan penanganan yang tepat. (zal)