logo ppid jember kim
Oleh : Kecamatan Patrang

Tiga Tahun BJLT Jemberlor Jadi Wadah Belajar Al-Qur’an dan Kajian Keagamaan Ibu-Ibu

  • 07 Mei 2026
  • Dibaca 114 Kali
Bagikan Via:
tiga-tahun-bjlt-jemberlor-jadi-wadah-belajar-al-quran-dan-kajian-keagamaan-ibu-ibu-20260508

Tiga Tahun BJLT Jemberlor Jadi Wadah Belajar Al-Qur’an dan Kajian Keagamaan Ibu-Ibu

JEMBER, 07 MEI 2026 – Suasana hangat dan penuh semangat belajar tampak di Pendopo Kelurahan Jemberlor, Kecamatan Patrang, Kamis 07 Mei 2026. Sekitar 60 ibu-ibu mengikuti pengajian rutin komunitas Bunda Jemberlor Tangguh (BJLT) yang telah berjalan selama tiga tahun bersama Tim Panjurung Kementerian Agama Kabupaten Jember.

Kegiatan yang digelar rutin setiap Kamis mulai pukul 09.00 WIB hingga selesai tersebut menjadi wadah pembelajaran agama Islam bagi masyarakat, khususnya kaum ibu di Kelurahan Jemberlor. Tidak hanya belajar membaca Al-Qur’an, peserta juga mendapatkan pembelajaran tajwid, fikih ibadah, akidah akhlak, hadis, tafsir hingga moderasi beragama.

Program BJLT dibimbing langsung oleh pengajar dari Tim Panjurung Kemenag Kabupaten Jember, di antaranya Ust. Washil Setiawan, S.Th.I, Malihatus Syafiyah, S.Th.I, dan Hj. Zulfa Insiyah, S.Ud.

Ustadz Washil Setiawan menjelaskan, BJLT merupakan wadah pembinaan bagi ibu-ibu muslimat untuk memperdalam ilmu agama sekaligus meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur’an.

“Dalam kegiatan ini kami membina ibu-ibu melalui pembelajaran baca tulis Al-Qur’an serta kajian agama Islam mulai dari aqidah, akhlak, fikih, hadis hingga tafsir. Semua materi kami akomodasi untuk menambah wawasan dan pengetahuan ibu-ibu muslimat BJLT di Jemberlor,” ujarnya.

Menurutnya, program tersebut mulai berjalan sejak tahun 2023 dan hingga kini terus mendapat sambutan positif dari masyarakat. Tujuan utama kegiatan ini adalah membantu masyarakat memahami agama lebih mendalam sekaligus menciptakan keharmonisan di lingkungan sekitar.

“Alhamdulillah antusias ibu-ibu sangat baik. Mereka bersyukur karena bisa belajar langsung kepada para ustaz dan ustazah dari Kementerian Agama,” katanya.

Perubahan kemampuan peserta juga dirasakan para pengajar. Hj. Zulfa Insiyah menyebut banyak peserta yang awalnya belum mengenal huruf hijaiyah, kini mulai lancar membaca Al-Qur’an.

“Awalnya kami mulai dari dasar sekali, mulai makharijul huruf, mengenalkan huruf hijaiyah sampai cara pelafalannya. Sekarang ibu-ibu sudah mengalami perkembangan. Ada yang sudah lancar membaca bahkan ada yang naik tingkat ke Al-Qur’an,” jelasnya.

Ia menilai semangat belajar para peserta menjadi hal luar biasa, terutama karena sebagian besar peserta merupakan ibu-ibu yang sebelumnya belum memiliki tempat belajar agama secara rutin.

Selain pembelajaran agama, BJLT juga menghadirkan kegiatan pemberdayaan dan kreativitas bagi peserta. Malihatus Syafiyah mengatakan para jamaah mendapatkan pelatihan keterampilan seperti membuat tempat tisu, membuat kue hingga memanfaatkan minyak jelantah menjadi lilin.

“Di sini mereka mendapatkan tambahan ilmu agama sekaligus kegiatan kreatif yang bermanfaat,” ujarnya.

Koordinator BJLT, Esty Wahyuni, mengaku bersyukur atas hadirnya program tersebut. Menurutnya, BJLT telah membantu banyak ibu-ibu yang sebelumnya belum bisa membaca Al-Qur’an hingga kini mulai memahami tajwid dan membaca dengan lebih baik.

“Yang tadinya tidak tahu jadi tahu. Bahkan yang belum pernah mengaji sekarang mulai bisa membaca Al-Qur’an. Sedangkan yang sudah bisa mengaji jadi semakin mendalami ilmu tajwid dan belajar membaca Al-Qur’an dengan benar,” katanya.

Dukungan penuh juga datang dari Lurah Jemberlor, Zaim Ilmi. Ia mengapresiasi kegiatan BJLT karena dinilai memberikan dampak positif bagi masyarakat.

“Kami sangat mendukung kegiatan ini karena memberikan kesempatan bagi ibu-ibu dan masyarakat sekitar untuk belajar makharijul huruf sehingga ketepatan dalam membaca Al-Qur’an maupun tajwid semakin baik,” ungkapnya.

Menurut Zaim, perkembangan peserta terlihat nyata dari waktu ke waktu. Ia berharap semakin banyak masyarakat yang ikut bergabung dalam kegiatan tersebut.

“Alhamdulillah kemampuan membaca Al-Qur’an para peserta semakin meningkat, baik dari sisi tajwid maupun pelafalan huruf hijaiyah yang lebih tepat. Harapan kami masyarakat yang ingin belajar dan memperdalam bacaan Al-Qur’an dipersilakan bergabung dalam kegiatan ini,” pungkasnya. (rus)

Galeri Foto