Tak Bisa ke Puskesmas, Nakes Datangi Rumah Warga Lewat Home Care
- 20 Juli 2026
- Dibaca 27 Kali
Bagikan Via:
Tak Bisa ke Puskesmas, Nakes Datangi Rumah Warga Lewat Home Care
JEMBER, 20 JULI 2026 – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember memastikan tidak ada warga yang kehilangan akses layanan kesehatan hanya karena keterbatasan fisik, usia, maupun kondisi ekonomi. Komitmen tersebut diwujudkan melalui program Home Care yang memungkinkan tenaga kesehatan mendatangi langsung rumah pasien yang membutuhkan.
Bupati Jember Muhammad Fawait menegaskan, pola pelayanan kesehatan harus berubah dari yang semula menunggu pasien datang menjadi aktif menjangkau masyarakat. Menurutnya, masih banyak warga yang kesulitan mengakses puskesmas atau rumah sakit karena faktor jarak, biaya transportasi, hingga kondisi kesehatan yang tidak memungkinkan bepergian.
“Pemerintah harus hadir mendatangi masyarakat yang membutuhkan. Tidak boleh ada warga yang tidak mendapatkan pelayanan kesehatan hanya karena tidak mampu datang ke fasilitas kesehatan,” ujarnya saat kegiatan Proguse Update di Lapangan SMP Negeri 1 Jember, Jumat 17 Juli 2026.
Melalui program Home Care, tenaga kesehatan dari puskesmas akan melakukan kunjungan langsung ke rumah warga. Sasaran utamanya adalah masyarakat miskin, lanjut usia, penyandang disabilitas, serta pasien dengan keterbatasan mobilitas.
Dalam kunjungan tersebut, petugas kesehatan akan melakukan pemeriksaan kondisi pasien, pemantauan kesehatan, pemberian terapi sesuai kebutuhan, hingga edukasi kepada keluarga. Jika ditemukan kondisi yang memerlukan penanganan lebih lanjut, pasien akan segera dirujuk ke fasilitas kesehatan yang memiliki layanan lebih lengkap.
Fawait menjelaskan, program tersebut merupakan bagian dari upaya menghadirkan layanan kesehatan yang lebih inklusif dan merata. Pemerintah daerah ingin memastikan kelompok rentan memperoleh pelayanan yang sama dengan masyarakat lainnya tanpa terkendala akses.
Selain layanan kunjungan rumah, Pemkab Jember juga menyiapkan sistem telemedicine yang memungkinkan masyarakat berkonsultasi dengan tenaga medis secara daring. Layanan tersebut diharapkan menjadi solusi bagi warga yang berada di wilayah dengan akses kesehatan terbatas maupun pasien yang membutuhkan konsultasi awal secara cepat.
Menurut Fawait, kombinasi Home Care dan telemedicine akan memperkuat sistem pelayanan kesehatan daerah sekaligus mempercepat penanganan pasien. Dengan cara tersebut, masyarakat tidak hanya memperoleh kemudahan akses, tetapi juga kepastian mendapatkan layanan medis secara tepat waktu.
Camat Sumbersari Deni Hadiatullah menyatakan pihaknya siap mendukung pelaksanaan program tersebut melalui koordinasi dengan kelurahan, puskesmas, dan perangkat wilayah. Menurut dia, Home Care menjadi langkah konkret mendekatkan pelayanan pemerintah kepada masyarakat.
“Ini bentuk pelayanan yang lebih humanis karena pemerintah hadir langsung di tengah masyarakat yang membutuhkan,” katanya.
Melalui program tersebut, Pemkab Jember berharap angka keterlambatan penanganan pasien dapat ditekan, pemerataan akses kesehatan semakin meningkat, serta kualitas hidup masyarakat, khususnya kelompok rentan, dapat terus membaik.