logo ppid jember kim
Oleh : Badan Penanggulangan Bencana Daerah

Tindak Lanjut Wadul Gus’e: Longsor Sepanjang 30 Meter Tutup Akses Warga di Sukorambi, Mitigasi Darurat Dilakukan

  • 02 Maret 2026
  • Dibaca 262 Kali
Bagikan Via:
tindak-lanjut-wadul-guse-longsor-sepanjang-30-meter-tutup-akses-warga-di-sukorambi-mitigasi-darurat-dilakukan-20260302

Tindak Lanjut Wadul Gus’e: Longsor Sepanjang 30 Meter Tutup Akses Warga di Sukorambi, Mitigasi Darurat Dilakukan

JEMBER – Tindak lanjut laporan Wadul Gus’e terkait kejadian tanah longsor dilaksanakan pada Minggu (1/3/2026) pukul 14.00 WIB di Dusun Curah Dami RT 001/RW 009 Desa Sukorambi, Kecamatan Sukorambi. Laporan ini disampaikan kepada Bupati Jember dengan tembusan kepada sejumlah instansi terkait sebagai bagian dari respons cepat penanganan bencana. Kejadian longsor sebelumnya terjadi pada Sabtu (28/2/2026) setelah hujan lebat mengguyur wilayah tersebut dalam durasi lama. Intensitas hujan yang tinggi menyebabkan kondisi tanah menjadi jenuh air dan tidak stabil.

Longsor yang terjadi memiliki dimensi cukup besar dengan tinggi sekitar 30 meter dan lebar kurang lebih 10 meter. Material tanah yang bergerak menutup akses jalan setapak yang biasa digunakan warga menuju rumah dan lahan pertanian. Meskipun tidak menimbulkan korban jiwa, kondisi ini berpotensi membahayakan apabila terjadi longsor susulan. Area terdampak berada di wilayah perbukitan sehingga memiliki tingkat kerawanan cukup tinggi saat curah hujan meningkat.

Berdasarkan laporan Wadul Gus’e, kejadian dilaporkan pada Sabtu sore. Longsor dipicu hujan deras sekitar pukul 15.30 WIB yang menyebabkan pergerakan tanah pada lereng di wilayah Curah Dami. Lokasi kejadian berada di area permukiman dan jalur akses warga sehingga memerlukan penanganan cepat. Setelah menerima laporan, tim segera melakukan koordinasi dan turun ke lokasi untuk melakukan verifikasi serta asesmen dampak.

Upaya yang dilakukan meliputi koordinasi dengan perangkat desa dan Babinsa setempat, asesmen kondisi lapangan, serta dokumentasi untuk kebutuhan pelaporan. Tim juga mendistribusikan bantuan logistik berupa tiga buah terpal untuk menutup bidang longsoran sebagai langkah antisipasi terhadap hujan susulan. Setelah memastikan penanganan awal berjalan, tim kembali ke markas komando. Unsur yang terlibat dalam kegiatan ini antara lain BPBD Kabupaten Jember, perangkat desa, Babinsa, dan warga setempat.

Kondisi terkini menunjukkan bahwa perangkat desa bersama warga telah melakukan kerja bakti dengan menanam pohon di sekitar area longsoran. Selain itu, dibuat pembatas sederhana dari bambu dan potongan ranting pohon sebagai pagar pengaman sementara. Meski demikian, kondisi tanah masih labil dan berpotensi terjadi longsor susulan apabila terjadi hujan dengan intensitas tinggi. Tiga terpal telah terpasang untuk meminimalkan infiltrasi air langsung ke bidang longsor.

Tim mitigasi merekomendasikan agar masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi longsor susulan. Disarankan pula melakukan konservasi vegetasi dengan tanaman berakar kuat seperti vetiver guna memperkuat struktur tanah. Pengurangan kemiringan lereng melalui pembuatan terasering juga menjadi salah satu solusi jangka menengah untuk mengurangi risiko erosi. Pemerintah desa direncanakan akan melaksanakan kegiatan kerja bakti lanjutan berupa penanaman pohon sebagai langkah pencegahan jangka panjang.

Galeri Foto