logo ppid jember kim
Oleh : Kecamatan Wuluhan

Simbak Gemas Bekali Pelajar Wuluhan Cegah Tawuran, Napza dan HIV/AIDS

  • 21 Juli 2026
  • Dibaca 11 Kali
Bagikan Via:
simbak-gemas-bekali-pelajar-wuluhan-cegah-tawuran-napza-dan-hivaids-20260721

Simbak Gemas Bekali Pelajar Wuluhan Cegah Tawuran, Napza dan HIV/AIDS

JEMBER, 21 JULI 2026 – Siswa SMP Muhammadiyah 7 Tamansari, Kecamatan Wuluhan, mendapat pembekalan mengenai pencegahan kenakalan remaja, penyalahgunaan narkotika, psikotropika, dan zat adiktif (Napza), serta kesehatan reproduksi melalui Program Sinergi Muspika Plus bersama Guru Bimbingan Konseling untuk Generasi Emas (Simbak Gemas), Selasa, 21 Juli 2026.

Kegiatan yang dimulai pukul 08.00 WIB tersebut menjadi agenda terbaru Simbak Gemas dalam memperluas edukasi kepada pelajar di sekolah-sekolah wilayah Kecamatan Wuluhan.

Sosialisasi dibuka oleh Kasi PMKS Kecamatan Wuluhan, Heryani, S.E., yang hadir mewakili Camat Wuluhan. Dalam sambutannya, Heryani menegaskan bahwa pembinaan terhadap remaja memerlukan kolaborasi berbagai pihak agar mampu mencegah munculnya perilaku berisiko sejak dini.

"Remaja saat ini menghadapi tantangan yang semakin kompleks, mulai dari pengaruh pergaulan bebas, penyalahgunaan Napza, hingga maraknya informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan di media sosial. Karena itu, pemerintah tidak dapat bekerja sendiri. Melalui Simbak Gemas, kami bersinergi dengan kepolisian, tenaga kesehatan, dan sekolah untuk membekali para siswa dengan pengetahuan yang benar sehingga mereka mampu menjaga diri, menaati aturan, serta mengambil keputusan yang bertanggung jawab," ujar Heryani.

Materi pertama disampaikan oleh personel Bhabinkamtibmas Polsek Wuluhan, Nanang. Ia mengajak para pelajar menjauhi berbagai bentuk kenakalan remaja, seperti tawuran, perundungan, dan penyalahgunaan Napza. Selain menjelaskan dampak sosial dan hukum dari perbuatan tersebut, Nanang juga mengingatkan pentingnya memilih lingkungan pergaulan yang positif serta menggunakan media sosial secara bijaksana.

"Prestasi akan membuka masa depan yang lebih baik daripada terlibat dalam tindakan yang melanggar hukum. Karena itu, kami mengajak seluruh siswa untuk menjaga disiplin, menghormati guru dan orang tua, serta berani mengatakan tidak terhadap tawuran maupun penyalahgunaan Napza," katanya.

Selanjutnya, tenaga kesehatan dari Puskesmas Lojejer, Ratih dan Wahyu, memberikan edukasi mengenai kesehatan reproduksi remaja. Materi yang disampaikan meliputi pentingnya menjaga kebersihan organ reproduksi, memahami perubahan fisik dan psikologis pada masa pubertas, serta mengenali upaya pencegahan penyakit menular seksual (PMS) dan Human Immunodeficiency Virus/Acquired Immunodeficiency Syndrome (HIV/AIDS).

Ratih menjelaskan bahwa remaja perlu memperoleh informasi kesehatan reproduksi dari sumber yang benar agar tidak mudah terpengaruh informasi yang keliru. Menurutnya, penerapan perilaku hidup bersih dan sehat serta kemampuan menjaga pergaulan menjadi bagian penting dalam mencegah berbagai risiko kesehatan.

"Kami berharap para siswa memahami pentingnya menjaga kesehatan reproduksi, menerapkan pola hidup sehat, serta menghindari perilaku yang dapat meningkatkan risiko penularan penyakit menular seksual maupun HIV/AIDS," ujarnya.

Guru SMP Muhammadiyah 7 Tamansari, Fani Rahmawati, mengapresiasi sinergi Pemerintah Kecamatan Wuluhan, Polsek Wuluhan, dan Puskesmas Lojejer dalam memberikan edukasi kepada peserta didik. Menurutnya, materi yang disampaikan sangat relevan dengan kondisi remaja saat ini dan menjadi penguatan pendidikan karakter di lingkungan sekolah.

"Alhamdulillah, kami mengucapkan terima kasih kepada Polsek Wuluhan dan Puskesmas Lojejer yang telah memberikan wawasan kepada siswa mengenai bahaya tawuran, penyalahgunaan Napza, serta pentingnya menjaga kesehatan reproduksi. Semoga seluruh siswa dan guru SMP Muhammadiyah 7 Wuluhan dapat memahami, menaati, dan mengamalkan pesan-pesan yang telah disampaikan sehingga tercipta lingkungan sekolah yang aman, sehat, disiplin, dan kondusif," tuturnya.

Program Simbak Gemas merupakan kolaborasi Pemerintah Kecamatan Wuluhan bersama unsur Muspika, tenaga kesehatan, dan satuan pendidikan dalam memperkuat edukasi kepada remaja. Setelah menyasar sejumlah sekolah di Kecamatan Wuluhan, sosialisasi akan terus dilaksanakan secara bertahap sebagai langkah preventif untuk meningkatkan kesadaran pelajar terhadap bahaya kenakalan remaja, penyalahgunaan Napza, serta pentingnya menjaga kesehatan reproduksi sejak usia sekolah. (riz)

Galeri Foto