Tanah Longsor Ancam Pengguna Jalan di Curahmanis Silo, BPBD Lakukan Asesmen dan Penanganan Sementara
- 20 Februari 2026
- Dibaca 293 Kali
Bagikan Via:
Tanah Longsor Ancam Pengguna Jalan di Curahmanis Silo, BPBD Lakukan Asesmen dan Penanganan Sementara
Tanah longsor terjadi di RT/RW 002/001 Dusun Curahmanis, Desa Sidomulyo, Kecamatan Silo, Kabupaten Jember, pada Rabu, 18 Februari 2026. Kejadian tersebut dilaporkan warga karena dinilai membahayakan pengguna jalan desa yang melintas di lokasi tersebut. Longsoran berada di sepadan sungai yang berbatasan langsung dengan badan jalan, sehingga berpotensi menyebabkan kecelakaan apabila tidak segera ditangani. Menindaklanjuti laporan tersebut, BPBD Kabupaten Jember langsung melakukan asesmen pada pukul 19.00 WIB untuk memastikan kondisi dan tingkat risiko di lapangan.
Berdasarkan hasil asesmen, longsoran tanah memiliki ukuran kurang lebih 5 x 4 meter. Selain itu, terdapat potensi longsor susulan dengan dimensi sekitar 20 x 5 meter di sepanjang tepi sungai yang berada di pinggir jalan desa. Kondisi tanah yang labil dan terkikis arus sungai meningkatkan risiko pelebaran longsoran, terutama apabila terjadi hujan dengan intensitas tinggi. Situasi ini menjadi perhatian serius karena jalur tersebut merupakan akses masyarakat setempat dalam beraktivitas sehari-hari.
Kronologis kejadian dipicu oleh hujan lebat yang terjadi pada 13 Februari 2026 sejak pukul 12.00 WIB hingga 23.00 WIB. Intensitas hujan yang tinggi menyebabkan debit arus sungai meningkat secara signifikan dan menggerus tanah di sepadan sungai. Selain itu, luapan dari saluran drainase yang meluap ke jalan turut memperparah kondisi tanah hingga akhirnya terjadi longsor. Kombinasi antara tanah yang jenuh air dan gerusan arus sungai menjadi faktor utama penyebab terjadinya longsoran di lokasi tersebut.
Sebagai langkah penanganan awal, BPBD Kabupaten Jember melakukan asesmen menyeluruh serta berkoordinasi dengan Ketua RT dan warga setempat. Petugas memasang rambu pembatas antara titik longsoran dan badan jalan guna mengurangi risiko bagi pengguna jalan. Longsoran juga ditutup sementara menggunakan dua lembar terpal ukuran 4 x 6 meter untuk meminimalisasi rembesan air hujan yang dapat memperluas area longsor. Setelah kegiatan dokumentasi dan penanganan sementara selesai, tim kembali ke mako pada pukul 17.30 WIB.
Hingga saat ini, lokasi longsor belum mendapatkan perbaikan permanen dan masih memerlukan penanganan lanjutan dari dinas terkait. BPBD mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan serta berhati-hati saat melintas di sekitar lokasi, terutama saat turun hujan. Rekomendasi juga disampaikan agar laporan diteruskan kepada instansi teknis guna dilakukan penanganan pascakejadian secara menyeluruh. Unsur yang terlibat dalam kegiatan ini antara lain BPBD Kabupaten Jember, Ketua RT, serta warga setempat yang turut membantu dalam proses penanganan awal.