Setiap Pukul 10.00, Indonesia Raya Menggema di Kantor Diskopukmdag Jember
- 28 September 2026
- Dibaca 23 Kali
Bagikan Via:
Setiap Pukul 10.00, Indonesia Raya Menggema di Kantor Diskopukmdag Jember
JEMBER, 28 SEPTEMBER 2026 - Ada kebiasaan sederhana yang rutin dilakukan jajaran Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah dan Perdagangan (Diskopumdag) Kabupaten Jember setiap hari kerja. Tepat pukul 10.00 WIB, seluruh aktivitas pegawai di lingkungan kantor dihentikan sejenak untuk menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya.
Bukan untuk mengikuti rapat atau berganti agenda pekerjaan. Pada waktu tersebut, lagu Indonesia Raya dikumandangkan di lingkungan kantor. Para pegawai berdiri dan menyanyikannya bersama-sama sebagai bentuk penghormatan terhadap lagu kebangsaan dan simbol negara.
Kepala Diskopumdag Jember, Dra. Sartini, M.M., mengatakan kegiatan tersebut bukan sekadar rutinitas seremonial, tetapi menjadi bagian dari upaya menanamkan nilai kebangsaan sekaligus membangun budaya kerja di lingkungan organisasi.
“Rutinitas menyanyikan Indonesia Raya setiap pukul 10.00 WIB bukan sekadar seremonial, tetapi bentuk penghormatan terhadap simbol negara dan pengingat bagi pegawai untuk bekerja disiplin, berintegritas, serta berorientasi pada pelayanan masyarakat,” ujarnya, Senin 28 September 2026.
Suasana kantor yang sebelumnya dipenuhi aktivitas pekerjaan seketika berubah menjadi lebih khidmat. Para pegawai yang berada di ruang kerja maupun bagian lain di lingkungan kantor mengambil posisi untuk mengikuti lantunan lagu kebangsaan.
Kebiasaan tersebut kini menjadi bagian dari rutinitas jajaran Diskopumdag Jember. Di tengah kesibukan menjalankan tugas pemerintahan dan memberikan pelayanan kepada masyarakat, terdapat satu momentum setiap hari untuk sejenak menghentikan pekerjaan dan menyatukan langkah melalui lagu kebangsaan.
Bagi Diskopumdag Jember, menyanyikan Indonesia Raya bukan sekadar aktivitas rutin. Kebiasaan tersebut menjadi salah satu cara untuk menumbuhkan semangat nasionalisme, memperkuat kedisiplinan, sekaligus mengingatkan pegawai bahwa pekerjaan yang dilakukan sehari-hari berkaitan dengan pengabdian kepada masyarakat dan negara.
Setiap hari, para pegawai mengetahui bahwa pukul 10.00 WIB merupakan waktu untuk menghentikan aktivitas sejenak. Baik yang sedang mengerjakan administrasi, memberikan pelayanan, menyelesaikan pekerjaan kantor, maupun menjalankan tugas lainnya, seluruh jajaran mengikuti momentum tersebut bersama-sama.
Kegiatan yang dilakukan secara konsisten akhirnya tidak lagi dipandang sebagai agenda tambahan, melainkan tumbuh menjadi bagian dari budaya kerja. Nilai kebangsaan pun tidak selalu harus diwujudkan melalui kegiatan besar atau menunggu upacara dan momentum kenegaraan.
Melalui kebiasaan sederhana yang dilakukan secara rutin, semangat cinta tanah air dapat terus ditanamkan di lingkungan kerja. Ketika Indonesia Raya dinyanyikan bersama, para pegawai diajak sejenak keluar dari rutinitas pekerjaan untuk mengingat kembali tanggung jawab mereka sebagai bagian dari aparatur yang memberikan pelayanan kepada masyarakat.
Momentum tersebut sekaligus menciptakan ruang kebersamaan di antara pegawai. Perbedaan bidang pekerjaan, jabatan, usia, maupun tanggung jawab sejenak tidak menjadi pembeda. Semua berdiri dan menyanyikan lagu yang sama.
Dari kebiasaan sederhana itu, terselip pesan bahwa setiap pegawai memiliki peran masing-masing dalam organisasi, tetapi seluruhnya memiliki tanggung jawab yang sama dalam mendukung pelayanan kepada masyarakat dan menjalankan tugas pemerintahan. (hna)