logo ppid jember kim
Oleh : Kecamatan Sumbersari

Tegalgede Matangkan Persiapan Karnaval Budaya 2026, Panitia Tegaskan Sejumlah Larangan

  • 12 Oktober 2026
  • Dibaca 44 Kali
Bagikan Via:
tegalgede-matangkan-persiapan-karnaval-budaya-2026-panitia-tegaskan-sejumlah-larangan-20261012

Tegalgede Matangkan Persiapan Karnaval Budaya 2026, Panitia Tegaskan Sejumlah Larangan

JEMBER, 12 OKTOBER 2026 – Persiapan Karnaval Budaya Kelurahan Tegalgede, Kecamatan Sumbersari, Kabupaten Jember, memasuki tahap akhir. Panitia menggelar rapat teknis di Pendopo Kelurahan Tegalgede, Minggu, 11 Oktober 2026 malam, untuk mematangkan persiapan sekaligus menyamakan pemahaman peserta terkait aturan dan tata tertib pelaksanaan.

Karnaval dijadwalkan berlangsung Sabtu. 17 Oktober 2026 dengan melibatkan ratusan peserta. Kegiatan ini menjadi ruang bagi masyarakat menampilkan kreativitas seni dan budaya sekaligus menanamkan nilai-nilai kebangsaan melalui budaya. Karnaval juga digelar dalam rangka memperingati HUT ke-81 Republik Indonesia.

Dalam rapat tersebut, panitia menyampaikan sejumlah ketentuan yang wajib dipatuhi peserta maupun supporter. Salah satunya larangan menggunakan truk sebagai kendaraan untuk membawa sound system atau pengeras suara. Peserta diminta menyesuaikan perlengkapan dengan ketentuan teknis yang telah disepakati.

Panitia juga melarang penggunaan pakaian adat Papua. Selain itu, peserta tidak diperbolehkan membawa atau menggunakan atribut partai politik dari partai mana pun.

Larangan serupa berlaku untuk atribut perguruan silat maupun atribut yang bernuansa pencak silat. Ketentuan tersebut diterapkan agar pelaksanaan karnaval tetap fokus pada seni, budaya, kreativitas dan kebersamaan warga.

Dari sisi kostum, peserta, khususnya penari, diwajibkan mengenakan pakaian yang rapi dan sopan. Panitia juga menegaskan larangan membawa maupun mengonsumsi minuman keras atau minuman beralkohol bagi peserta dan supporter.

Lurah Tegalgede Shierley Aisyah, ST, MM, mengatakan rapat teknis menjadi langkah penting untuk memastikan seluruh peserta memahami aturan sebelum hari pelaksanaan.

“Kami ingin karnaval ini menjadi ruang bagi masyarakat untuk menunjukkan kreativitas budaya sekaligus menanamkan nilai-nilai kebangsaan. Karena itu, seluruh peserta perlu memahami dan menaati aturan agar kegiatan berjalan tertib, aman dan nyaman,” ujar Shierley.

Sementara itu, panitia Dodit mengatakan seluruh ketentuan disampaikan lebih awal untuk mencegah kesalahpahaman saat karnaval berlangsung.

“Semua ketentuan kami sampaikan dalam rapat teknis supaya peserta memiliki pemahaman yang sama. Mulai sound system, kostum, atribut, hingga larangan membawa minuman keras harus menjadi perhatian bersama,” kata Dodit.

Panitia berharap setiap kelompok peserta dan supporter turut menjaga ketertiban. Dengan begitu, Karnaval Budaya Tegalgede tidak hanya berlangsung meriah, tetapi juga menjadi momentum memperkuat persatuan warga melalui keberagaman seni dan budaya.

Dengan persiapan yang terus dimatangkan, Karnaval Budaya Tegalgede 2026 ditargetkan menjadi perayaan HUT ke-81 RI yang meriah, tertib dan aman, sekaligus membawa pesan kebangsaan melalui kreativitas masyarakat. (sar)

Galeri Foto