logo ppid jember kim
Oleh : Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah, dan Perdagangan

Tak Cukup Bangunan Rampung, Bendahara KDKMP Jember Digembleng Kelola Keuangan secara Akuntabel

  • 19 Oktober 2026
  • Dibaca 25 Kali
Bagikan Via:
tak-cukup-bangunan-rampung-bendahara-kdkmp-jember-digembleng-kelola-keuangan-secara-akuntabel-20261021

Tak Cukup Bangunan Rampung, Bendahara KDKMP Jember Digembleng Kelola Keuangan secara Akuntabel

JEMBER, 19 OKTOBER 2026 - Pembangunan fisik Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) yang mendekati penyelesaian perlu diimbangi dengan kesiapan sumber daya manusia. Sebab, bangunan yang berdiri kokoh tidak serta-merta menjamin koperasi mampu beroperasi secara profesional. Pengelolaan keuangan yang tertib, transparan, dan akuntabel menjadi salah satu faktor penting untuk menjaga keberlangsungan usaha koperasi.

Atas dasar itu, Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah, dan Perdagangan (Diskopumdag) Kabupaten Jember mulai melaksanakan Pelatihan dan Sertifikasi Bendahara KDKMP Angkatan III mulai tanggal 19-22 Oktober 2026. Kegiatan ini bertujuan mempersiapkan pengelola keuangan koperasi agar memiliki kompetensi sesuai dengan tanggung jawabnya.

Pelatihan tersebut tidak hanya menitikberatkan pada kemampuan mencatat transaksi, tetapi juga pemahaman tata kelola keuangan, ketelitian administrasi, serta penerapan prinsip pertanggungjawaban dalam pengelolaan dana koperasi.

Kepala Diskopumdag Kabupaten Jember, Dra. Sartini, M.M., menyampaikan bahwa peserta pelatihan harus berasal dari KDKMP yang pembangunan gerainya telah mencapai 100 persen atau minimal 75 persen.

“Jadi, syarat untuk menjadi peserta hari ini adalah gerai KDKMP sudah mencapai 75–100 persen pembangunannya. Bisa dipastikan, yang ada di ruangan ini sudah memenuhi kriteria tersebut,” ujarnya dalam sambutan.

Persyaratan itu menunjukkan bahwa pengembangan KDKMP tidak cukup hanya berorientasi pada penyelesaian pembangunan fisik. Seiring dengan kemajuan pembangunan gerai, kesiapan operasional juga perlu dipersiapkan agar fasilitas yang tersedia dapat segera dimanfaatkan untuk mendukung kegiatan usaha koperasi.

Dalam praktiknya, pengelolaan keuangan membutuhkan ketelitian, konsistensi, pemahaman prosedur, serta kemampuan menyajikan informasi sebagai dasar pengambilan keputusan. Setiap transaksi harus dicatat dengan jelas, setiap pengeluaran didukung bukti yang sesuai, dan setiap penerimaan dapat ditelusuri. Kondisi keuangan juga perlu disajikan secara sistematis agar mudah dipahami oleh pihak-pihak yang berkepentingan.

Bagi koperasi, ketertiban administrasi keuangan berkaitan erat dengan kepercayaan anggota dan keberlangsungan usaha bersama. Kesalahan pencatatan yang tampak sederhana dapat memicu persoalan ketika data digunakan untuk menyusun laporan keuangan, mengevaluasi kegiatan usaha, atau menentukan kebijakan berikutnya.

Karena itu, Pelatihan dan Sertifikasi Bendahara KDKMP Angkatan III menjadi salah satu langkah untuk memperkuat tata kelola koperasi sejak tahap persiapan operasional. Kompetensi bendahara tidak hanya diukur dari kemampuannya menghitung saldo, tetapi juga dari kecakapannya menjaga ketertiban administrasi, menyusun laporan, serta memastikan setiap transaksi dapat dipertanggungjawabkan.

Dengan pengelolaan keuangan yang profesional, KDKMP diharapkan tidak sekadar memiliki bangunan dan fasilitas yang memadai, tetapi juga mampu menjalankan usaha secara tertib, transparan, dan berkelanjutan. (hna)

Galeri Foto