Dinsos PPPA Jember Kawal Sekolah Rakyat dari Open House hingga MPLS Siswa Baru
- 10 Juli 2026
- Dibaca 18 Kali
Bagikan Via:
Dinsos PPPA Jember Kawal Sekolah Rakyat dari Open House hingga MPLS Siswa Baru
JEMBER, 10 JULI 2026 – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember melalui Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (Dinsos PPPA) menyatakan kesiapan penuh dalam mengawal seluruh tahapan operasional Sekolah Rakyat. Pengawalan ini dimulai dari tahap gelar griya (open house), penerimaan siswa baru, hingga Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS).
Komitmen tersebut ditegaskan oleh Kepala Dinsos PPPA Kabupaten Jember, Akhmad Helmi Luqman, S.Sos., saat mendampingi Bupati Jember, Dr. Muhammad Fawait, S.E., M.Sc., meninjau langsung progres pembangunan Sekolah Rakyat di kawasan Stadion Jember Sport Garden, Kecamatan Ajung, Kamis sore 09 Juli 2026.
"Insyaallah, pada hari Senin, para siswa sudah mulai hadir di sekolah baru untuk mengikuti masa orientasi," ujar Helmi optimis.
Sebagai langkah taktis menghadapi tantangan pemenuhan tenaga pengajar, khususnya untuk jenjang SMA yang baru pertama kali dibuka, Dinsos PPPA telah bergerak cepat melakukan koordinasi lintas instansi. Pihaknya bersinergi dengan Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pendidikan Provinsi Jawa Timur untuk penempatan guru tamu.
Sementara itu, untuk jenjang Sekolah Dasar (SD), saat ini telah terdata sebanyak 46 anak yang siap menempuh pendidikan. Pemkab Jember juga mengerahkan para camat, kepala desa, hingga pengurus RT/RW untuk melakukan pendekatan persuasif kepada pihak keluarga. Langkah humanis ini bertujuan memberikan edukasi dan keyakinan kepada orang tua akan pentingnya masa depan anak melalui pendidikan di Sekolah Rakyat.
"Selanjutnya, kami mengerahkan relawan bersama Taruna Siaga Bencana (Tagana) dan warga sekitar untuk kerja bakti membersihkan area sekolah pada Sabtu dan Minggu ini. Fokus kami adalah memastikan lingkungan sekolah aman dan bebas dari benda tajam, sehingga hari Senin siap digunakan dengan nyaman oleh anak-anak," imbuh Helmi.
Menanggapi kebutuhan guru, Bupati Jember yang akrab disapa Gus Fawait, langsung memberikan solusi taktis dengan menginstruksikan Dinas Pendidikan untuk menugaskan sementara guru-guru dari SMP terdekat.
"Terkait SDM, saya sudah perintahkan Kepala Dinas Pendidikan untuk memetakan dan menugaskan satu atau dua guru SMP terlebih dahulu sebagai langkah awal. Jika proses di tingkat provinsi memakan waktu, Pemkab Jember sudah siap dengan solusi mandiri agar proses belajar mengajar tidak terhambat," tegas Gus Fawait hangat, yang mencairkan suasana peninjauan.
Proyek monumental Sekolah Rakyat ini ditargetkan rampung sepenuhnya pada akhir Juli 2026. Sekolah ini dirancang khusus untuk memutus rantai kemiskinan bagi anak-anak dari keluarga miskin ekstrem (kategori desil satu dan dua) mulai dari jenjang SD hingga SMA.
Tidak tanggung-tanggung, Pemkab Jember menyediakan fasilitas komprehensif dan premium demi menunjang prestasi siswa. Di antaranya gedung sekolah modern, asrama, fasilitas laptop terintegrasi untuk setiap siswa, jaminan makan gratis tiga kali sehari ditambah dua kali makanan ringan, hingga fasilitas olahraga berupa dua lapangan basket dan lapangan sepak bola berstandar internasional.
Melalui inovasi ini, Pemkab Jember siap bersinergi erat dengan Kementerian Sosial RI. Gus Fawait menginstruksikan seluruh jajaran aparatur daerah, mulai dari camat hingga lurah, untuk menyisir wilayahnya masing-masing. Targetnya jelas: memastikan tidak boleh ada lagi anak di Kabupaten Jember yang putus sekolah karena keterbatasan ekonomi. (rou)