logo ppid jember kim
Oleh : Kecamatan Patrang

TP PKK Kecamatan Patrang Perkuat Peran Ibu Melalui Program “Seni Mengisi Tangki Cinta”

  • 05 November 2026
  • Dibaca 53 Kali
Bagikan Via:
tp-pkk-kecamatan-patrang-perkuat-peran-ibu-melalui-program-seni-mengisi-tangki-cinta-20261105

TP PKK Kecamatan Patrang Perkuat Peran Ibu Melalui Program “Seni Mengisi Tangki Cinta”

JEMBER, 05 NOVEMBER 2026 – Menjadi seorang ibu merupakan perjalanan yang penuh dengan kasih sayang, tanggung jawab, sekaligus berbagai tantangan. Di tengah kesibukan mengurus keluarga dan menjalankan aktivitas sehari-hari, seorang ibu sering kali lebih mengutamakan kebutuhan orang-orang di sekitarnya dibandingkan memperhatikan kebutuhan emosional dirinya sendiri.

Berangkat dari kepedulian terhadap hal tersebut, TP PKK Kecamatan Patrang mengikuti kegiatan Seni Mengisi “Tangki Cinta” Ibu yang diselenggarakan di Pendopo Kelurahan Slawu, Kecamatan Patrang, Kabupaten Jember, Kamis 05 November 2026. Kegiatan ini diikuti para Ketua TP PKK kelurahan se-Kecamatan Patrang sebagai ruang pembelajaran untuk meningkatkan pemahaman tentang pentingnya pengelolaan emosi positif dan membangun keluarga yang lebih harmonis.

Kegiatan tersebut dihadiri Camat Patrang, Musyaffa, S.HI., M.M., serta Ketua TP PKK Kecamatan Patrang, Khulashah Syafa', S.Pd.I., M.Pd.I., yang turut mendampingi para kader selama kegiatan berlangsung.

Menghadirkan Dhylis Titian Awaly, B.Ed., CSHP, CH, CHt, CFH.Psy, CBC, CPHt, selaku Counselor and Emotional Specialist, kegiatan ini memberikan wawasan kepada peserta mengenai cara mengenali emosi negatif, memahami kebutuhan emosional diri, serta mengubah pola pikir dan respons terhadap berbagai situasi menjadi lebih positif.

Ketua TP PKK Kecamatan Patrang, Khulashah Syafa', menyampaikan bahwa kegiatan ini memiliki makna yang sangat penting bagi para ibu, khususnya kader PKK yang selama ini turut menjalankan berbagai kegiatan pemberdayaan di lingkungan keluarga dan masyarakat.

Menurutnya, seorang ibu perlu memiliki ruang untuk belajar, mengenali dirinya sendiri, serta memahami bahwa menjaga kesehatan emosional merupakan bagian penting dalam menjalankan peran sebagai seorang ibu, istri, sekaligus anggota masyarakat.

"Selama ini, seorang ibu sering kali lebih banyak mencurahkan perhatian dan energinya untuk keluarga. Mulai dari mengurus anak, mendampingi suami, hingga berbagai tanggung jawab lainnya. Terkadang kita lupa bahwa diri kita sendiri juga membutuhkan perhatian. Karena itu, melalui kegiatan ini, saya berharap para ibu dapat lebih mengenali perasaannya, belajar mengelola emosi, dan memahami bahwa mencintai diri sendiri juga merupakan bagian dari menjaga keluarga," ungkap Khulashah.

Ia juga menyampaikan bahwa kader PKK memiliki peran yang tidak hanya sebatas menjalankan program organisasi, tetapi juga menjadi bagian dari penggerak perubahan positif di tengah masyarakat. Karena itu, peningkatan wawasan dan kapasitas kader perlu terus dilakukan, termasuk dalam hal membangun komunikasi yang baik, menjaga keharmonisan keluarga, dan menumbuhkan lingkungan yang saling mendukung.

Khulashah berharap ilmu yang diperoleh dalam kegiatan tersebut dapat menjadi bekal bagi para Ketua TP PKK kelurahan untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari dan dibagikan kepada kader-kader di wilayah masing-masing.

"Harapan saya, setelah mengikuti kegiatan ini, kita semua bisa membawa pulang sesuatu yang bermanfaat, bukan hanya pengetahuan, tetapi juga kesadaran untuk lebih menghargai diri sendiri dan orang-orang di sekitar kita. Mari kita saling menguatkan, saling mendukung, dan menciptakan lingkungan keluarga yang penuh kasih sayang. Karena sebelum kita menguatkan orang lain, kita juga perlu memastikan bahwa hati kita sendiri dalam keadaan baik," tambahnya.

Melalui kegiatan Seni Mengisi “Tangki Cinta” Ibu, TP PKK Kecamatan Patrang berharap para kader semakin memiliki pemahaman tentang pentingnya keseimbangan emosional dalam kehidupan keluarga. Penguatan tersebut diharapkan menjadi langkah positif untuk membangun perempuan yang lebih percaya diri, tangguh, dan mampu menghadirkan suasana penuh cinta di lingkungan keluarga maupun masyarakat.

Lebih dari sekadar kegiatan edukasi, pertemuan ini menjadi pengingat bahwa seorang ibu juga berhak mendapatkan perhatian, dukungan, dan kebahagiaan. Sebab, ibu yang merasa dihargai dan memiliki kondisi emosional yang baik akan lebih mampu menjalankan perannya dengan penuh kesadaran, ketenangan, dan kasih sayang.

Dari ibu yang saling menguatkan, diharapkan tumbuh keluarga yang lebih bahagia. Dari keluarga yang harmonis, diharapkan lahir masyarakat yang semakin peduli dan saling menyayangi. (naf)

Galeri Foto