Survey Lapang Oplah di Pakusari, Bukti Keseriusan Pemkab Jember di Era Bupati Fawait Perkuat Ketahanan Pangan
- 10 April 2026
- Dibaca 166 Kali
Bagikan Via:
Survey Lapang Oplah di Pakusari, Bukti Keseriusan Pemkab Jember di Era Bupati Fawait Perkuat Ketahanan Pangan
JEMBER, 10 APRIL 2026 – Pemerintah Kabupaten Jember terus menunjukkan komitmennya dalam memperkuat ketahanan pangan melalui program Optimasi Lahan (Oplah). Salah satu upaya nyata dilakukan melalui kegiatan survei lapang Oplah nonrawa yang digelar awal pekan ini, di wilayah H9, Krajan, Desa Pakusari, Kecamatan Pakusari, Kabupaten Jember.
Kegiatan ini menjadi bagian penting dalam memastikan pelaksanaan program strategis nasional dari Kementerian Pertanian berjalan optimal di tingkat daerah. Di bawah kepemimpinan Bupati Jember, Fawait, pendekatan pembangunan pertanian tidak hanya berfokus pada target luas lahan, tetapi juga pada dampak langsung bagi petani.
Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (DTPHP) Kabupaten Jember, Drs. Moh. Djamil, M.Si, menjelaskan bahwa survei lapang ini bertujuan untuk melihat secara langsung kondisi lahan yang akan dioptimalkan, sekaligus memastikan kesiapan infrastruktur pendukung seperti irigasi, kondisi tanah, hingga pola tanam yang akan diterapkan.
“Survei ini penting agar intervensi yang dilakukan benar-benar tepat sasaran. Kami tidak ingin hanya mengejar luasan, tetapi juga memastikan hasilnya bisa dirasakan langsung oleh petani,” ujarnya, dikutip Jumat, 10 April 2026.
Menurut Djamil, di era kepemimpinan Bupati Fawait, arah kebijakan pertanian semakin menekankan pada efektivitas program dan kesejahteraan petani. Pemerintah hadir tidak hanya sebagai regulator, tetapi juga sebagai pendamping yang aktif turun ke lapangan.
Pendekatan ini juga terlihat dari keterlibatan langsung berbagai pihak dalam kegiatan survei, mulai dari penyuluh pertanian, petugas teknis, hingga kelompok tani setempat. Kolaborasi ini diharapkan mampu mempercepat proses optimalisasi lahan sekaligus meminimalkan kendala di lapangan.
Ketua Kelompok Tani (Poktan) setempat, Holili, menyambut baik program Oplah yang kini semakin intensif dilakukan. Ia menilai kehadiran pemerintah di lapangan memberikan semangat baru bagi petani.
“Sekarang kami merasa lebih diperhatikan. Tidak hanya diberi program, tapi juga didampingi langsung. Harapannya hasil panen bisa meningkat dan biaya produksi lebih efisien,” ungkap Holili.
Program Oplah merupakan upaya untuk meningkatkan produktivitas lahan pertanian melalui berbagai intervensi, seperti perbaikan tata air, pengolahan tanah, penggunaan benih unggul, hingga penerapan teknologi pertanian yang lebih modern.
Manfaat dari program ini tidak hanya dirasakan dalam jangka pendek berupa peningkatan hasil panen, tetapi juga dalam jangka panjang, seperti menjaga keberlanjutan lahan, meningkatkan pendapatan petani, serta memperkuat ketahanan pangan daerah.
Selain itu, optimalisasi lahan juga menjadi solusi strategis di tengah tantangan alih fungsi lahan pertanian. Dengan memaksimalkan lahan yang ada, pemerintah dapat menjaga ketersediaan pangan tanpa harus membuka lahan baru secara besar-besaran.
Bupati Jember, Fawait, dalam berbagai kesempatan menegaskan bahwa sektor pertanian tetap menjadi prioritas utama pembangunan daerah. Ia menilai ketahanan pangan adalah fondasi penting bagi kemandirian daerah.
“Setiap jengkal lahan yang kita optimalkan hari ini adalah investasi untuk masa depan pangan. Kita ingin petani Jember sejahtera dan mampu menjadi penopang ketahanan pangan nasional,” tegasnya.
Melalui program Oplah yang terus diperkuat, Pemerintah Kabupaten Jember berharap mampu menciptakan sistem pertanian yang lebih produktif, efisien, dan berkelanjutan. Langkah ini sekaligus menjadi bukti bahwa pembangunan di era Bupati Fawait tidak hanya berorientasi pada angka, tetapi juga pada dampak nyata bagi masyarakat.
Dengan sinergi antara pemerintah dan petani, optimasi lahan diharapkan menjadi gerakan bersama untuk menjaga masa depan pangan Indonesia, dimulai dari Jember. (ima)