Pendamping PKH Jelbuk Data Tiga Calon Siswa Sekolah Rakyat, Satu Anak Terkendala Administrasi Kependudukan
- 21 Juli 2026
- Dibaca 15 Kali
Bagikan Via:
Pendamping PKH Jelbuk Data Tiga Calon Siswa Sekolah Rakyat, Satu Anak Terkendala Administrasi Kependudukan
JEMBER, 21 JULI 2026 – Upaya menghadirkan akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga rentan terus dilakukan di Kecamatan Jelbuk. Pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) Kecamatan Jelbuk melakukan pendataan calon peserta didik Program Sekolah Rakyat jenjang Sekolah Dasar (SD). Hingga saat ini, tercatat tiga calon siswa (casis) yang diusulkan mengikuti program tersebut Selasa, 21 Juli 2026.
Ketiga calon siswa berasal dari Dusun Sumber Candik, Kecamatan Jelbuk, Kabupaten Jember. Mereka merupakan anak-anak yang mengalami hambatan dalam mengakses pendidikan sehingga membutuhkan perhatian dan dukungan berbagai pihak.
Calon siswa pertama adalah Muhammad Akbar (13), warga RT 5 Dusun Sumber Candik. Ia diketahui putus sekolah saat duduk di kelas V Madrasah Ibtidaiyah (MI). Sementara itu, Muhammad Ali Yasin (11), warga RT 6 Dusun Sumber Candik, telah putus sekolah sejak kelas III.
Adapun calon siswa ketiga, Malik (9), hingga kini belum pernah mengenyam pendidikan formal. Berdasarkan hasil pendataan, Malik masih menghadapi kendala administrasi kependudukan. Orang tuanya belum memiliki Kartu Keluarga (KK), sedangkan Malik belum memiliki akta kelahiran. Kondisi tersebut menjadi tantangan tersendiri karena dokumen administrasi merupakan salah satu syarat penting dalam proses layanan pendidikan.
Pendamping PKH Kecamatan Jelbuk, Reza Fathul Muttaqin Ibnu Ahmad, S.Pd., mengatakan bahwa pendataan dilakukan sebagai bentuk ikhtiar memastikan tidak ada anak yang kehilangan kesempatan memperoleh pendidikan hanya karena keterbatasan ekonomi maupun persoalan administrasi.
"Kami berupaya menjangkau anak-anak yang selama ini putus sekolah atau bahkan belum pernah mengenyam pendidikan. Pendataan ini bukan sekadar mencatat nama, tetapi memastikan mereka mendapatkan haknya untuk bersekolah dan memiliki masa depan yang lebih baik," ujarnya.
Menurut Reza, kondisi Malik menjadi perhatian khusus karena persoalan administrasi kependudukan tidak hanya berdampak pada akses pendidikan, tetapi juga terhadap layanan dasar lainnya.
"Kami berharap ada dukungan dan kolaborasi dari pemerintah desa, kecamatan, instansi terkait, serta masyarakat agar proses penerbitan dokumen kependudukan Malik dapat segera diselesaikan. Dengan begitu, ia dapat mengikuti Program Sekolah Rakyat tanpa terkendala persyaratan administrasi," katanya.
Reza menambahkan, Program Sekolah Rakyat membuka harapan baru bagi anak-anak yang selama ini berada dalam kondisi rentan. Menurutnya, pendidikan menjadi jalan penting untuk memutus mata rantai kemiskinan antargenerasi.
"Setiap anak memiliki potensi yang sama untuk berhasil. Tugas kita bersama adalah membuka jalan agar mereka memperoleh kesempatan belajar yang layak. Kami optimistis Program Sekolah Rakyat dapat menjadi titik awal perubahan kehidupan mereka," tuturnya.
Sementara itu, Sekretaris Kecamatan (Sekcam) Jelbuk, Ishak, S.H., M.H., menyampaikan bahwa Program Sekolah Rakyat merupakan bentuk nyata kehadiran negara dalam memberikan akses pendidikan kepada anak-anak dari keluarga kurang mampu maupun mereka yang mengalami putus sekolah.
"Program Sekolah Rakyat hadir sebagai jawaban negara dalam memberikan kesempatan pendidikan yang layak bagi anak-anak. Fasilitas yang diberikan berupa asrama gratis, makan tiga kali sehari, serta seragam sekolah lengkap. Program ini bertujuan memutus rantai kemiskinan melalui pendidikan sehingga anak-anak memiliki masa depan yang lebih baik," ujarnya.
Menurut Ishak, keberhasilan Program Sekolah Rakyat memerlukan sinergi seluruh pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah daerah, pemerintah desa, pendamping sosial, hingga masyarakat. Dukungan tersebut tidak hanya dalam proses pendataan, tetapi juga dalam penyelesaian berbagai kendala yang dihadapi calon peserta didik, termasuk kelengkapan administrasi kependudukan.
Ia menegaskan bahwa Program Sekolah Rakyat merupakan bagian dari program prioritas Presiden Republik Indonesia yang mendapat dukungan penuh dari Pemerintah Kabupaten Jember di bawah kepemimpinan Bupati Muhammad Fawait. Melalui kolaborasi lintas sektor, pemerintah daerah berkomitmen memperluas akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga miskin dan rentan sebagai bagian dari upaya mewujudkan visi Jember Baru, Jember Maju.
Dengan hadirnya Program Sekolah Rakyat, diharapkan semakin banyak anak yang sebelumnya terhambat mengakses pendidikan dapat kembali bersekolah. Pemerintah bersama para pendamping sosial berharap tidak ada lagi anak yang kehilangan masa depan hanya karena persoalan ekonomi maupun administrasi, sebab setiap anak berhak memperoleh pendidikan yang layak sebagai bekal untuk mengubah kualitas hidupnya. (ama)