Senyum Guru Ngaji di Kaliwates, Pemkab Cairkan Honor Guru Ngaji di Momen Jelang Lebaran
- 14 Maret 2026
- Dibaca 187 Kali
Bagikan Via:
Senyum Guru Ngaji di Kaliwates, Pemkab Cairkan Honor Guru Ngaji di Momen Jelang Lebaran
JEMBER, 14 MARET 2026 – Rona bahagia menyelimuti puluhan guru ngaji dan tokoh agama di Kelurahan Kepatihan, Kecamatan Kaliwates, saat honorarium yang dinanti akhirnya cair tepat waktu. Penyerahan intensif ini merupakan realisasi komitmen Pemerintah Kabupaten Jember di bawah kepemimpinan Bupati Gus Fawait untuk menyejahterakan para pengabdi umat sebelum hari raya Idulfitri.
Sebanyak 43 guru ngaji di wilayah tersebut menerima honor tahap pertama sebesar Rp1,5 juta tanpa potongan sedikit pun. Salah satu penerima, M. Isa Anshori, mengungkapkan rasa syukurnya saat menerima haknya di Pendopo Kelurahan Kepatihan pada Sabtu (14/3/2026) siang.
"Sangat bahagia karena honor sebesar Rp1,5 juta yang ditunggu-tunggu cair siang tadi. Ini sangat bermanfaat," ujar Isa.
Program unggulan Bupati Gus Fawait ini tidak hanya menyasar guru ngaji muslim. Pemerintah Kabupaten Jember juga memberikan apresiasi serupa kepada Guru Kitab (non-muslim) serta Pegawai Pembantu Pencatat Nikah (PPPN) atau Modin.
Leni Lusianti dan Irawati Lugianto, perwakilan guru kitab, turut menerima honor dengan nominal yang sama. "Terima kasih Gus Fawait. Sebagai guru kitab, saya sudah menerima honor ini. Semoga Gus Fawait sehat selalu dan sukses membawa Jember Baru, Jember Maju," ucap Leni.
Apresiasi senada disampaikan oleh Herman Hidayat, seorang PPPN. Ia menegaskan bahwa dana yang diterimanya utuh tanpa potongan. "Terima kasih atas bantuan honor PPPN ini, Gus Bupati," katanya.
Langkah percepatan ini sesuai dengan janji Bupati Gus Fawait dalam sesi siaran langsung di media sosialnya beberapa waktu lalu. Saat itu, ia menegaskan bahwa seluruh honorarium bagi guru ngaji dan tokoh agama harus tuntas tersalurkan sebelum lebaran.
"Saya pastikan cair sebelum lebaran. Saya sudah perintahkan untuk mencairkan semuanya agar bisa digunakan oleh para penerima," tegas Bupati Fawait dalam keterangannya.
Untuk memastikan pelayanan prima dan menghargai martabat para guru, pihak kelurahan menerapkan sistem penyaluran yang memudahkan warga. Jika biasanya penerima harus antre panjang, kini bantuan didekatkan ke kantor desa atau kelurahan masing-masing.
Bahkan, bagi penerima yang berhalangan hadir karena faktor kesehatan, petugas melakukan sistem jemput bola. Hal ini dialami oleh Fataty Nuriana. Kasi PMKS Kelurahan Kepatihan, Muhammad Hatta Fathoni (Toni), langsung mendatangi kediaman Fataty untuk menyerahkan honor tersebut secara langsung.
"Ini adalah wujud pelayanan prima kami. Kami melakukan penyerahan door-to-door karena kondisi kesehatan penerima yang terganggu. Kami ingin memastikan hak warga sampai ke tangan yang tepat tanpa terkecuali," jelas Toni.
Pihak Kelurahan Kepatihan berkomitmen mengawal seluruh program Pemkab Jember agar manfaatnya dirasakan langsung oleh masyarakat yang berhak, selaras dengan visi perubahan yang diusung oleh pemerintah daerah.