logo ppid jember kim
Oleh : Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana

Advokasi Imunisasi Berbasis Pesantren di Silo 2 Perkuat Perlindungan Anak dari Penyakit Menular

  • 09 April 2026
  • Dibaca 219 Kali
Bagikan Via:
advokasi-imunisasi-berbasis-pesantren-di-silo-2-perkuat-perlindungan-anak-dari-penyakit-menular-20260409

Advokasi Imunisasi Berbasis Pesantren di Silo 2 Perkuat Perlindungan Anak dari Penyakit Menular

JEMBER, 9 April 2026 – Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (PPKB) Kabupaten Jember terus menggencarkan upaya peningkatan cakupan imunisasi melalui pendekatan berbasis komunitas keagamaan, salah satunya melalui kegiatan advokasi dan supervisi program imunisasi yang dilaksanakan pada Kamis, 2 April 2026 di wilayah kerja Puskesmas Silo 2.

Kegiatan ini melibatkan Dinas Kesehatan PPKB Kabupaten Jember bersama UNICEF, Kepala Puskesmas Silo 2 beserta jajaran, dalam rangka silaturahmi sekaligus advokasi kepada pengasuh Pondok Pesantren Al Falah Silo 2. Pendekatan ini menitikberatkan pada penguatan peran pesantren sebagai pusat edukasi kesehatan masyarakat berbasis nilai-nilai keagamaan.
Dalam kegiatan tersebut, advokasi berbasis pondok pesantren difokuskan pada peran kiai atau tokoh agama sebagai public figure. Pengasuh pondok pesantren diharapkan dapat menyampaikan tausiyah maupun mengeluarkan surat edaran atau maklumat terkait pentingnya imunisasi dalam perspektif agama, khususnya dalam upaya menjaga kesehatan generasi (hifzhun nasl). Pendekatan ini dinilai efektif untuk meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap program imunisasi.
Pengasuh Pondok Pesantren Al Falah Silo 2, Kyai Mukhlis, dalam kesempatan tersebut menyatakan kesediaannya untuk mendukung program imunisasi. Ia menyampaikan komitmennya untuk turut mengedukasi santri dan wali santri terkait pentingnya imunisasi sebagai bagian dari ikhtiar menjaga kesehatan. Dukungan ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat penerimaan masyarakat terhadap program imunisasi melalui pendekatan keagamaan.
Selain itu, turut dibahas rencana pelaksanaan pelayanan imunisasi terpadu di lingkungan pesantren. Program ini menyasar santri usia sekolah untuk mendapatkan imunisasi lanjutan, serta anak-anak dari pengurus pesantren, sehingga akses terhadap layanan kesehatan menjadi lebih mudah dan merata.
Perwakilan UNICEF, Suradi, SKM., M.Kes., selaku Consultant National Provincial Immunization UNICEF, dalam kesempatan tersebut menyampaikan keprihatinannya terhadap kondisi cakupan imunisasi saat ini. Ia menegaskan, “Dampak dari pandemi kemarin dan cakupan imunisasi yang rendah selama ini, sekarang ada KLB campak di 3 puskesmas yaitu Silo 2, Ledokombo, dan Sumberjambe.”
Sementara itu, dari pihak Dinas Kesehatan PPKB Kabupaten Jember, Syahroni Bahtiar, S.Kep., Ners., M.Kes., menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam mendukung program imunisasi. Ia menyampaikan secara tegas, “Imunisasi merupakan upaya penting untuk mencegah Penyakit yang Dapat Dicegah Dengan Imunisasi (PD3I), sekaligus mendukung terbentuknya herd immunity atau kekebalan kelompok di masyarakat.”
Melalui kegiatan ini, diharapkan sinergi antara pemerintah, lembaga internasional, dan tokoh agama dapat semakin kuat dalam meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya imunisasi, sehingga mampu menekan angka kejadian penyakit menular di Kabupaten Jember. (ken)

Galeri Foto