logo ppid jember kim
Oleh : Badan Penanggulangan Bencana Daerah

Sumur Mengering, Warga Baratan Jember Rela Tempuh 1 Km demi Air Bersih

  • 15 September 2026
  • Dibaca 10 Kali
Bagikan Via:
sumur-mengering-warga-baratan-jember-rela-tempuh-1-km-demi-air-bersih-20260916

Sumur Mengering, Warga Baratan Jember Rela Tempuh 1 Km demi Air Bersih

JEMBER, 15 SEPTEMBER 2026 – Krisis air bersih kembali dirasakan warga Lingkungan Baratan Timur, Kelurahan Baratan, Kecamatan Patrang, Kabupaten Jember. Memasuki pertengahan September 2026, sebanyak sekitar 90 kepala keluarga (KK) masih membutuhkan pasokan air bersih karena sumur warga mulai mengering dan wilayah tersebut belum memiliki jaringan pipanisasi.

Kondisi tersebut terjadi sejak Agustus 2026. Warga RT 02 dan RT 03 RW 09 harus mencari alternatif untuk memenuhi kebutuhan air sehari-hari. Sebagian warga memilih membeli air galon atau air isi ulang, sementara lainnya harus mengambil air dari wilayah Baratan Wetan yang berjarak sekitar 1 kilometer dari permukiman.

Situasi semakin sulit karena sungai yang berada sekitar 700 meter dari permukiman juga telah mengering dan tidak dapat dimanfaatkan. Sumur-sumur warga yang masih memiliki air pun sebagian kondisinya mulai keruh.

Menindaklanjuti permohonan bantuan dari Kelurahan Baratan melalui surat Nomor 400/07/35.09.02.2008/2026, BPBD Kabupaten Jember kembali melakukan pendampingan distribusi air bersih pada Selasa, 15 September 2026.

Tim Reaksi Cepat Penanggulangan Bencana (TRC-PB) tiba di lokasi sekitar pukul 11.00 WIB untuk melakukan koordinasi dengan perangkat kelurahan, RT/RW, serta warga. Selanjutnya, BPBD mendampingi Perumdam Tirta Pandalungan dalam penyaluran air bersih sebanyak 5.000 liter.

Air tersebut disalurkan ke empat tandon milik BPBD yang masing-masing memiliki kapasitas 1.200 liter. Di wilayah RT 03 RW 09, pangkon tandon telah tersedia di halaman rumah warga. Sementara di RT 02 RW 09, tersedia dua tandon berkapasitas 1.200 liter dengan pangkon yang telah siap digunakan.

Secara keseluruhan, terdapat empat unit tandon BPBD yang tersedia di lokasi untuk mendukung distribusi air kepada warga terdampak.

M. Faris Fadhil, anggota TRC BPBD Jember, mengatakan distribusi air dilakukan sebagai respons terhadap kondisi warga yang masih menghadapi keterbatasan sumber air selama musim kemarau.

“Pemenuhan air bersih menjadi kebutuhan penting bagi warga karena sebagian sumur mulai mengering, sementara sumber air di sekitar permukiman juga semakin terbatas. Karena itu, distribusi dilakukan untuk membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari masyarakat,” ujar Faris.

Selain distribusi air, petugas juga memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai kondisi kekeringan dan pentingnya menghemat penggunaan air selama musim kemarau.

Berdasarkan hasil pendataan, sekitar 40 KK dari 150 KK di RT 02/RW 09 membutuhkan bantuan air bersih. Sementara di RT 03/RW 09, terdapat sekitar 50 KK dari total 200 KK yang mengalami kebutuhan serupa. Dengan demikian, total warga yang membutuhkan dukungan air bersih mencapai sekitar 90 KK.

Kegiatan distribusi berlangsung aman, lancar dan kondusif hingga selesai sekitar pukul 13.00 WIB. Tidak terdapat kendala selama proses penyaluran.

BPBD Jember merekomendasikan agar distribusi air bersih sebanyak 5.000 liter dilakukan setiap dua hari sekali untuk menjaga ketersediaan air bagi warga. Selain itu, kondisi tersebut akan diteruskan kepada dinas terkait untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut setelah kejadian.

Krisis air yang kembali terjadi di Baratan Timur menunjukkan bahwa persoalan pemenuhan air bersih tidak hanya berkaitan dengan ketersediaan sumber air, tetapi juga akses infrastruktur. Belum tersedianya jaringan pipanisasi membuat sebagian warga harus mengeluarkan biaya tambahan atau menempuh jarak cukup jauh hanya untuk mendapatkan air bagi kebutuhan sehari-hari.

Dengan musim kemarau yang masih berlangsung, keberlanjutan distribusi sekaligus penanganan terhadap akses sumber air menjadi penting agar kebutuhan dasar warga di wilayah terdampak dapat tetap terpenuhi. (bob)

Galeri Foto