Sidak SPBU di Tengah Kelangkaan BBM, Bupati Jember Ajak Masyarakat Awasi Penimbun
- 09 September 2026
- Dibaca 103 Kali
Bagikan Via:
Sidak SPBU di Tengah Kelangkaan BBM, Bupati Jember Ajak Masyarakat Awasi Penimbun
JEMBER, 09 SEPTEMBER 2026 – Bupati Jember, Dr. Muhammad Fawait, S.E., M.Sc., bersama OPD terkait dan jajaran Polres Jember menggelar inspeksi mendadak (sidak) ke beberapa SPBU di kawasan kota pada Selasa malam, 08 September 2026. Sidak ini dilakukan menyusul kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) yang mengganggu aktivitas masyarakat akibat tersendatnya pasokan dari pihak Pertamina ke Kabupaten Jember.
"BBM dipastikan aman dan stoknya ada untuk hari ini maupun besok. Warga yang ikut mengantre membeli BBM hari ini dan besok pagi tidak masalah, asal tidak mengantre berkali-kali dalam sehari. Jika ada yang mengantre hingga sepuluh kali sehari, hal itu patut dicurigai sebagai tindakan penimbunan," ujar Bupati Jember kepada sejumlah warga di SPBU Pertamina Gebang, Patrang, Jember.
Bupati menegaskan, jika masyarakat menemukan oknum yang bolak-balik mengantre BBM hingga sepuluh kali dalam sehari, mereka diminta untuk segera melapor melalui saluran pengaduan Wadul Gus'e atau pihak berwenang.
"Kami mengajak masyarakat untuk bersama-sama mengawasi pembelian BBM di tengah kelangkaan ini. Kalau ada yang melihat pembeli bolak-balik ke SPBU sampai sepuluh kali, silakan lapor ke Wadul Gus'e," pesannya.
Bupati yang didampingi oleh Sales Branch Manager (SBM) Pertamina Jember, Andi Reza, menjelaskan bahwa kelangkaan BBM di Jember bukan terjadi karena kekosongan stok, melainkan akibat terkendalanya pengiriman dari Depo Pertamina di Banyuwangi akibat kemacetan lalu lintas.
"Keterlambatan ini disebabkan distribusi BBM ke Jember terganggu kemacetan panjang di Banyuwangi sehingga mobil tangki terjebak. Namun, dipastikan besok atau lusa insyaallah pasokan kembali normal karena arus lalu lintas di Banyuwangi sudah mulai lancar," jelasnya.
Kelangkaan dan keterlambatan pengiriman BBM ini berdampak langsung pada masyarakat, terutama para penyedia jasa transportasi seperti pengemudi ojek.
Mashuri, salah satu pengemudi ojek daring yang ditemui di tengah antrean SPBU, mengaku omzet harian yang diperolehnya menurun drastis.
"Omzet jelas menurun, Mas. Biasanya bisa dapat dua kali angkut, sekarang cuma bisa satu kali karena waktunya habis dipakai untuk mengantre seperti ini," tuturnya. (al)