Tasyakuran dan Peresmian Jembatan Merah Putih Presisi, Akses Vital Warga Tempurejo Kembali Terhubung
- 05 Mei 2026
- Dibaca 178 Kali
Bagikan Via:
Tasyakuran dan Peresmian Jembatan Merah Putih Presisi, Akses Vital Warga Tempurejo Kembali Terhubung
JEMBER, 05 MEI 2026 – Suasana haru dan penuh syukur menyelimuti masyarakat Dusun Mandilis, Desa Sanenrejo, Kecamatan Tempurejo, pada Selasa 05 Mei 2026. Jembatan “Merah Putih Presisi” yang menjadi akses utama penghubung Dusun Mandilis dengan Dusun Baban, Desa Mulyorejo, Kecamatan Silo, telah diresmikan oleh Kapolres Jember, AKBP Bobby A. Condroputra, S.H., S.I.K., M.Si.
Peresmian ini menjadi momentum penting bagi warga setempat. Sebelumnya, jembatan tersebut roboh akibat diterjang banjir, sehingga memutus akses vital masyarakat. Kondisi tersebut sempat menyulitkan aktivitas sehari-hari, terutama bagi anak-anak sekolah dan warga yang bekerja.
Kapolres Jember dalam sambutannya menyampaikan bahwa pembangunan jembatan ini merupakan tindak lanjut dari arahan pimpinan Polri.
“Kami mendapat perintah dari Bapak Kapolri untuk membantu pembangunan jembatan bagi masyarakat yang membutuhkan. Alhamdulillah, hari ini bisa terwujud di Kecamatan Tempurejo. Semoga jembatan ini memberikan manfaat besar bagi warga,” ujarnya.
Pembangunan jembatan ini merupakan hasil sinergi antara Polres Jember, Pemerintah Kabupaten Jember, pemerintah desa, serta partisipasi aktif masyarakat. Proses pengerjaan pun terbilang cepat, yakni hanya dalam waktu sekitar 10 hari hingga akhirnya dapat digunakan kembali.
Camat Tempurejo Muhammad Najmul Huda S.STP., M.Si yang turut hadir dalam kegiatan tersebut menyampaikan apresiasi atas kolaborasi semua pihak. Ia menilai, kebersamaan antara pemerintah dan masyarakat menjadi kunci keberhasilan pembangunan ini.
“Kami sangat mengapresiasi sinergi antara Polres Jember, Pemkab Jember, pemerintah desa, dan masyarakat yang telah bahu-membahu membangun jembatan ini,” ungkapnya.
Sebelum jembatan ini dibangun kembali, warga terpaksa menggunakan getek (rakit tradisional) untuk menyeberangi sungai. Kondisi tersebut tidak hanya berisiko, tetapi juga menghambat aktivitas, terutama bagi pelajar sekolah dasar.
Salah satu warga Dusun Mandilis, Agus Miseri, mengungkapkan rasa terima kasihnya atas pembangunan jembatan tersebut.
“Kami sangat berterima kasih. Sekarang kalau mau bekerja, bertani, atau mencari rumput jadi lebih mudah. Dulu harus naik getek, sekarang sudah bisa lewat jembatan dengan aman,” tuturnya.
Dengan diresmikannya Jembatan Merah Putih Presisi ini, diharapkan mobilitas warga kembali lancar, serta dapat meningkatkan aktivitas ekonomi, pendidikan, dan kesejahteraan masyarakat di wilayah Tempurejo dan sekitarnya.