logo ppid jember kim
Oleh : Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan Dan Perlindungan Anak

Siswa SRT Jember Sakit? Gus Fawait: Langsung ke RS, Gratis Ditanggung Pemerintah!

  • 10 Juli 2026
  • Dibaca 22 Kali
Bagikan Via:
siswa-srt-jember-sakit-gus-fawait-langsung-ke-rs-gratis-ditanggung-pemerintah-20260711

Siswa SRT Jember Sakit? Gus Fawait: Langsung ke RS, Gratis Ditanggung Pemerintah!

JEMBER, 10 JULI 2026 - Sekolah Rakyat Terpadu (SRT) 6 Jember hadir sebagai solusi pendidikan gratis bagi anak-anak dari keluarga miskin ekstrem, namun proses seleksinya tidak main-main. Kepala SRT 6 Jember, Kartika Sari Dewi, S.Pd., M.TESOL., menjelaskan seluruh biaya pendidikan, tempat tinggal di asrama, hingga kebutuhan sehari-hari siswa ditanggung penuh oleh negara, khusus bagi anak dari keluarga desil satu dan dua yang selama ini kesulitan mengakses pendidikan layak.

Meski gratis, Kartika menegaskan penerimaan siswa tetap melalui seleksi ketat, khususnya dari sisi kesehatan dan psikologi, mengingat siswa akan tinggal bersama di asrama selama 24 jam. "Hal ini karena siswa hidup di asrama, 24 jam mereka berinteraksi, sehingga sangat tidak boleh ada siswa yang memiliki riwayat penyakit menular," ujar Kartika, Kamis 09 Juli 2026.

Bupati Kabupaten Jember, Dr. Muhammad Fawait, S.E., M.Sc., menegaskan bahwa seluruh siswa Sekolah Rakyat yang mengalami kendala kesehatan tidak perlu khawatir, karena Pemerintah Kabupaten Jember telah menjamin akses layanan kesehatan gratis melalui program Universal Health Coverage (UHC) dan skema Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan (PBI JK).

"Soal sakit, Pemkab sudah mengcover. Kalau warga Jember, mereka nggak perlu khawatir, pokoknya kalau sakit langsung ke rumah sakit, gratis. Jadi nggak usah khawatir," ujar Gus Fawait, sapaan bupati.

Ia menjelaskan, melalui program UHC yang telah berjalan di Kabupaten Jember, seluruh warga, termasuk siswa Sekolah Rakyat yang notabene berasal dari keluarga miskin ekstrem, otomatis tercakup dalam kepesertaan PBI JK, sehingga biaya pengobatan di fasilitas kesehatan, mulai dari puskesmas hingga rumah sakit, sepenuhnya ditanggung pemerintah.

Gus Fawait juga mengungkapkan alasan pemilihan lokasi Sekolah Rakyat di kawasan Ajung, yang menurutnya sengaja dipertimbangkan dari sisi kedekatan dengan fasilitas kesehatan, meski sebagian besar siswa berasal dari desa-desa terpencil.

Untuk tahun ajaran ini, karena SRT 6 Jember pertama kali membuka jenjang SMA, pihaknya menggandeng Puskesmas Patrang untuk tes kehamilan bagi calon siswi, dan ditemukan satu siswa positif hamil sebelum resmi masuk asrama. Kini kasus tersebut sudah dalam pembinaan Dinas Sosial.

Ia berharap SK penetapan siswa segera terbit meski kuota SD belum penuh, karena SK menjadi dasar pemenuhan anggaran. Karena SRT 6 Jember menggunakan kurikulum multi exit multi entry, sekolah ini dapat menerima siswa sepanjang tahun, kapan pun ada anak putus sekolah yang telah melalui proses assessment.

Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) SRT 6 Jember berlangsung lebih panjang, 14 hingga 31 Juli, dilanjutkan matrikulasi untuk menyiapkan mental dan kemampuan dasar literasi, numerasi, serta kalistung siswa sebelum pembelajaran reguler dimulai. (rou)

Galeri Foto