logo ppid jember kim
Oleh : Kecamatan Bangsalsari

Supervisi Lanjutan Dapur SPPG di Bangsalsari, Pastikan Kualitas MBG Terpenuhi

  • 10 Juni 2026
  • Dibaca 15 Kali
Bagikan Via:
supervisi-lanjutan-dapur-sppg-di-bangsalsari-pastikan-kualitas-mbg-terpenuhi-20260610

Supervisi Lanjutan Dapur SPPG di Bangsalsari, Pastikan Kualitas MBG Terpenuhi

JEMBER, 10 JUNI 2026 – Upaya memastikan kesiapan dan kualitas penyelenggaraan program makan bergizi terus dilakukan oleh pemerintah melalui berbagai tahapan pengawasan dan evaluasi. Pada Senin 08 Juni 2026, tim gabungan yang terdiri dari perwakilan Pemerintah Kabupaten Jember, Muspika Kecamatan Bangsalsari, instansi teknis lintas sektor, serta tenaga kesehatan melaksanakan supervisi lanjutan terhadap dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di wilayah Kecamatan Bangsalsari.

Kegiatan yang dimulai pukul 10.00 WIB tersebut dilaksanakan di sejumlah lokasi yang menjadi sasaran pengembangan dan operasional dapur SPPG, meliputi Desa Curahkalong, Gambirono, Bangsalsari, Tugusari, Tisnogambar, Petung, Sukorejo, dan Karangsono.

Supervisi dilakukan sebagai tindak lanjut dari berbagai tahapan monitoring yang sebelumnya telah dilaksanakan. Kehadiran tim lintas sektor bertujuan untuk memastikan kesiapan sarana dan prasarana, pemenuhan standar kesehatan lingkungan, aspek perizinan, keamanan pangan, ketenagakerjaan, hingga kesiapan administrasi dan tata kelola yang menjadi bagian penting dalam operasional dapur SPPG.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Sekretaris Kecamatan Bangsalsari, Danramil 0824/15 Bangsalsari, Kapolsek Bangsalsari, Kasi PMKS Kecamatan Bangsalsari, Kasi Pelayanan Umum Kecamatan Bangsalsari, perwakilan Puskesmas Sukorejo dan Puskesmas Bangsalsari, Koordinator Program Makan Bergizi Gratis (MBG) Kecamatan Bangsalsari, serta sejumlah perwakilan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kabupaten Jember.

Beberapa OPD yang terlibat dalam supervisi antara lain Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana, Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu, Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Lingkungan Hidup, Dinas Komunikasi dan Informatika, Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang, Dinas Tenaga Kerja, serta Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah, dan Perdagangan.

Dalam pelaksanaannya, tim melakukan peninjauan langsung terhadap sejumlah aspek yang menjadi indikator kesiapan dapur SPPG. Pemeriksaan meliputi kondisi bangunan, sanitasi lingkungan, ketersediaan sumber air bersih, sistem pembuangan limbah, kesiapan ruang produksi makanan, aspek keselamatan kerja, hingga kelengkapan dokumen administrasi yang diperlukan untuk mendukung operasional dapur.

Selain melakukan pengecekan lapangan, tim juga memberikan masukan dan rekomendasi kepada pengelola dapur terkait berbagai hal yang masih perlu disempurnakan. Pendekatan yang dilakukan lebih menitikberatkan pada pembinaan dan pendampingan agar setiap dapur mampu memenuhi standar yang telah ditetapkan oleh pemerintah.

Program SPPG sendiri menjadi salah satu instrumen penting dalam mendukung pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang saat ini terus dikembangkan di berbagai daerah. Keberadaan dapur SPPG diharapkan mampu menjadi pusat produksi makanan bergizi yang memenuhi standar keamanan pangan dan kesehatan sehingga manfaat program dapat dirasakan secara optimal oleh masyarakat sasaran.

Sekretaris Kecamatan Bangsalsari, Turwantoko, yang hadir mewakili Plt. Camat Bangsalsari Deni Hadiatullah, menjelaskan bahwa kegiatan supervisi tersebut merupakan bentuk sinergi lintas sektor dalam memastikan seluruh persyaratan dapat dipenuhi oleh pengelola dapur sebelum beroperasi secara maksimal.

Menurutnya, pemerintah kecamatan tidak bertindak sebagai pihak yang melakukan penilaian teknis secara langsung, melainkan berperan sebagai bagian dari tim pendamping yang memfasilitasi koordinasi antara pemerintah desa, pengelola dapur, dan instansi teknis yang memiliki kewenangan sesuai bidang masing-masing.

"Kecamatan Bangsalsari dalam kegiatan ini berperan sebagai pendamping tim dari dinas-dinas lintas sektor yang diterjunkan oleh pemerintah kabupaten Jember. Kami membantu proses koordinasi, komunikasi, serta memastikan seluruh pihak dapat menerima masukan dan rekomendasi dari instansi teknis secara baik," ujar Turwantoko.

Ia menambahkan bahwa keterlibatan berbagai OPD dalam supervisi menunjukkan pentingnya kolaborasi dalam mendukung keberhasilan program yang menyangkut pemenuhan kebutuhan gizi masyarakat.

"Setiap instansi memiliki tugas dan kewenangan masing-masing. Ada yang melihat aspek kesehatan, lingkungan, perizinan, konstruksi bangunan, ketenagakerjaan, hingga tata kelola usaha. Karena itu supervisi dilakukan secara terpadu agar hasilnya lebih komprehensif dan dapat menjadi bahan evaluasi bagi pengelola dapur," lanjutnya.

Turwantoko juga berharap seluruh pengelola dapur SPPG di Kecamatan Bangsalsari dapat menindaklanjuti berbagai rekomendasi yang diberikan oleh tim sehingga standar pelayanan yang diharapkan pemerintah dapat tercapai.

"Harapan kami, seluruh pengelola dapat memanfaatkan hasil supervisi ini sebagai bahan perbaikan. Tujuan akhirnya bukan sekadar memenuhi administrasi, tetapi memastikan dapur yang beroperasi benar-benar aman, sehat, dan mampu menghasilkan makanan bergizi yang berkualitas bagi masyarakat penerima manfaat," katanya.

Melalui supervisi lanjutan ini, Pemerintah Kabupaten Jember bersama Muspika dan pemerintah kecamatan berharap keberadaan dapur SPPG di wilayah Bangsalsari dapat berkembang secara optimal, memenuhi standar yang berlaku, serta menjadi salah satu pilar penting dalam mendukung keberhasilan program peningkatan gizi masyarakat yang saat ini menjadi prioritas nasional. (yun)

Galeri Foto