Sinergi Lintas Sektor: Menghentikan Rantai Bullying dan Kekerasan Anak di Jember
- 08 April 2026
- Dibaca 462 Kali
Bagikan Via:
Sinergi Lintas Sektor: Menghentikan Rantai Bullying dan Kekerasan Anak di Jember
JEMBER, 07 APRIL 2026 – Fenomena kekerasan terhadap anak masih menjadi tantangan besar di Kabupaten Jember. Masalah ini tidak hanya terjadi di lingkungan sekolah, namun telah merambah ke ranah domestik (rumah), ruang sosial, hingga jagat digital melalui cyber bullying. Dampaknya pun sangat mengkhawatirkan, mulai dari gangguan psikologis, merosotnya kepercayaan diri, hingga trauma mendalam yang dapat mematikan masa depan generasi muda.
Guna mengupas solusi atas persoalan ini, program "Jember Menyapa" di Radio RRI Jember edisi ke-6, April 2026, menghadirkan dialog interaktif bertajuk "Menghentikan Bullying dan Kekerasan Anak". Dipandu oleh presenter Apriliya Purbosari, diskusi ini menghadirkan tiga narasumber kompeten: Kanit PPA Satreskrim Polres Jember Ipda Alfan FS Darma, S.H., Kepala Bidang Perlindungan Anak Dinsos PPPA Jember Sugeng Riyadi, S.E., serta psikolog dari HIMPSI Sekarkidjang, Mieke Prasetyo.
Dalam dialog tersebut, terungkap bahwa bullying kini memiliki banyak wajah fisik, bentuk kekerasan yang paling mudah terlihat secara kasat mata. Non fisik, meliputi kekerasan verbal, tekanan psikologis, dan pengucilan sosial. Cyber bullying, kekerasan melalui media sosial yang belakangan ini grafiknya terus meningkat.
Sugeng Riyadi, menekankan bahwa perlindungan anak adalah tanggung jawab kolektif. "Pemerintah daerah tidak bisa berjalan sendiri. Diperlukan sinergi antara keluarga, masyarakat, tokoh agama, hingga aparat penegak hukum," ujarnya.
Dinsos PPPA Jember sendiri telah melakukan berbagai langkah strategis, di antaranya edukasi berkelanjutan sosialisasi masif mulai dari tingkat SD, SMP, SMA, hingga perguruan tinggi. Pemberdayaan UPT PPA optimalisasi penanganan kasus kekerasan secara profesional. Melibatkan Forum Anak Jember (FAJ) dan Forum Anak Desa sebagai Pelopor dan Pelapor (2P) untuk mengedukasi rekan sebaya mereka.
Sebagai penutup, Sugeng mengingatkan masyarakat untuk tidak takut melapor. Segala bentuk kekerasan yang terjadi di tengah masyarakat harus menjadi peringatan dini bagi orang tua. Untuk mempermudah akses, masyarakat Jember dapat memanfaatkan layanan hotline pengaduan melalui kanal Wadul Gus’e di nomor 0811-3111-1108 atau UPTD PPA di nomor 0811-3880-880.
Diharapkan melalui edukasi dan keberanian melapor, rantai kekerasan terhadap anak di Jember dapat diputus demi terciptanya lingkungan yang aman dan ramah anak. (rou)