logo ppid jember kim
Oleh : Badan Penanggulangan Bencana Daerah

Sumur Kering, Sungai Mati! 90 KK di Baratan Jember Kembali Bergantung Bantuan Air

  • 11 September 2026
  • Dibaca 7 Kali
Bagikan Via:
sumur-kering-sungai-mati-90-kk-di-baratan-jember-kembali-bergantung-bantuan-air-20260911

Sumur Kering, Sungai Mati! 90 KK di Baratan Jember Kembali Bergantung Bantuan Air

JEMBER, 11 SEPTEMBER 2026– Kesulitan air bersih masih menghantui warga Lingkungan Baratan Timur, Kelurahan Baratan, Kecamatan Patrang, Kabupaten Jember. Sebanyak 90 kepala keluarga (KK) di RT 02 dan RT 03 RW 09 kembali mendapatkan pasokan air bersih setelah sumur warga mulai mengering dan sungai yang selama ini menjadi sumber alternatif juga tak lagi dapat dimanfaatkan.

Kondisi tersebut terjadi sejak Agustus 2026. Di tengah musim kemarau, wilayah RT 02 dan RT 03 RW 09 diketahui belum memiliki jaringan pipanisasi. Akibatnya, masyarakat sangat bergantung pada sumur untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Namun, sebagian besar sumur warga kini mulai mengering. Air yang masih tersedia juga dilaporkan dalam kondisi keruh. Sementara sungai yang berjarak sekitar 700 meter dari permukiman telah mengering dan tidak layak digunakan.

Situasi tersebut membuat sebagian warga harus membeli air galon atau air isi ulang. Sebagian lainnya mengambil air dari wilayah Baratan Wetan yang berjarak sekitar satu kilometer dari permukiman.

Dari pendataan BPBD Jember, terdapat sekitar 40 KK dari total 150 KK di RT 02/RW 09 yang membutuhkan bantuan air bersih. Sedangkan di RT 03/RW 09, sekitar 50 KK dari total 200 KK membutuhkan pasokan air.

Menindaklanjuti permohonan bantuan dari Kelurahan Baratan, BPBD Kabupaten Jember kembali melakukan pendampingan distribusi air bersih pada Jumat, 11 September 2026. Distribusi kali ini melibatkan Perumdam Tirta Pandalungan Kabupaten Jember yang menyalurkan sebanyak 5.000 liter air bersih.

Tim Reaksi Cepat Penanggulangan Bencana (TRC-PB) BPBD Jember tiba di lokasi sekitar pukul 15.00 WIB. Petugas melakukan koordinasi dengan perangkat kelurahan dan masyarakat, sekaligus mendampingi proses penyaluran air ke tandon yang telah tersedia.

Di lokasi, BPBD telah menyiapkan empat unit tandon dengan kapasitas masing-masing 1.200 liter. Di RT 03/RW 09, pangkon tandon telah tersedia di halaman rumah warga. Sementara di RT 02/RW 09 terdapat dua tandon berkapasitas 1.200 liter beserta pangkon yang siap digunakan.

Kurnia Dwi Pria Bakti, TRC BPBD Jember, mengatakan distribusi kembali dilakukan karena kebutuhan air bersih warga masih berlangsung dan kondisi sumber air belum menunjukkan pemulihan.

“Warga masih membutuhkan dukungan air bersih karena sumur mulai mengering, sementara sumber air alternatif juga semakin terbatas. Karena itu, distribusi perlu dilakukan secara berkala selama kondisi kekeringan masih berlangsung,” ujar Pria.

Selain menyalurkan air, petugas juga memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai kondisi kekeringan dan pentingnya menghemat penggunaan air. Warga diimbau memprioritaskan air untuk kebutuhan utama sehari-hari.

Distribusi kali ini berjalan aman, lancar, dan kondusif. Namun, kebutuhan air bersih diperkirakan masih akan berlanjut apabila kondisi kemarau belum berakhir.

BPBD Jember merekomendasikan agar distribusi air bersih kembali dilakukan sebanyak 5.000 liter setiap dua hari sekali. Selain penanganan melalui bantuan air, persoalan akses jaringan air bersih di wilayah tersebut juga perlu mendapat perhatian lebih lanjut dari dinas terkait.

Bagi warga Baratan Timur, persoalan kekeringan bukan sekadar berkurangnya air di sumur. Tidak adanya jaringan pipanisasi membuat pilihan mereka semakin terbatas ketika sumber air mengering. Sebagian harus membeli air, sementara lainnya harus menempuh jarak sekitar satu kilometer untuk mendapatkan air dari wilayah lain.

Hingga kegiatan selesai pada pukul 16.00 WIB, kondisi di lokasi dilaporkan aman dan terkendali. BPBD Jember bersama perangkat kelurahan dan masyarakat akan terus memantau kebutuhan air bersih selama musim kemarau. (bob)

Galeri Foto