Teknologi Pakan Hijauan dan Program Red Brahman, Kelompok Ternak Agrapana Siap Tingkatkan Produktivitas Sapi Potong
- 14 Juli 2026
- Dibaca 15 Kali
Bagikan Via:
Teknologi Pakan Hijauan dan Program Red Brahman, Kelompok Ternak Agrapana Siap Tingkatkan Produktivitas Sapi Potong
Jember, 13 Juli 2026 – Dinas Ketahanan Pangan, Peternakan, dan Perikanan (DKPPP) melalui Bidang Peternakan melaksanakan kegiatan Pembinaan Peternakan bagi Kelompok Ternak Agrapana di Dusun Krajan, Desa Wonorejo, Kecamatan Kencong, pada Senin 13 Juli. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kapasitas peternak dalam pengelolaan pakan ternak sekaligus memperkenalkan Program Introduksi Red Brahman sebagai upaya peningkatan mutu genetik sapi potong.
Kegiatan yang berlangsung di Rumah Kelompok Ternak Agrapana tersebut dihadiri oleh tim Bidang Peternakan yang terdiri dari drh. Elok Kristanti, Ir. Purwoto, S.Pt., Tri Wahyu Birawandi, Hairul Anwar, A.Md., Norma Amalia Islami, S.Tr.Pt., Amelia Rahmawati Santoso, S.Pt., Zerlina Arisanti, S.Pt., dan Andri Munirul Eywan, S.P. Turut hadir pula drh. Astalia Zuanita dari Puskeswan Kencong serta Penyuluh Pertanian Fikang Sulaksono Ardi.
Pada sesi pertama, peserta mendapatkan pembekalan mengenai teknologi pengolahan pakan hijauan. Materi yang disampaikan meliputi tahapan persiapan bahan baku, proses pencacahan, penambahan bahan pendukung seperti starter atau molases apabila diperlukan, proses fermentasi, hingga teknik penyimpanan hasil olahan. Melalui penerapan teknologi tersebut, peternak diharapkan mampu menyediakan pakan yang lebih efisien, berkualitas, serta memiliki daya simpan lebih lama sehingga mampu mendukung produktivitas ternak sepanjang tahun.
Selanjutnya, kegiatan dilanjutkan dengan sesi diskusi interaktif untuk mengidentifikasi berbagai kendala yang dihadapi peternak di lapangan. Beberapa permasalahan yang mengemuka antara lain keterbatasan hijauan pakan saat musim kemarau, tingginya biaya pakan, serta belum optimalnya pemanfaatan limbah pertanian sebagai sumber pakan alternatif. Berbagai solusi teknis kemudian dibahas bersama agar dapat diterapkan sesuai dengan kondisi wilayah dan kemampuan kelompok ternak.
Selain pembinaan pakan, tim juga memaparkan Program Introduksi Red Brahman sebagai strategi peningkatan mutu genetik sapi potong. Dalam pemaparan tersebut dijelaskan bahwa sapi Red Brahman memiliki sejumlah keunggulan, di antaranya pertumbuhan yang cepat, kemampuan beradaptasi dengan baik terhadap iklim tropis, ketahanan terhadap penyakit, efisiensi pemanfaatan pakan, serta potensi menghasilkan bobot badan yang lebih tinggi. Tim juga menjelaskan mekanisme pelaksanaan program, tujuan, manfaat bagi peternak, serta peran aktif kelompok dalam mendukung keberhasilan implementasinya.
Mewakili Dinas Ketahanan Pangan, Peternakan, dan Perikanan (DKPPP) Kabupaten Jember, drh. Elok Kristanti menyampaikan bahwa pembinaan semacam ini menjadi langkah penting dalam memperkuat kapasitas peternak di tingkat kelompok.
“Peningkatan produktivitas peternakan tidak hanya ditentukan oleh kualitas bibit, tetapi juga didukung oleh manajemen pakan yang baik. Melalui teknologi pengolahan hijauan dan Program Introduksi Red Brahman, kami berharap peternak mampu meningkatkan efisiensi usaha sekaligus menghasilkan ternak yang lebih berkualitas,” ujar drh. Elok Kristanti.
Di akhir kegiatan, Kelompok Ternak Agrapana menyampaikan harapannya agar pendampingan dari Dinas Ketahanan Pangan, Peternakan, dan Perikanan dapat dilaksanakan secara rutin. Pendampingan berkelanjutan dinilai penting untuk mendukung peningkatan mutu genetik ternak, memperkuat penerapan teknologi di lapangan, serta meningkatkan kesejahteraan peternak di Desa Wonorejo.
Melalui kegiatan pembinaan ini, diharapkan sinergi antara pemerintah daerah, tenaga teknis, penyuluh, dan kelompok ternak semakin kuat dalam mewujudkan usaha peternakan sapi potong yang lebih produktif, berdaya saing, dan berkelanjutan. (div)