logo ppid jember kim
Oleh : Badan Penanggulangan Bencana Daerah

Banjir Luapan Rendam Permukiman di Jenggawah dan Ajung, Tim Bergerak Dini Hari Salurkan Bantuan

  • 02 Maret 2026
  • Dibaca 325 Kali
Bagikan Via:
banjir-luapan-rendam-permukiman-di-jenggawah-dan-ajung-tim-bergerak-dini-hari-salurkan-bantuan-20260302

Banjir Luapan Rendam Permukiman di Jenggawah dan Ajung, Tim Bergerak Dini Hari Salurkan Bantuan

JEMBER – Banjir luapan kembali terjadi di Kabupaten Jember dan merendam dua wilayah berbeda, yakni Kecamatan Jenggawah dan Kecamatan Ajung, pada Minggu (1/3/2026) sekitar pukul 04.30 WIB. Peristiwa ini merupakan dampak dari hujan dengan intensitas ringan hingga lebat yang mengguyur wilayah Jember sejak Sabtu (28/2/2026) pukul 14.00 WIB hingga malam hari. Curah hujan tinggi dalam durasi panjang menyebabkan debit air meningkat dan saluran irigasi tidak mampu menampung aliran air dari area persawahan. Akibatnya, air meluap ke permukiman warga, menggenangi rumah, halaman, serta akses jalan.

Di Kecamatan Jenggawah, banjir melanda RT 07 dan RT 08 RW 09 Dusun Curah Buntu, Desa Curah Buntu. Tercatat sembilan rumah terdampak dengan ketinggian air yang masuk ke dalam rumah rata-rata sekitar ±20 sentimeter. Warga yang terdampak antara lain keluarga Pak Bagus Wahyudi (4 jiwa), Pak Darmanto (3 jiwa), Ibu Lilik (4 jiwa), Pak Geger (4 jiwa), Pak Arifin (6 jiwa), Pak Agus (4 jiwa), dan Ibu Sri (1 jiwa). Selain masuk ke dalam rumah, air juga menggenangi halaman serta jalan lingkungan dengan ketinggian mencapai ±20 hingga 60 sentimeter, sehingga sempat menghambat mobilitas warga pada malam hari.

Sementara itu, di Kecamatan Ajung, tepatnya di RT 02 RW 08 Dusun Besok Timur, Desa Wirowongso, banjir merendam sembilan rumah warga dengan ketinggian air di dalam rumah berkisar ±10–20 sentimeter. Kepala keluarga terdampak antara lain Nuzulul (5 jiwa, 1 balita), Sahar (4 jiwa, 1 balita), Yadi (3 jiwa, 1 balita), Imam Sudarsono (6 jiwa, 1 balita), Suyanto (4 jiwa, 1 balita), Tohir (3 jiwa), Agus (9 jiwa, terdapat 1 balita dan 1 lansia), Kalis (5 jiwa), serta Syaiful Bahri (4 jiwa, 1 balita). Genangan di wilayah ini juga mencapai ±40–50 sentimeter di akses jalan serta merendam Kantor Camat Ajung. Meski demikian, tidak terdapat laporan korban jiwa dalam kejadian tersebut.

Menindaklanjuti laporan yang diterima, tim dibagi menjadi dua dan diberangkatkan menuju lokasi pada Minggu dini hari pukul 00.50 WIB. Setibanya di lokasi sekitar pukul 01.50 WIB, tim langsung melakukan koordinasi dengan aparat setempat, melaksanakan asesmen, pengamanan wilayah terdampak, serta dokumentasi. Bantuan logistik berupa tambahan gizi sebanyak 72 kaleng telah didistribusikan kepada warga terdampak sebagai bentuk dukungan pemenuhan kebutuhan dasar. Pada pukul 04.30 WIB, kondisi dinyatakan relatif terkendali dan tim kembali ke mako.

Perkembangan terkini menunjukkan bahwa air yang sempat masuk ke dalam rumah warga telah surut sepenuhnya. Genangan di halaman dan jalan yang sebelumnya mencapai 30–60 sentimeter kini berangsur turun menjadi sekitar 10–20 sentimeter. Arus lalu lintas sudah kembali normal meskipun masih terdapat beberapa titik genangan ringan. Warga secara mandiri melakukan pembersihan rumah dan lingkungan, sementara TRC terus melakukan pemantauan untuk mengantisipasi potensi banjir susulan.

Sebagai tindak lanjut, laporan kejadian telah diteruskan kepada dinas terkait guna penanganan pascabencana dan evaluasi sistem drainase. Pemerintah Kecamatan Ajung juga direkomendasikan untuk melakukan kerja bakti pembersihan Kantor Camat yang terdampak genangan. Kendala yang dihadapi dalam kejadian ini adalah keterlambatan informasi dari wilayah sehingga respons awal membutuhkan penyesuaian waktu. Unsur yang terlibat dalam penanganan meliputi BPBD Kabupaten Jember, Polsek setempat, perangkat desa, RT/RW, serta masyarakat yang bergotong royong membantu proses penanganan.

Galeri Foto