logo ppid jember kim
Oleh : Kecamatan Patrang

Sentuhan Langsung di Rumah, Nakes Banjarsengon Pantau Intensif Ibu Hamil Risiko Tinggi di Wilayah Jumerto

  • 27 Maret 2026
  • Dibaca 194 Kali
Bagikan Via:
sentuhan-langsung-di-rumah-nakes-banjarsengon-pantau-intensif-ibu-hamil-risiko-tinggi-di-wilayah-jumerto-20260327

Sentuhan Langsung di Rumah, Nakes Banjarsengon Pantau Intensif Ibu Hamil Risiko Tinggi di Wilayah Jumerto

JEMBER, 27 MARET 2026 – Komitmen Pemerintah Kabupaten Jember dalam menekan Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB) terus diperkuat melalui aksi nyata di lapangan. Pada Jumat 27 Maret 2026, Puskesmas Banjarsengon melakukan langkah proaktif dengan menggelar kegiatan Kunjungan Rumah Ibu Hamil Risiko Tinggi (Bumil Resti). Langkah ini merupakan bagian program "Dukung Gerakan 1.200 Nakes Kabupaten Jember".

​Kegiatan di wilayah Lingkungan Krajan Jumerto ini menyasar dua titik utama, yakni area layanan Posyandu Alamanda 105 dan Posyandu Alamanda 60.

Di bawah koordinasi Nur Amaliah, A.Md.Keb, tim gabungan yang terdiri dari Tenaga Kesehatan (Nakes) dan kader posyandu setempat bergerak menyisir pemukiman warga untuk memastikan para ibu hamil dengan kategori risiko tinggi mendapatkan perhatian medis yang intensif dan personal.

​Bukan sekadar pemeriksaan fisik rutin, kunjungan ini mengedepankan pendekatan door-to-door yang humanis. Nur Amaliah menjelaskan bahwa ibu hamil dengan risiko tinggi memerlukan pemantauan yang jauh lebih spesifik dibandingkan kehamilan normal. Faktor-faktor seperti usia ibu, jarak kehamilan, tekanan darah, hingga riwayat penyakit penyerta menjadi fokus utama pemeriksaan tim di lapangan.

​"Kami hadir langsung di rumah warga untuk memberikan rasa aman dan memastikan tidak ada kendala akses kesehatan. Dengan melihat langsung kondisi lingkungan tempat tinggal pasien, kami bisa memberikan edukasi nutrisi dan pola hidup bersih yang lebih relevan dengan situasi nyata mereka di rumah," ujar Nur Amaliah di sela-sela kegiatannya di Posyandu Alamanda 105. 

​Program Gerakan 1.200 Nakes yang dicanangkan Pemerintah Kabupaten Jember terbukti efektif dengan adanya kolaborasi erat antara Nakes profesional dan kader masyarakat. Di Posyandu Alamanda 60, tim tidak hanya melakukan pemeriksaan tanda-tanda vital, tetapi juga memberikan pendampingan psikologis bagi ibu hamil. Peran kader menjadi sangat krusial sebagai penyambung lidah dan pemantau harian bagi Bumil Resti di lingkungannya masing-masing.

​Kehadiran tim kesehatan di pelosok Lingkungan Krajan Jumerto membuktikan bahwa layanan kesehatan kini lebih "jemput bola". Respon masyarakat pun sangat positif; para keluarga mengaku merasa lebih tenang karena mendapatkan bimbingan langsung mengenai tanda-tanda bahaya kehamilan yang harus diwaspadai, serta kepastian alur rujukan jika terjadi kondisi darurat.

​​Melalui monitoring ketat terhadap Bumil Resti di wilayah Jumerto, Puskesmas Banjarsengon berharap dapat mencegah terjadinya kegawatdaruratan saat proses persalinan nanti. Sinergi antara pemerintah melalui tenaga kesehatan, dedikasi kader, dan kesadaran keluarga menjadi kunci utama dalam menciptakan generasi Jember yang sehat dan berkualitas sejak dalam kandungan.

​Dengan semangat pengabdian yang tak surut, implementasi Gerakan 1.200 Nakes di Kabupaten Jember diharapkan terus menjadi garda terdepan dalam transformasi kesehatan masyarakat, memastikan setiap detak jantung calon bayi dan kesehatan sang ibu terjaga dengan standar pelayanan yang optimal. (sgk)

Galeri Foto