logo ppid jember kim
Oleh : Kecamatan Bangsalsari

Targetkan PAD Jember Tembus Rp1,6 Triliun, Ini Strategi Gus Fawait

  • 26 April 2026
  • Dibaca 613 Kali
Bagikan Via:
targetkan-pad-jember-tembus-rp16-triliun-ini-strategi-gus-fawait-20260426

Targetkan PAD Jember Tembus Rp1,6 Triliun, Ini Strategi Gus Fawait

JEMBER, 26 APRIL 2026 - Pemerintah Kabupaten Jember menargetkan lonjakan besar Pendapatan Asli Daerah (PAD) hingga mencapai kisaran Rp1,3 triliun sampai Rp1,6 triliun pada akhir tahun 2026. Target ambisius tersebut disampaikan Bupati Jember, Muhammad Fawait, dalam agenda Pro Guse (Program dan Progres Gus Bupati) yang digelar di RSD dr. Soebandi pada Kamis malam, 23 April 2026.

Dalam forum transparansi pemerintahan yang dihadiri OPD dan Forkopimda tersebut, Gus Fawait memaparkan bahwa salah satu sektor utama yang diproyeksikan menjadi penopang peningkatan PAD Kabupaten Jember adalah sektor kesehatan, khususnya melalui penguatan layanan rumah sakit daerah.

Menurutnya, kebangkitan layanan kesehatan di Jember selama satu tahun terakhir mulai menunjukkan dampak signifikan terhadap meningkatnya kepercayaan masyarakat, baik dari warga Jember maupun masyarakat luar daerah.

“Pendapatan yang tadi ditanyakan salah satu yang menopang adalah sektor kesehatan. Karena kita melihat kebangkitan Rumah Sakit Soebandi selama setahun ini memberikan dampak yang luar biasa,” ujar Gus Fawait.

Ia menjelaskan bahwa peningkatan kualitas layanan di rumah sakit daerah semakin terasa setelah diterapkannya program Universal Health Coverage (UHC) prioritas. Program tersebut dinilai berhasil meningkatkan akses pelayanan kesehatan masyarakat sekaligus mendongkrak kepercayaan publik terhadap fasilitas kesehatan milik pemerintah daerah.

Tidak hanya warga Jember, pasien dari berbagai daerah di luar Kabupaten Jember kini mulai berdatangan untuk mendapatkan layanan kesehatan di rumah sakit daerah Jember, terutama di RSD dr. Soebandi.

“Tadi di sebelah kamar saya ada pasien dari Kabupaten Situbondo, ada juga yang baru datang dari Kabupaten Bondowoso. Artinya, Soebandi menjadi salah satu daya pikat bagi warga luar Jember untuk mendapatkan pelayanan kesehatan yang baik,” ungkapnya.

Fenomena meningkatnya pasien luar daerah tersebut dinilai menjadi peluang besar bagi Kabupaten Jember untuk mengembangkan sektor kesehatan sebagai sumber pertumbuhan ekonomi baru. Gus Fawait bahkan menyinggung keberhasilan wilayah di Malaysia yang berkembang pesat melalui konsep wisata medis.

Ia mencontohkan kawasan Penang yang dikenal maju karena berhasil mengembangkan layanan kesehatan sebagai daya tarik utama bagi masyarakat dari berbagai wilayah dan negara.

“Kalau kita lihat salah satu wilayah di Malaysia yaitu Penang, hari ini melesat karena mereka maju di wisata medis,” katanya.

Terinspirasi dari konsep tersebut, Pemkab Jember mulai menyiapkan arah pembangunan daerah berbasis berbagai sektor unggulan, mulai dari wisata alam, wisata kota, wisata pendidikan, hingga wisata kesehatan.

Gus Fawait menyebut sektor wisata kota juga terus berkembang dengan hadirnya berbagai pusat aktivitas ekonomi dan hiburan modern seperti Jember Fashion Carnaval Center atau JFC. Di sisi lain, sektor pendidikan juga diproyeksikan menjadi kekuatan baru karena RSD dr. Soebandi kini ditunjuk sebagai rumah sakit hospital base yang mendukung pengembangan pendidikan kedokteran dan kesehatan.

Menurutnya, penguatan sektor-sektor tersebut akan saling terhubung dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah sekaligus meningkatkan PAD Kabupaten Jember secara signifikan dalam beberapa tahun ke depan.

“Kami mohon doa mudah-mudahan wisata alam berkembang dengan baik, wisata kota berkembang, wisata pendidikan juga berkembang, dan wisata kesehatan semakin maju sehingga PAD kita bisa melesat sesuai target,” ujarnya.

Target peningkatan PAD tersebut muncul setelah Pemerintah Kabupaten Jember mencatat kenaikan pendapatan daerah hingga 36 persen meski tanpa menaikkan pajak daerah seperti terjadi dibeberapa daerah lainnya. Capaian itu sebelumnya dipaparkan dalam agenda Penyampaian Nota Pengantar LKPJ Bupati Jember Tahun Anggaran 2025 yang digelar pada 31 Maret 2026.

Kenaikan pendapatan tersebut menjadi sinyal positif bagi Pemkab Jember untuk terus memperluas sumber-sumber pendapatan daerah di luar sektor konvensional. Pemerintah daerah kini tidak hanya mengandalkan pajak dan retribusi semata, tetapi juga mulai mengembangkan potensi ekonomi berbasis pelayanan publik dan sektor strategis yang memiliki daya tarik regional.

Dengan strategi tersebut, Pemkab Jember optimistis mampu membawa daerah menjadi salah satu pusat pertumbuhan ekonomi baru di wilayah tapal kuda Jawa Timur, terutama melalui penguatan sektor kesehatan yang kini mulai dilirik masyarakat luar daerah sebagai tujuan layanan medis berkualitas. (yun)

Galeri Foto