logo ppid jember kim
Oleh : Kecamatan Patrang

Ubah Dapur Jadi Sumber Tabungan, Pemuda dan Tokoh Baratan Jember Edukasi Bank Sampah di Majelis Taklim

  • 05 Agustus 2026
  • Dibaca 8 Kali
Bagikan Via:
ubah-dapur-jadi-sumber-tabungan-pemuda-dan-tokoh-baratan-jember-edukasi-bank-sampah-di-majelis-taklim-20260806

Ubah Dapur Jadi Sumber Tabungan, Pemuda dan Tokoh Baratan Jember Edukasi Bank Sampah di Majelis Taklim

JEMBER, 05 AGUSTUS 2026 - Suasana hangat dan penuh kebersamaan mewarnai majelis pengajian rutin malam Kamis di Lingkungan Baratan Kecil, Kelurahan Baratan, Kecamatan Patrang, Kabupaten Jember, Rabu 05 Agustus 2026 malam. Pengajian rutin yang menjadi agenda istikamah para ibu setempat kali ini menghadirkan nuansa berbeda melalui kolaborasi aksi kepedulian lingkungan.

Di tengah kekhusyukan ibadah dan majelis ilmu, sejumlah mahasiswa memanfaatkan momentum strategis tersebut untuk menyosialisasi pengelolaan lingkungan hidup. Para mahasiswa mengenalkan sistem Bank Sampah sekaligus memberikan edukasi pentingnya pemilahan sampah dari tingkat rumah tangga.

Kegiatan yang memadukan pembinaan rohani dan kesadaran ekologis ini memantik antusiasme tinggi dari puluhan jemaah. Pemilihan forum pengajian dinilai sangat taktis karena kaum perempuan memegang peran sentral sebagai penggerak utama di dalam keluarga, sehingga edukasi pemilahan sampah dari hulu menjadi jauh lebih efektif.

Acara yang dimulai selepas salat Isya berjemaah ini diawali dengan pemaparan singkat para mahasiswa mengenai pentingnya menjaga kebersihan lingkungan sebagai bagian dari imbas keimanan. Dalam paparannya, disinggung pula persoalan peningkatan volume sampah permukiman yang membutuhkan penanganan bersama secara konsisten.

Plt. Lurah Baratan, Denny Wijiyati, S.A.P., yang hadir memantau langsung kegiatan tersebut, menyampaikan apresiasi mendalam atas inisiatif kolaboratif antara mahasiswa dan warga.

"Kami sangat mengapresiasi semangat para ibu di Baratan Kecil. Majelis taklim tidak hanya menjadi tempat memperdalam ilmu agama, tetapi juga sarana efektif membangun kepedulian sosial dan lingkungan. Melalui sosialisasi ini, kami berharap tumbuh kesadaran mengelola sampah dari rumah agar lingkungan bersih, sehat, dan bernilai ekonomis," ujar Denny.

Hal senada disampaikan Koordinator Lingkungan Baratan Kecil, Hafid Pujiarto. Menurutnya, permukiman padat penduduk membutuhkan solusi pengelolaan sampah yang praktis dan mudah diterapkan sehari-hari oleh warga.

Dalam sesi dialog, Hafid memaparkan mekanisme operasional Bank Sampah. Ia mengajak warga mulai memilah sampah organik dan anorganik langsung dari dapur rumah tangga agar tidak menimbulkan bau maupun sarang penyakit.

"Ini langkah awal yang penting. Sampah anorganik seperti botol plastik dan kertas dapat disetorkan ke bank sampah. Hasilnya, lingkungan menjadi bersih, volume sampah berkurang, dan warga memperoleh tambahan tabungan," terang Hafid.

Melalui sinergi antara nilai-nilai religius dan aksi nyata kepedulian ekologis ini, Pemerintah Kelurahan Baratan berharap program Bank Sampah di Baratan Kecil berjalan berkelanjutan. Selain menciptakan lingkungan asri, program ini ditargetkan mampu mendorong kemandirian dan kesejahteraan ekonomi warga setempat. (fzr)

Galeri Foto