Ribuan Warga Panti Jember Gelar Pawai Obor, Babinsa Pastikan Kekhidmatan Takbir
- 20 Maret 2026
- Dibaca 171 Kali
Bagikan Via:
Ribuan Warga Panti Jember Gelar Pawai Obor, Babinsa Pastikan Kekhidmatan Takbir
JEMBER, 20 MARET 2026 - Ribuan warga Desa Kemiri, Kecamatan Panti, Jember, tumpah ruah ke jalanan desa untuk merayakan malam kemenangan Idulfitri melalui tradisi pawai obor dan takbir keliling, Jumat malam, 20 Maret 2026.
Meski dipadati massa, perayaan tahun ini diklaim lebih tertib berkat manajemen pergerakan massa yang dikawal ketat oleh aparat setempat. Babinsa Desa Kemiri bersama perangkat desa dan Linmas bersiaga memastikan keriuhan pawai tidak mengganggu kesakralan lantunan takbir dari masjid-masjid.
"Tugas kami adalah memastikan kegembiraan warga tidak mencederai esensi dari malam takbir itu sendiri. Kita ingin meriah, tetapi tetap khidmat," ujar Babinsa Desa Kemiri, Nur, di sela pengawalan arus massa.
Pantauan di lokasi menunjukkan peserta mulai memadati lapangan desa sejak pukul 18.30 WIB. Peserta yang terdiri dari anak-anak hingga lansia membawa obor bambu tradisional. Guna menjaga harmoni suara, petugas meminta peserta mengecilkan volume pengeras suara portabel dan tabuhan bedug saat melintasi area rumah ibadah.
"Masjid adalah pusat spiritual, jadi saat melewati area masjid, peserta diminta mengecilkan suara bedug agar suara takbir dari dalam tetap terdengar dominan," tambah Nur.
Salah satu warga, Syamsul Arifin, menyebut tradisi ini merupakan upaya warga menjaga warisan turun-temurun sekaligus syiar Islam. Menurutnya, pawai obor menjadi sarana edukasi bagi generasi muda untuk merayakan hari raya dengan kebersamaan fisik, bukan sekadar bermain gawai.
"Kami ingin anak-anak merasakan kegembiraan Idulfitri melalui kebersamaan," kata Syamsul.
Mengingat kontur wilayah Panti yang menanjak dan berliku, kehadiran aparat keamanan memberikan rasa tenang bagi warga. Selain mengatur lalu lintas, personel TNI tersebut juga memastikan penggunaan api pada obor tidak membahayakan peserta maupun bangunan di sepanjang rute.
Kegiatan berakhir menjelang tengah malam di titik akhir yang telah ditentukan. Peserta membubarkan diri dengan tertib setelah memadamkan obor masing-masing tanpa adanya insiden atau keributan.
Melalui koordinasi antara tokoh agama, masyarakat, dan pengawalan Babinsa, Desa Kemiri menunjukkan bahwa kemeriahan tradisi lokal dapat berjalan beriringan dengan kedisiplinan dan kesakralan ibadah.