logo ppid jember kim
Oleh : Kecamatan Rambipuji

Sinergi BUMDesA dan KDMP di Rambipuji, Stapa Center Dorong Penguatan Ekonomi Desa Berbasis Potensi Lokal

  • 18 Mei 2026
  • Dibaca 195 Kali
Bagikan Via:
sinergi-bumdesa-dan-kdmp-di-rambipuji-stapa-center-dorong-penguatan-ekonomi-desa-berbasis-potensi-lokal-20260518

Sinergi BUMDesA dan KDMP di Rambipuji, Stapa Center Dorong Penguatan Ekonomi Desa Berbasis Potensi Lokal

JEMBER, 18 MEI 2026 – Semangat membangun kemandirian ekonomi desa terus digaungkan di Kecamatan Rambipuji. Hari ini, Senin 18 Mei 2026, pendopo Kecamatan Rambipuji tampak ramai dipenuhi para pengurus BUMDesa (Badan Usaha Milik Desa) dan KDMP (Koperasi Desa Merah Putih) dari tujuh desa se-Kecamatan Rambipuji dalam kegiatan bertajuk Local Upgrading BUMDesma dan KDMP.

Kegiatan ini menjadi ruang strategis untuk memperkuat sinergi antar lembaga ekonomi desa agar mampu berkembang lebih profesional, mandiri, dan berdaya saing di tengah tantangan ekonomi masyarakat pedesaan yang semakin dinamis.

Acara tersebut menghadirkan Yayasan Stapa Center yang berkedudukan di Bangil, Kabupaten Pasuruan, sebagai pelaksana kegiatan sekaligus lembaga pendamping pemberdayaan masyarakat desa. Kehadiran Stapa Center mendapat sambutan positif dari peserta karena dinilai mampu membawa semangat baru dalam pengembangan potensi ekonomi lokal berbasis masyarakat.

Mewakili Camat Rambipuji, Kasubag Umum dan Kepegawaian Kecamatan Rambipuji, Achmad Jati Purbo, membuka kegiatan sekaligus memberikan sambutan di hadapan seluruh peserta yang hadir. Dalam sambutannya, ia menyampaikan pentingnya kolaborasi antara pemerintah desa, BUMDesa, dan KDMP untuk memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat desa.

Menurutnya, keberadaan BUMDesa dan koperasi desa saat ini bukan hanya sekadar pelengkap administrasi desa, melainkan harus benar-benar menjadi motor penggerak ekonomi masyarakat. Ia menilai, desa memiliki potensi besar yang apabila dikelola dengan baik dapat meningkatkan kesejahteraan warga secara nyata.

“BUMDesa dan koperasi desa harus mampu membaca potensi lokal yang dimiliki masing-masing desa. Dengan pengelolaan yang profesional, transparan, dan inovatif, keberadaan lembaga ekonomi desa ini akan menjadi kekuatan besar dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.

Ia juga mengapresiasi kehadiran Yayasan Stapa Center yang selama ini aktif melakukan pendampingan dan penguatan kapasitas masyarakat desa melalui berbagai program pemberdayaan.

Suasana kegiatan berlangsung penuh antusias. Para peserta yang berasal dari berbagai desa tampak aktif mengikuti pemaparan materi dan diskusi. Tidak sedikit peserta yang menyampaikan pengalaman serta tantangan yang mereka hadapi dalam mengelola BUMDesa maupun koperasi desa di wilayah masing-masing.

Dalam kesempatan tersebut, Fasilitator Lapangan dari Stapa Center, Eri Andriani, hadir sebagai narasumber utama. Ia menjelaskan bahwa Stapa Center memiliki komitmen kuat dalam mendukung pembangunan masyarakat pedesaan melalui pendidikan, pemberian informasi, dan pendampingan masyarakat secara berkelanjutan.

Menurutnya, desa-desa di Indonesia memiliki sumber daya yang luar biasa, namun sering kali belum dioptimalkan secara maksimal karena keterbatasan kapasitas kelembagaan maupun kurangnya pendampingan usaha.

“Melalui program yang kami jalankan, kami ingin membantu desa agar mampu mengoptimalkan potensi lokal yang dimiliki. Penguatan kapasitas kelembagaan BUMDesa dan KDMP menjadi salah satu fokus utama agar lembaga ekonomi desa benar-benar mampu tumbuh dan mandiri,” terang Eri Andriani.

Ia menambahkan bahwa Stapa Center saat ini tengah menjalankan program Development Of Efficient Food Agriculture, sebuah program yang bertujuan memperkuat sektor pertanian dan pangan berbasis efisiensi serta potensi lokal desa.

Program tersebut tidak hanya berfokus pada peningkatan produksi pertanian, tetapi juga mendorong terbentuknya sistem kelembagaan ekonomi desa yang kuat dan berkelanjutan. Dengan demikian, hasil pertanian masyarakat tidak hanya berhenti pada proses produksi, tetapi juga mampu dikelola hingga memiliki nilai tambah ekonomi yang lebih tinggi.

Dalam paparannya, Eri Andriani menekankan pentingnya membangun kelembagaan desa yang adaptif terhadap perkembangan zaman. Menurutnya, BUMDesa dan KDMP harus mulai bertransformasi menjadi lembaga usaha yang modern, kreatif, dan mampu memanfaatkan peluang pasar.

Ia mencontohkan bahwa banyak desa sebenarnya memiliki potensi besar di sektor pertanian, peternakan, hingga produk olahan lokal, namun belum memiliki sistem pemasaran yang baik. Karena itu, penguatan manajemen usaha dan peningkatan kualitas sumber daya manusia menjadi langkah penting yang harus dilakukan.

“Kita ingin desa tidak hanya menjadi objek pembangunan, tetapi menjadi subjek pembangunan yang mampu berdiri di atas kekuatan sendiri,” tegasnya.

Kegiatan ini juga menjadi momentum penting untuk mempererat jaringan antar pengurus BUMDesa dan KDMP di Kecamatan Rambipuji. Para peserta saling bertukar pengalaman mengenai strategi pengelolaan usaha desa, kendala permodalan, hingga upaya meningkatkan partisipasi masyarakat dalam mendukung program ekonomi desa. (sai)

Galeri Foto