Sinergi Kebhinnekaan di Kaliwates, Gus Fawait Sampaikan Potensi Unggulan Jember
- 28 Maret 2026
- Dibaca 178 Kali
Bagikan Via:
Sinergi Kebhinnekaan di Kaliwates, Gus Fawait Sampaikan Potensi Unggulan Jember
JEMBER, 28 MARET 2026 - Gema kerukunan dan semangat solidaritas membumbung tinggi di SMA Katolik Santo Paulus saat Bupati Jember, Muhammad Fawait (Gus Fawait), menghadiri Sarasehan Kebinekaan, Sabtu 28 Maret 2028.
Acara ini tidak sekadar menjadi ruang penguat harmoni antarumat beragama, tetapi juga panggung strategis bagi Bupati untuk memaparkan peta jalan pengembangan potensi besar Kabupaten Jember yang dimulai dari jantung kota.
Dalam sambutannya, Gus Fawait menegaskan bahwa keberagaman yang dimiliki Jember adalah modal sosial yang tak ternilai. "Kebinekaan adalah anugerah yang harus kita rawat bersama. Tak hanya sebagai dasar keharmonisan sosial, perbedaan ini juga menjadi kekuatan besar untuk mengoptimalkan potensi daerah demi membangun Jember yang lebih baik," tuturnya di hadapan para peserta sarasehan.
Membedah kekuatan daerah, Gus Fawait memaparkan tiga sektor utama yang menjadi tulang punggung kemajuan Jember. Di sektor pariwisata, ia menyoroti kekayaan alam Jember yang memiliki garis pantai terpanjang kedua di Jawa Timur.
Mulai dari eksotisme Pantai Papuma hingga Watu Ulo di wilayah selatan, serta kawasan pegunungan yang asri di sisi utara. Menurutnya, potensi laut dan pantai Jember adalah salah satu yang terbesar dan siap dikembangkan lebih jauh.
Tak hanya alam, sektor pendidikan juga menjadi keunggulan kompetitif. Jember saat ini mengukuhkan diri sebagai pusat edukasi dengan jumlah Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) terbanyak di Jawa Timur. Selain itu, Jember menduduki peringkat ketiga sebagai pemilik perguruan tinggi terbanyak setelah Surabaya dan Malang Raya, menjadikannya magnet bagi pelajar dari berbagai daerah.
Sementara di sektor kesehatan, peran strategis Jember semakin nyata melalui RSUD dr. Soebandi yang kini menjadi pusat rujukan medis bagi tujuh kabupaten dan kota, mencakup Banyuwangi, Situbondo, Bondowoso, Lumajang, hingga Probolinggo.
Kecamatan Kaliwates, sebagai pusat aktivitas perkotaan, turut mengambil peran nyata dalam menerjemahkan visi kesehatan tersebut.
Mewakili Camat Kaliwates, Sekretaris Camat Sujirman menegaskan bahwa program pelayanan langsung kepada masyarakat telah berjalan efektif di wilayahnya. Salah satu bukti konkret adalah keberhasilan program Home Care yang menyasar warga rentan.
"Di Kaliwates, kami telah merealisasikan program Home Care dengan mendatangi langsung rumah warga yang membutuhkan. Salah satunya adalah penanganan intensif terhadap anak penderita stunting di lingkungan Kopian, Kelurahan Kepatihan, yang kini kondisinya kian membaik setiap hari," pungkas Sujirman. (fik)