logo ppid jember kim
Oleh : Kecamatan Ajung

Supervisi Pemetaan Masalah SPPG, Perkuat Pelaksanaan Program MBG di Kecamatan Ajung

  • 10 Juli 2026
  • Dibaca 18 Kali
Bagikan Via:
supervisi-pemetaan-masalah-sppg-perkuat-pelaksanaan-program-mbg-di-kecamatan-ajung-20260711

Supervisi Pemetaan Masalah SPPG, Perkuat Pelaksanaan Program MBG di Kecamatan Ajung

JEMBER, 10 JULI 2026 – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak boleh main-main. Anggaran besar harus sejalan dengan eksekusi yang mulus di lapangan. Prinsip itulah yang dipegang teguh Pemerintah Kecamatan Ajung. Ogah program nasional ini tersendat, mereka langsung tancap gas menggelar Supervisi Pemetaan Masalah MBG di Kantor Kecamatan, Kamis 09 Juli 2026.

Format acaranya sengaja dibuat tak kaku. Bukan sekadar seremonial beralas taplak meja. Ini adalah forum "keroyokan" lintas sektor untuk menelanjangi masalah, mencari sumbatan, dan langsung mengeksekusi solusinya saat itu juga.

Gayung bersambut. Seluruh pemangku kepentingan (stakeholders) di Ajung kompak hadir. Kursi rapat penuh. Mulai dari Camat, Kapolsek, Danposramil, Kepala UPTD Puskesmas, hingga Koordinator dan seluruh Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) se-Kecamatan Ajung duduk satu meja.

"Kami tidak mau menunggu masalah menumpuk baru bergerak. Begitu ada riak kecil di lapangan, hari ini juga harus kita cari obatnya," tegas Camat Ajung, M. Sifak Beni Kurniawan.

Dua jam rapat berjalan, dinamika ruang koordinasi begitu hidup. Semua pihak buka kartu. Masalah teknis dibedah satu per satu secara blak-blakan. Mulai dari alur distribusi logistik, kesiapan dapur umum, standar higienitas masakan, hingga sistem evaluasi mingguan.

Sektor keamanan dari Polsek dan Posramil pasang badan menjamin kondusivitas wilayah selama program berjalan. Sementara tim Puskesmas getol mengingatkan pentingnya kepatuhan standar keamanan pangan (*food safety*). Tidak boleh ada kompromi soal gizi anak-anak.

Menurut Sifak, kunci sukses MBG di tingkat tapak ada pada dua kata: sinergi dan kecepatan merespons.

"Keberhasilan program ini tidak bisa dipikul sendirian oleh kecamatan. Butuh kerja total. TNI, Polri, tim kesehatan, dan kawan-kawan di SPPG harus satu frekuensi. Kalau koordinasinya solid, kami optimistis program ini tepat sasaran dan manfaatnya langsung dirasakan masyarakat," imbuh Sifak mantap.

Hasil dari "rembuk urun rembug" ini pun konkret. Bukan sekadar tumpukan notulen kertas, melainkan panduan taktis berupa langkah strategis yang akan langsung diimplementasikan per Juli ini.

Kecamatan Ajung tampaknya ingin mengirim pesan jelas: lewat kolaborasi yang kokoh, mereka siap menjadi pelopor suksesnya Program Makan Bergizi Gratis yang bersih, sehat, dan minim kendala. (ar)

Galeri Foto