Sumur Warga Mulai Mengering, BPBD Jember Asesmen Kekeringan di Tegal Gede
- 22 Agustus 2026
- Dibaca 4 Kali
Bagikan Via:
Sumur Warga Mulai Mengering, BPBD Jember Asesmen Kekeringan di Tegal Gede
JEMBER, 21 AGUSTUS 2026– Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jember melakukan asesmen terhadap dampak kekeringan di RT 04/RW 07, Kelurahan Tegal Gede, Kecamatan Sumbersari, Jumat 21 Agustus 2026. Langkah tersebut dilakukan sebagai tindak lanjut atas permohonan bantuan distribusi air bersih dari pihak kelurahan.
Asesmen dilakukan untuk mengetahui kondisi sumber air warga, tingkat dampak kekeringan, serta kebutuhan penanganan di wilayah tersebut. Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kabupaten Jember mulai meninjau lokasi pada pukul 13.00 WIB dengan melakukan koordinasi bersama RT setempat, pendataan warga terdampak, pengecekan kondisi sumur, serta dokumentasi lapangan.
Berdasarkan hasil asesmen, sejak Juli 2026 sejumlah sumur milik warga mulai mengalami kekeringan. Sumur dengan kedalaman sekitar 8 hingga 10 meter dilaporkan mengalami penurunan ketersediaan air hingga tidak mampu memenuhi kebutuhan sehari-hari masyarakat.
Kondisi tersebut membuat warga harus mencari sumber air alternatif. Sementara itu, jarak sumber mata air terdekat dari permukiman warga mencapai sekitar 1 kilometer, sehingga akses terhadap air bersih menjadi semakin sulit, terutama bagi masyarakat yang tidak memiliki sumber air alternatif di sekitar rumah.
Dari hasil pendataan di lapangan, sekitar 40 kepala keluarga (KK) di RT 04/RW 07 terdampak dan membutuhkan bantuan air bersih. Kondisi ini menjadi perhatian BPBD Kabupaten Jember mengingat kebutuhan air bersih merupakan kebutuhan dasar yang harus tetap terpenuhi selama kondisi kekeringan berlangsung.
TRC BPBD Kabupaten Jember, Qoidul Umam, mengatakan hasil asesmen menunjukkan bahwa kondisi sumber air warga mulai terdampak musim kemarau sehingga diperlukan langkah penanganan berupa distribusi air bersih.
“Dari hasil pengecekan di lapangan, beberapa sumur warga sudah mengalami kekeringan sejak bulan Juli. Kedalamannya sekitar 8 sampai 10 meter, sementara sumber air terdekat berjarak kurang lebih satu kilometer. Kondisi ini membuat warga membutuhkan bantuan air bersih,” ujar Umam.
Menurut Umam, kesiapan masyarakat untuk menerima bantuan air bersih sudah cukup baik. Di lokasi telah tersedia sebuah tandon berkapasitas 5.000 liter milik Ketua RT yang siap digunakan sebagai tempat penampungan air bantuan.
“Untuk sarana penampungan sudah tersedia. Tandon berkapasitas 5.000 liter milik Pak RT sudah siap digunakan, sehingga apabila bantuan air bersih dikirim, dapat langsung ditampung dan dimanfaatkan oleh masyarakat,” jelasnya.
BPBD Kabupaten Jember merekomendasikan agar dilakukan distribusi air bersih ke wilayah terdampak untuk membantu memenuhi kebutuhan masyarakat. Dengan sarana penampungan yang telah tersedia, proses distribusi diharapkan dapat dilakukan secara efektif dan tepat sasaran.
Ketua RT setempat, Yakup, juga telah menjadi kontak koordinasi terkait kesiapan lokasi dan tandon apabila distribusi air bersih dilaksanakan. Hal ini menjadi bagian dari koordinasi antara BPBD, perangkat lingkungan, dan masyarakat dalam memastikan bantuan dapat diterima oleh warga yang membutuhkan.
Kegiatan asesmen tersebut merupakan bagian dari upaya BPBD Kabupaten Jember dalam merespons dampak musim kemarau di sejumlah wilayah. Penanganan dilakukan berdasarkan Surat Keputusan Bupati Jember tentang Status Siaga Darurat Bencana Kekeringan, Kebakaran Hutan dan Lahan Kabupaten Jember Tahun 2026, serta surat permohonan bantuan distribusi air bersih dari Kelurahan Tegal Gede.
Hasil asesmen menunjukkan bahwa kondisi lokasi saat ini relatif siap untuk mendapatkan bantuan. Tandon dan tempat penampungan telah tersedia, sementara kebutuhan utama masyarakat adalah pasokan air bersih.
BPBD Kabupaten Jember akan menindaklanjuti hasil asesmen tersebut dengan menyesuaikan kesiapan distribusi dan kebutuhan warga terdampak. Upaya ini diharapkan dapat membantu masyarakat memenuhi kebutuhan air bersih selama sumber air warga masih mengalami kekeringan.
Seluruh rangkaian asesmen berjalan dengan aman dan lancar tanpa kendala. Melalui pemantauan langsung di lapangan, BPBD Jember memastikan data dan kondisi masyarakat terdampak menjadi dasar dalam menentukan langkah penanganan selanjutnya, khususnya bagi 40 KK di RT 04/RW 07 Kelurahan Tegal Gede yang saat ini membutuhkan bantuan air bersih.