Satu Bulan Mengabdi, Mahasiswa KKN Kolaboratif Resmi Ditarik dari Sembilan Desa di Silo
- 22 Agustus 2026
- Dibaca 19 Kali
Bagikan Via:
Satu Bulan Mengabdi, Mahasiswa KKN Kolaboratif Resmi Ditarik dari Sembilan Desa di Silo
JEMBER, 22 AGUSTUS 2026 - Mahasiswa peserta Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kolaboratif resmi ditarik dari sembilan desa di wilayah Kecamatan Silo, Kabupaten Jember. Acara pelepasan dan penarikan tersebut dilaksanakan di Kantor Kecamatan Silo pada Jumat, 21 Agustus 2026.
Camat Silo, Bagas Wahyudi Witjaksono, S.E., hadir langsung memimpin acara tersebut. Dalam sambutannya, ia menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh mahasiswa atas dedikasi dan pengabdian yang telah diberikan selama satu bulan penuh di tengah masyarakat.
Program KKN Kolaboratif ini melibatkan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi yang bersinergi dengan Pemerintah Kabupaten Jember dan Pemerintah Kecamatan Silo. Selama sebulan, para mahasiswa diterjunkan di sembilan desa, yaitu Desa Sempolan, Pace, Mulyorejo, Harjomulyo, Sidomulyo, Sumberjati, Garahan, Karangharjo, dan Silo.
Berbagai program kerja strategis telah direalisasikan oleh para mahasiswa. Program tersebut mencakup bidang pendidikan, kesehatan, pemberdayaan UMKM, digitalisasi desa, pertanian, hingga kegiatan sosial kemasyarakatan.
Beberapa kegiatan unggulan yang memberikan dampak langsung kepada warga di antaranya adalah pelatihan pembuatan produk olahan hasil pertanian, kelas mengajar di TPQ dan PAUD, serta pendampingan penyusunan administrasi desa.
Dalam sambutannya, Camat Silo menyampaikan rasa terima kasih dan kebanggaannya atas kontribusi nyata yang dihadirkan para mahasiswa.
"Atas nama Pemerintah Kecamatan Silo dan seluruh masyarakat dari sembilan desa, kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada adik-adik mahasiswa KKN Kolaboratif. Selama satu bulan, kalian telah menjadi bagian dari keluarga besar Kecamatan Silo. Dedikasi, tenaga, dan ilmu yang kalian bagikan sangat berarti bagi kemajuan desa kami," ujar Bagas.
Ia menambahkan bahwa kehadiran mahasiswa tidak hanya membawa program kerja, tetapi juga menyuntikkan semangat baru, ide-ide kreatif, serta energi positif bagi warga setempat. Pemerintah kecamatan berharap inovasi yang telah dirintis dapat dilanjutkan oleh pemerintah desa dan para kader agar manfaatnya dirasakan secara berkelanjutan.
"Kami berharap apa yang sudah dimulai oleh adik-adik mahasiswa dapat terus dirawat bersama. Silaturahmi ini jangan sampai terputus. Kecamatan Silo selalu terbuka jika adik-adik ingin kembali. Sukses selalu untuk studi dan pengabdian kalian ke depan," tambahnya.
Sementara itu, perwakilan mahasiswa KKN Kolaboratif turut menyampaikan kesan dan pesan selama menjalankan masa pengabdian. Mereka mengaku mendapatkan banyak pelajaran berharga dari interaksi langsung dengan warga, mulai dari kearifan lokal, tradisi gotong royong, hingga semangat kemandirian masyarakat dalam membangun desa.
Rangkaian acara penarikan diakhiri dengan penyerahan cenderamata dari perwakilan mahasiswa kepada Camat Silo, dilanjutkan dengan sesi foto bersama seluruh peserta, perangkat desa, dan staf kecamatan.
Dengan berakhirnya masa KKN Kolaboratif ini, Pemerintah Kecamatan Silo berharap sinergi antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah dapat terus terjalin erat. Kolaborasi semacam ini diharapkan mampu memacu pembangunan di tingkat desa agar berjalan lebih cepat, tepat sasaran, serta sejalan dengan visi "Jember Baru Jember Maju". (nov)