TP PKK Kelurahan Bintoro Gelar Sosialisasi Pengelolaan Sampah Mandiri dan Program "Kutah Mili" Sekaligus Kawal Integrasi Layanan Kesehatan Primer
- 01 Agustus 2026
- Dibaca 9 Kali
Bagikan Via:
TP PKK Kelurahan Bintoro Gelar Sosialisasi Pengelolaan Sampah Mandiri dan Program "Kutah Mili" Sekaligus Kawal Integrasi Layanan Kesehatan Primer
Semangat pemberdayaan masyarakat dan peningkatan kualitas hidup di tingkat akar rumput kembali digelorakan di Pendopo Kelurahan Bintoro, Kecamatan Patrang. Pada Jumat, 31 Juli 2026, Tim Penggerak (TP) PKK Kelurahan Bintoro menyelenggarakan pertemuan rutin strategis yang memadukan dua isu krusial: pelestarian lingkungan melalui pengelolaan sampah mandiri dan program "Kutah Mili" (Pengumpulan Minyak Jelantah), serta penyampaian tindak lanjut hasil Lokakarya Mini Lintas Sektor UPTD Puskesmas Banjarsengon.
Kegiatan yang berlangsung semarak namun khidmat ini dihadiri langsung oleh Ketua TP PKK Kelurahan Bintoro, jajaran pengurus PKK kelurahan, kader posyandu, serta unsur perangkat kelurahan. Forum ini dirancang sebagai wadah komprehensif untuk menyelaraskan gerakan sadar lingkungan rumah tangga dengan akselerasi pelayanan kesehatan primer masyarakat urban Bintoro.
Dalam sesi pertama pertemuan, fokus utama diarahkan pada isu lingkungan perkotaan yang kerap diabaikan, yakni pengelolaan limbah rumah tangga khususnya minyak goreng bekas (jelantah). Ketua TP PKK Kelurahan Bintoro, Waqiah, memaparkan secara mendalam mengenai urgensi penanganan limbah minyak jelantah yang selama ini sering dibuang sembarangan ke saluran air atau wastafel dapur.
Waqiah menjelaskan bahwa pembuangan minyak jelantah secara langsung tidak hanya merusak ekosistem tanah dan air, tetapi juga memicu terbentuknya endapan lemak padat di saluran pipa bawah tanah yang dikenal secara infrastruktur sebagai Fatberg. Akibatnya, saluran drainase kerap mengalami penyumbatan total yang berpotensi menimbulkan bau tidak sedap hingga banjir lingkungan.
"Selama ini minyak jelantah dianggap sebagai limbah tak berguna yang hanya dibuang begitu saja dan mencemari lingkungan. Melalui program 'Kutah Mili' yang bekerja sama dengan Bank Sampah Sahabat Ibu, kami ingin mengubah paradigma masyarakat bahwa limbah beracun ini dapat disulap menjadi aset berharga. Ibu-ibu PKK adalah garda terdepan di dapur, sehingga perubahan perilaku ini harus dimulai dari rumah kita masing-masing." — Waqiah, Ketua TP PKK Kelurahan Bintoro
Melalui program Kutah Mili, para kader PKK diajak untuk mengumpulkan minyak jelantah dalam wadah khusus untuk kemudian disetorkan melalui jaringan Bank Sampah. Selain mencegah kerusakan lingkungan, hasil pengumpulan minyak jelantah ini memiliki nilai ekonomis yang dapat menjadi tambahan kas kelompok atau tabungan keluarga sehat. Selain minyak jelantah, sosialisasi juga mencakup pelatihan pembuatan sabun cuci padat/cair ramah lingkungan dari bahan dasar minyak jelantah yang telah melalui proses pemurnian sederhana.
Agenda penting berikutnya dalam pertemuan tersebut adalah penyampaian sosialisasi dan hasil evaluasi dari Lokakarya Mini Tribulanan Lintas Sektor UPTD Puskesmas Patrang dan Banjarsengon yang sebelumnya telah dilangsungkan di Aula UPTD Puskesmas Banjarsengon. Pemerintah Kelurahan Bintoro menegaskan komitmen penuhnya untuk menerjemahkan hasil lokakarya tersebut menjadi aksi nyata di tingkat posyandu.
Fokus utama yang ditekankan mencakup optimalisasi program nasional Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang kini terintegrasi dalam Layanan Kesehatan Primer (ILP). Paradigma kesehatan masyarakat kini digeser secara total dari pendekatan kuratif (pengobatan) menuju preventif (pencegahan dini). Skrining massal digalakkan secara berkala guna mendeteksi potensi penyakit tidak menular (PTM) seperti hipertensi, diabetes, skrining kesehatan reproduksi bagi calon pengantin (catin) untuk pencegahan stunting sejak hulu, hingga pemantauan kesehatan jiwa bagi lansia.
Lurah Bintoro, Pairi, S.T., M.Si., saat dikonfirmasi terpisah mengenai rangkaian kegiatan hari ini, memberikan apresiasi tinggi terhadap dedikasi para kader TP PKK Kelurahan Bintoro yang selalu proaktif mengawal program-program strategis pemerintah, baik di bidang lingkungan hidup maupun kesehatan masyarakat.
"Pemerintah Kelurahan Bintoro memberikan apresiasi sebesar-besarnya kepada TP PKK dan seluruh kader posyandu yang hari ini kembali membuktikan perannya sebagai motor penggerak pembangunan kemasyarakatan. Kesehatan warga dan kebersihan lingkungan adalah dua sisi mata uang yang tidak bisa dipisahkan. Dengan suksesnya sosialisasi pengelolaan sampah mandiri, program Kutah Mili, serta pengawalan ketat terhadap Cek Kesehatan Gratis dan layanan Mobile Homecare, kami optimis Kelurahan Bintoro mampu mewujudkan masyarakat yang sehat secara fisik, mandiri secara ekonomi, dan berkelanjutan kualitas hidupnya." — Pairi, S.T., M.Si., Lurah Bintoro
Melalui sinergi yang solid antara pemerintah kelurahan, TP PKK, kader posyandu, dan tenaga kesehatan puskesmas, Kelurahan Bintoro terus bertekad menjadi teladan dalam mewujudkan kawasan perkotaan yang bersih, sehat, tangguh, dan responsif terhadap kesejahteraan warganya. (fzr)